Bagaimana Bisa COVID-19 Memengaruhi Siklus Menstruasi?
Siklus menstruasi merupakan tanda proses kematangan organ reproduksi wanita yang dipengaruhi hormon tubuh.[1] Selama masih berusia produktif, banyak wanita yang mengalami gangguan pada periode haidnya. Ada banyak faktor yang memengaruhi siklus menstruasi dan salah satunya COVID-19.
Dilansir dari HuffPost, sebuah penelitian terhadap sekitar 16.000 wanita menemukan bahwa vaksin COVID-19 memengaruhi siklus menstruasi di antara 42% peserta. Setelah vaksinasi, panjang siklus haid peserta berubah sementara dan periode yang lebih berat juga dilaporkan.
Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, peserta melaporkan perubahan periode setelah sakit COVID. Ini membuat para ahli bertanya-tanya, bagaimana infeksi COVID dapat memiliki dampak yang sama.
COVID-19 Memengaruhi Siklus Menstruasi
Dr. Leslie Farland, asisten profesor di University of Arizona’s Mel and Enid Zuckerman College of Public Health bersama timnya mempelajari perubahan menstruasi setelah infeksi COVID. Penelitian dilakukan pada 127 orang, mulai dari usia 18 hingga 45 tahun mulai Mei 2020. Semua peserta dinyatakan positif COVID.
“Sekitar 16% dari peserta menstruasi yang memiliki COVID-19 melaporkan perubahan pada siklus menstruasi mereka setelah infeksi,” kata Farland. “Peserta paling sering melaporkan menstruasi tidak teratur, peningkatan gejala sindrom pramenstruasi seperti perubahan suasana hati dan kelelahan, dan menstruasi yang jarang.”
Dr. Staci Tanouye, seorang ginekolog di Women’s Care di Florida juga menjelaskan, secara anekdot ada banyak laporan tentang siklus haid tidak teratur, perbedaan aliran, durasi tidak menentu, dan intensitas nyeri yang berlebihan. Tanouye mencatat, siklus menstruasi normal dimediasi oleh kekebalan, jadi kita tahu bahwa semua jenis infeksi besar terkait sistem kekebalan tubuh dapat mengubah siklus dan gejala menstruasi.
Siklus yang tertunda, periode yang lebih berat atau periode yang lebih menyakitkan juga dapat terjadi ketika orang memiliki infeksi lain seperti HIV, hepatitis B, dan hepatitis C. Orang dengan infeksi COVID yang lebih parah juga berisiko perubahan menstruasi drastis dibandingkan periode ketika mereka sehat.
Stres Memicu Perubahan Menstruasi
Bukan rahasia lagi bahwa stres dapat memengaruhi menstruasi Anda, bahkan menyebabkan keterlambatan selama berbulan-bulan. Ini juga bisa terjadi pada pasien COVID-19 yang stres karena penyakit yang dialaminya.
“Dengan infeksi COVID-19, stres fisik maupun mental akan meningkat dan memicu perubahan hormon tubuh,” kata Tanouye. “Konsekuensi dari pekerjaan ini adalah pentingnya memasukkan kesehatan ginekologi dan menstruasi ke dalam diskusi tentang gejala COVID yang panjang.”
Farland menambahkan bahwa peserta penelitian yang melaporkan perubahan periode juga melaporkan tingkat stres yang lebih tinggi. Namun, dia menekankan bahwa penelitiannya tidak fokus pada hubungan stres dengan perubahan menstruasi selama infeksi COVID.
“Kami tidak sepenuhnya yakin tentang mekanisme di balik perubahan siklus menstruasi ini,” kata Farland. “Tingkat stres akibat COVID-19 yang lebih tinggi muncul pada beberapa peserta penelitian.”
Sudah diketahui bahwa COVI19 bisa bermanifestasi dalam berbagai perubahan sistemik yang berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Perubahan ini sangat bervariasi dari orang ke orang. Diperlukan lebih banyak penelitian tentang dampak infeksi COVID pada menstruasi.
“Ada kekurangan pada penelitian ilmiah tentang topik ini,” Farland dan timnya menulis dalam penelitian tersebut. “Hal ini dapat dikaitkan dengan banyak faktor yang selama bertahun-tahun telah mendorong kurangnya penelitian tentang kesehatan ginekologi. Secara historis, topik-topik ini mungkin tampak kurang penting dan karenanya dana penelitian tidak terlalu banyak.”
Lebih banyak penelitian dan pendanaan akan membantu mengatasi topik ini dan menghilangkan kekhawatiran banyak orang. Farland percaya ini perlahan berubah karena korelasi ditarik antara kesehatan ginekologi, kualitas hidup dan hasil penyakit kronis jangka panjang. Semakin banyak orang melihat perubahan periode setelah COVID-19, mereka beralih ke forum online atau tips dari teman untuk meminta bantuan. Dampak infeksi COVID-19 terhadap menstruasi mungkin tidak sepenuhnya diketahui, tetapi, secara anekdot, itu sangat jelas.
[1] Islamy, Aesthetica & Farida. 2019. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Tingkat III. Jurnal Keperawatan Jiwa FIKKes Universitas Muhammadiyah Semarang, Vol. 7(1): 13-18.


Leave a comment