Kenali VBAC, Melahirkan Normal Setelah Operasi Caesar
Ada dua cara umum untuk melakukan persalinan, yakni secara normal dan sectio caesar (SC) atau lebih dikenal dengan operasi caesar. Bagi Anda yang sudah pernah melahirkan secara SC dan ingin memiliki momongan lagi, mungkin melahirkan secara normal bisa menjadi pilihan yang tepat. Vaginal Birth After Cesarean (VBAC) diklaim memiliki banyak manfaat, selain masa pemulihannya yang terbilang lebih cepat dibanding SC.
Menurut riset, angka kejadian SC di Indonesia tahun 2010 meningkat menjadi 15,3% dan diperkirakan akan lebih banyak di tahun-tahun selanjutnya.[1] SC merupakan suatu persalinan buatan dan janin dilahirkan melalui insisi pada dinding rahim dalam keadaan utuh. Tidak semua wanita bisa mengambil pilihan SC untuk melahirkan. SC hanya dilakukan jika pasien memiliki kondisi khusus seperti berikut.
Kriteria SC
- Persalinan gagal berkembang.
- Ada kekhawatiran untuk bayi (seperti hambatan pertumbuhan atau masalah detak jantung selama persalinan).
- Masalah dengan plasenta.
- Bayi yang sangat besar.
- Ibu mengalami infeksi atau penyakit, seperti HIV atau herpes genital, dapat ditularkan ke bayi selama persalinan pervaginam.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, hampir sepertiga dari semua bayi di AS lahir melalui persalinan SC. Setelah seseorang menjalani kelahiran sesar, kemungkinan besar setiap bayi berikutnya akan lahir dengan cara yang sama. Padahal, sebagian dari mereka bisa menjalani kelahiran normal atau VBAC. Namun, hanya 13% wanita yang menjalani SC memilih menjalani VBAC untuk kelahiran anak berikutnya.
Belum banyak orang yang mengetahui VBAC menjadi salah satu alasan sedikit yang ingin menjalani kelahiran normal setelah SC. VBAC dinilai penting, terutama bagi perempuan yang sehat, karena waktu pemulihan lebih cepat dan risiko komplikasi jauh lebih rendah dibanding kelahiran SC.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang yang menjalani operasi caesar aman menjalani VBAC. Anda harus berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan tentang kondisi kesehatan sebelum menjalani VBAC, terutama bagi Anda yang memiliki kondisi khusus. Misalnya, VBAC biasanya tidak direkomendasikan untuk mereka yang pernah melahirkan secara caesar lebih dari dua kali. Berikut adalah kriteria pasien yang boleh menjalani VBAC.
Kriteria VBAC
- Wanita yang memiliki bekas sayatan horizontal dalam rahim.
- Sedang mengandung bayi kembat dan pernah SC (bukan dengan sayatan vertikal).
- Persalinan terjadi spontan setelah induksi, sehingga kontraksi berlangsung cepat.
- Tulang panggul berukuran cukup besar dan memungkinkan bayi keluar dengan mudah.
- Belum pernah melakukan operasi mayor pada rahim (miomektomi).
- Belum pernah mengalami rahim robek (ruptur uteri) pada kehamilan sebelumnya.
- Tidak memiliki kondisi medis yang membuat persalinan melalui vagina berisiko (plasenta previa atau fibroid).
Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Anda ingin melakukan VBAC. Berikut adalah faktor yang memengaruhi keberhasilan VBAC dari Maternal-Fetal Medicine Units (MFMU).
Faktor Keberhasilan VBAC
- Usia, tinggi badan, dan berat badan ideal.
- Persalinan SC sebelumnya dilakukan karena pelebaran serviks secara melambat atau berhenti.
- Persalinan SC sebelumnya dilakukan saat fase mendorong.
- Tekanan darah normal dan tidak dirawat karena tekanan darah tinggi.
Sebaliknya, ada beberapa kondisi yang membuat VBAC berisiko gagal, antara lain usia melebihi batas, berat badan berlebihan, kelahiran SC sebelumnya dilakukan karena persalinan terhenti, dan memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebelum hamil. Jika Anda memiliki kondisi seperti ini, dokter akan menyarankan SC lagi untuk persalinan selanjutnya.
Dilansir dari herminahospital.com, jarak waktu ideal yang dianjurkan dokter untuk Anda bisa melahirkan normal setelah sesar adalah minimal dua tahun dari persalinan awal yang dilakukan dengan SC. Jarak ini direkomendasikan juga untuk Anda yang ingin melahirkan secara SC lagi. Jika ibu hamil setelah satu tahun SC atau kehamilan terjadi dalam jarak kurang dari dua tahun, kemungkinan bisa menyebabkan komplikasi. Salah satu risiko VBAC yang paling fatal adalah ruptur uteri.
Selain itu, bagi ibu hamil yang ingin menjalani kelahiran dengan VBAC, dianjurkan untuk menjaga kesehatannya. Para wanita hamil juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga, khususnya melakukan senam hamil secara teratur. Ini akan membantu meningkatkan keberhasilan dalam kelahiran VBAC.
[1] Jahriani, Nani. 2019. Hubungan Riwayat Sectio Caesarea dengan VBAC (Vaginal Birth After Caesarean) di Klinik Bersalin Hj. Rismala S Kisaran. As Syifa Institute of Health Science Kisaran Journal, Vol. 1(1): 25-28.


Leave a comment