Jasa Pengalengan Makanan, Bikin Makanan Lebih Awet Disimpan untuk Waktu yang Lama

Proses mengalengkan makanan (sumber: masterclass.com) Proses mengalengkan makanan (sumber: masterclass.com)

Bahan makanan seperti ikan, daging, atau olahan bahan segar lainnya memang diharapkan bisa tahan lama untuk disimpan. Nah, agar kesegarannya senantiasa terjaga dan layak untuk dikonsumsi, makanan bisa dikemas dalam kaleng kedap udara. Sudah banyak perusahaan yang menawarkan jasa pengalengan makanan dengan tarif yang bervariasi.

Apa Itu Pengalengan Makanan?

Pengawetan makanan dalam kaleng diartikan sebagai suatu cara pengolahan dengan menggunakan suhu sterilisasi (110°C – 120°C) yang bertujuan menyelamatkan bahan makanan itu dari proses pembusukan. Pada pengalengan makanan, bahan pangan dikemas secara hermetis dalam suatu wadah kaleng. Pengemasan secara hermetis mengandung arti bahwa penutupannya sangat rapat, sehingga tidak dapat ditembus oleh udara, air, mikroba atau bahan asing lainnya.

Perlakuan panas untuk bahan pangan berasam rendah dirancang untuk menginaktivasikan sejumlah besar spora organisme C. botulinum. Walaupun spora ini tidak setahan spora-spora dari tipe Clostridium lainnya dan bacillus. C. botulinum mampu menghasilkan racun yang mematikan kadang-kadang tanpa menggembungkan wadah atau mengubah kenampakan secara nyata.

Selain penerapan suhu tinggi, tingkat keasaman (pH) suatu produk mempunyai peranan terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri patogen. Clostridium botulinum termasuk salah satu bakteri yang mudah tumbuh dengan baik pada substrat atau produk-produk makanan yang mempunyai kisaran pH 4,6 – 7,5.

Baca juga:  Wingko Singkong NikNok, Oleh-oleh Khas Depok Yang Legit

Secara umum proses pengalengan meliputi tahap-tahap persiapan bahan mentah, pemasakan pendahuluan, pengisian bahan ke dalam kemasan, pengisian medium, penghampaan udara, proses sterilisasi, pendinginan, dan penyimpanan.

Hal yang Harus Diperhatikan dari Kemasan Kaleng Makanan

Kemasan untuk pengalengan harus memenuhi persyaratan antara lain: dapat ditutup secara hermetis, tahan dalam pemanasan suhu tinggi dan aman terhadap produk serta mampu melewatkan panas ke dalam produk secara efektif. Secara konvensional kaleng terbuat dari besi baja dengan kandungan karbon yang relatif rendah paling umum digunakan.

Ilustrasi: makanan kemasan kaleng (sumber: food52.com)

Ilustrasi: makanan kemasan kaleng (sumber: food52.com)

Berbagai modifikasi dilakukan karena makanan yang bersifat korosif terhadap kaleng dapat mencemari produk. Pelapisan kaleng dengan seng (Zn) serta enamel/resin tahan panas sesuai dengan sifat produk yang dikemas telah dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Baca juga:  Dikenal Baik untuk Wanita, Ini Deretan Makanan yang Mengandung Isoflavon

Beberapa hal yang harus diperhatikan tentang kaleng adalah sebagai berikut: konstruksi kaleng (bentuknya) harus sesuai dengan produk pengalengannya dan tahan waktu sterilisasi serta perlakuan yang akan dialami. Bagian dalam harus dilapisi lacquer yang tahan akan reaksi dari bahan-bahan kimia yang akan terbentuk yang berasal dari ikan yang dikaleng.

Coating bagian luar juga harus tahan terhadap perubahan-perubahan keadaan yang akan dialami kaleng nantinya. Kaleng harus dipakai pada waktu tertentu setelah sampai ke pabrik, karena ring yang terbuat dari karet pada bagian tutupnya bila terlalu lama bisa rusak. Juga kalengnya sendiri bisa karatan sebelum dipakai, demikian juga coatingnya.

Kaleng juga harus ditutup dengan mesin penutup yang telah dipersiapkan dengan baik sehingga tutupnya bisa melekat pada bagian kaleng seperti yang telahditentukan. Tetapi bagian luar dari tutup harus melengkung ke atas dan di bawah bibir badan kaleng yang menonjol keluar, kemudian ditekan dengan kuat sehingga udara luar tidak bisa masuk ke dalam kaleng (kedap udara). Head space dalam kaleng harus cukup, sebab apabila kurang akibat pengembangan isi kaleng selama pemanasan dapat menyebabkan kebocoran pada kaleng.

Baca juga:  BISNIS MENJANJIKAN, INI PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI NUGGET PISANG

Bagian luar kaleng harus dicuci bersih sebelum disimpan untuk mencegah menempelnya kotoran-kotoran yang tidak diinginkan, misalnya bila ada minyak pelumas yang menempel pada kaleng sehingga dapat merusak kaleng. Kaleng yang telah terisi produk harus disimpan dalam ruangan yang sejuk dan kering tanpa perubahan suhu yang mencolok.

Jasa Pengalengan Makanan

Lantaran membutuhkan teknologi yang tinggi dan proses pengemasan yang ketat, maka pengalengan makanan sebaiknya diserahkan pada ahlinya. Saat ini sudah banyak perusahaan jasa yang menyediakan layanan pengalengan makanan, seperti untuk produk ikan hingga daging kurban.

Sebagai gambaran, di salah satu perusahaan jasa pengalengan yang ada di Probolinggo, Jawa Timur memasang harga atau biaya jasa pengalengan makanan sekitar Rp20 juta untuk pengalengan 1 ekor sapi kurban yang dikemas menjadi 320 atau 450 kaleng daging dengan ukuran 200 gram. Ada juga perusahaan lainnya yang menawarkan jasa pengalengan dengan tarif mulai Rp2,5 jutaan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*