Telat Haid Tapi Tidak Ada Tanda Kehamilan, Kenapa?

Telat, haid, tapi, tidak, ada, tanda, kehamilan, penyebab, faktor, stres, menstruasi, wanita, gejala, kesehatan, negatif, Ilustrasi: nyeri haid (trendsandlife.com)

Meski kerap memberikan rasa nyeri yang hebat atau mengubah suasana hati menjadi lebih buruk, nyatanya kebanyakan wanita selalu mengharapkan siklus menstruasi datang tepat pada waktunya. Hampir tidak ada wanita yang ingin menstruasinya terlambat. Pasalnya, dengan siklus menstruasi yang lancar, maka tubuh pun menandakan kondisi kesehatan yang baik.

Namun tidak sedikit wanita yang mendapati siklus menstruasi yang bisa datang dengan sangat terlambat sehingga memicu berbagai macam kekhawatiran. Secara umum penyebab terlambat datang bulan pada wanita satu dan wanita yang lain tidak selalu sama. Artinya ada beberapa kemungkinan mengapa seorang wanita terlambat haid atau menstruasi.

Wanita memiliki periode yang berbeda dalam menjalani siklusnya, ada yang lama, ada yang pendek, dan ada yang memiliki siklus menstruasi teratur. Lamanya masa menstruasi normal biasanya berkisar antara 4 sampai dengan 7 hari. Namun ada juga yang sampai 10 hari. Sedangkan siklus haid akan berbeda-beda pada setiap wanita. Normalnya siklus akan berulang setiap 28 hari, tetapi ada juga yang memiliki siklus sampai 42 hari.

Meski demikian, biasanya wanita akan mengambil kesimpulan yang terlalu dini terhadap hal ini dengan menganggapnya sebagai tanda kehamilan, pasalnya menstruasi terlambat ini sangat identik dengan gejala wanita yang sedang hamil. Memang telat haid adalah salah satu tanda kehamilan, namun biasanya tanda-tanda kehamilan akan muncul dengan gejala-gejala lainnya, seperti mual dan muntah, kepala pusing, badan cepat lelah, dan lain sebagainya.

Jadi jika hanya terlambat datang bulan saja tanpa ada gejala lainnya, maka itu bukan suatu tanda hamil dan bisa dikarenakan hal lainnya. Hal pertama yang bisa dicurigai ketika wanita telat haid, cara mengetahui apakah ada kemungkinan hamil atau tidak sangatlah mudah, Anda dapat melakukannya sendiri di rumah dengan menggunakan tes kehamilan berupa test pack yang banyak tersedia di pasaran.

Baca juga:  Tak Hanya Ibu, Ayah Juga Bisa Alami Depresi Pasca Kelahiran

Pemeriksaan kehamilan sederhana dengan menggunakan test pack memang dapat mendeteksi dini kondisi kehamilan. Meskipun demikian pemeriksaan ini baru dapat memberikan hasil yang positif setelah 2 minggu paska pembuahan.

Untuk saat ini, Anda dapat mengulang pemeriksaan dengan menggunakan test pack 1x setiap minggu sampai dengan mendapat hasil yang positif atau mengalami menstruasi. Bila Anda merasa ragu dengan hasil test pack Anda maka sebaiknya Anda memeriksakan diri Anda ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Namun jika tes kehamilan yang dilakukan setelah telat haid 2 minggu menunjukkan hasil yang negatif, maka dapat dijamin hampir 80% bahwa bukan kehamilan penyebabnya. Hal ini dapat dijelaskan bahwa implantasi sel telur yang dibuahi akan menyebabkan produksi hormon HCG. Hormon ini biasanya ada dalam aliran darah dan dapat dideteksi dalam waktu enam sampai dua belas hari setelah pembuahan.

Telat, haid, tapi, tidak, ada, tanda, kehamilan, penyebab, faktor, stres, menstruasi, wanita, gejala, kesehatan, negatif,

Ilustrasi: tes kehamilan negatif (prozeny.blesk.cz)

Selain sebagai pertanda kehamilan, keterlambatan menstruasi juga dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya.

Gangguan Tiroid

Jika kelenjar tiroid yang mengendalikan metabolisme tubuh tidak bekerja dengan baik, jadwal menstruasi akan terganggu. Masalah tiroid yang mungkin saja dialami adalah hipotiroidisme di mana tiroid menjadi kurang aktif. Sementara itu Anda juga mungkin mengalami hipertiroidisme di mana tiroid menjadi sangat aktif. Perubahan hormon inilah yang mengganggu ovulasi dan bisa menyebabkan masalah kesuburan.

Baca juga:  Simak Cara Aman Berhubungan Seks Selama Kehamilan

Tes darah sederhana bisa memastikan apakah tiroid bekerja dengan baik atau tidak. Sahabat sehat dapat mengatasi gangguan itu dengan obat-obatan dari dokter. Menstruasi pun akan kembali normal setelah masalah diobati.

Stres

Wanita modern, khususnya yang bekerja ternyata memiliki kecenderungan mendapatkan stres berlebihan karena adanya tekanan yang berlebihan. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya stres, di antaranya tekanan lingkungan kerja, kelelahan, urusan rumah tangga, dan lain sebagainya.

Tanpa disadari, stress bisa memicu masalah ketidaklancaran siklus menstruasi. Ketika Anda mengalami stres yang berlebihan, hal ini dapat mempengaruhi hipotalamus di otak yang berperan untuk kegiatan hormonal. Tubuh akan mengeluarkan hormon yakni kortisol dan adrenalin.

Kedua hormon ini akan muncul ketika tubuh merasakan ancaman. Sementara itu, kedua hormon ini juga akan memengaruhi otak yang mengakibatkan masalah ketidakseimbangan hormon. Ketidakseimbangan hormon ini yang menyebabkan ovulasi tertunda atau tidak terjadi sama sekali. Disarankan untuk berlatih teknik relaksasi seperti melakukan yoga dan meditasi, mengubah gaya hidup, serta rutin berolahraga agar siklus haid kembali lancar.

Telat, haid, tapi, tidak, ada, tanda, kehamilan, penyebab, faktor, stres, menstruasi, wanita, gejala, kesehatan, negatif,

Ilustrasi: siklus menstruasi (ccrmivf.com)

Berat Badan Turun

Menstruasi terlambat bisa saja dialami oleh perempuan dengan gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia. Lemak tubuh yang sedikit ternyata sangat mungkin membuat menstruasi jadi terlambat. Estrogen yang membantu ovulasi tersimpan di dalam lemak. Maka ketika ada pengurangan lemak, tubuh tidak akan menghasilkan cukup estrogen sehingga berdampak pada ovulasi dan dapat merusak siklus menstruasi. Mengobati gangguan makan dan menaikkan berat badan secara sehat dapat mengembalikan siklus haid normal.

Baca juga:  5 Nasehat untuk Wanita tentang Cinta agar Jadi Idola Pria

Pola Makan Buruk

Pola makan yang salah akan menyebabkan masalah pada siklus menstruasi. Pola makan buruk bisa membuat Anda kehilangan nutrisi sehingga menyebabkan masalah pada kelenjar adrenal dan tiroid. Pola makan yang tidak cukup serat dan terlalu banyak lemak menjadi salah satu contoh yang dapat menyebabkan perubahan siklus menstruasi.

Olahraga Terlalu Ekstrem

Saat Anda melakukan olahraga ekstrem, maka metabolisme kerja tubuh mungkin saja terganggu. Hal ini akan memengaruhi ovulasi dan perubahan pada siklus menstruasi. Aktivitas fisik berlebihan memicu stres dan meningkatnya kadar testosteron pada tubuh, sehingga berdampak pada ketidakseimbangan hormon pada wanita. Penurunan berat badan akibat olahraga ekstrem juga menjadi masalah yang perlu diperhatikan.

Konsumsi Obat

Dalam beberapa kasus, mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti pil KB, aspirin, dan ibuprofen dapat mengubah hormon dalam tubuh wanita yang mengatur siklus menstruasi. Efeknya menstruasi pun bisa saja datang terlambat ketika seseorang mengonsumsi obat-obatan tersebut. Jenis obat lain yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi adalah obat gatal dan obat sakit telinga. Jika obat berhenti dikonsumsi, biasanya haid akan lancar kembali.

Pemeriksaan penunjang seperti tes darah dan USG dapat dokter anjurkan. Terapi yang sesuai akan dokter berikan. Anjuran yang dapat Anda lakukan adalah hindari aktivitas fisik berlebihan dan olahraga berat, atasi stres dengan bijak, hindari diet ketat penurunan berat badan yang terlalu drastis, dan tetap jaga berat badan agar tetap ada dalam kisaran normal.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*