Berapa Jam Waktu Tidur yang Ideal? Bukan 8 Jam

Ilustrasi: wanita sedang tidur (sumber: storyblocks) Ilustrasi: wanita sedang tidur (sumber: storyblocks)

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia untuk mengistirahatkan pikiran, mengembalikan kondisi, dan memulihkan stamina tubuh.[1] Kendati demikian, banyak orang yang bingung dengan waktu tidur yang ideal. Beberapa orang percaya 8 jam adalah waktu yang pas untuk tidur, tetapi penelitian tidak berkata demikian.

7 Jam Bisa Menjadi Waktu Tidur Ideal

Dilansir dari Deutsche Welle, beberapa studi yang diterbitkan University of Cambridge di Inggris dan Fudan University di China menemukan, tujuh jam bisa menjadi waktu ideal untuk tidur bagi orang paruh baya dan lansia. Memang, bagi orang dewasa, delapan jam bukanlah waktu yang benar-benar ideal, justru bisa menjadi waktu yang berlebihan untuk tidur.

Kita tidak bisa menyamakan waktu ideal tidur setiap orang. Ada orang yang membutuhkan waktu tidur selama delapan jam dan ada pula yang membutuhkan selama tujuh jam. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Aging juga menyebutkan tujuh jam merupakan waktu yang baik untuk tidur, karena bisa meningkatkan kinerja kognitif dan kesehatan mental.

Di sisi lain, para peneliti mengidentifikasi data dari sekitar 500.000 peserta berusia 38 hingga 73 tahun dan menemukan bahwa kurang dan berlebihan tidur dikaitkan dengan gangguan kinerja kognitif dan kesehatan mental yang lebih buruk. Peserta studi melaporkan pola tidur mereka dan juga menjawab pertanyaan tentang kesejahteraan dan kesehatan mental mereka.

Baca juga:  Sering Dibuang, Ternyata Minum Air Rebusan Kulit Jeruk Simpan Banyak Manfaat

Manfaat Tidur 7 Jam per Hari

Para peserta juga diminta menyelesaikan sejumlah tugas kognitif yang menguji kecepatan pemrosesan berpikir, perhatian visual, memori, dan keterampilan memecahkan masalah. Mereka yang tidur tujuh jam tanpa gangguan, mendapatkan nilai yang baik dalam semua tes. Namun, ada satu peringatan, yakni 94% peserta berkulit putih, jadi tidak jelas apakah hasilnya benar untuk orang kulit berwarna dan latar belakang etnis atau budaya lainnya.

Faktor penting untuk mendapatkan hasil yang baik adalah konsisten. Hasil kesehatan terbaik muncul pada peserta yang konsisten tidur selama tujuh jam setiap hari. Dengan kata lain, Anda tidak bisa tidur dengan waktu berbeda secara berselang-seling. Tak hanya itu, mengganti waktu tidur akibat tidur yang kurang di hari sebelumnya juga tidak menunjukkan manfaat.

Baca juga:  Tidak Wajib Minum Multivitamin, Hanya yang Butuh yang Dapat Manfaatnya

“Mendapatkan tidur malam yang baik adalah penting di semua tahap kehidupan,” kata Barbara Sahakian, seorang profesor di Universitas Cambridge. “Terutama seiring bertambahnya usia.”

Ilustrasi: bangun tidur segar (sumber: intlsleep.com)

Ilustrasi: bangun tidur segar (sumber: intlsleep.com)

Kurang Tidur Berisiko Demensia

Para peneliti mengatakan kurang tidur kemungkinan akan menghambat proses otak membersihkan racun. Mereka juga mengatakan bahwa gangguan gelombang lambat atau tidur nyenyak mungkin bertanggung jawab atas penurunan kognitif.

Ketika tidur nyenyak terganggu, itu mempengaruhi konsolidasi memori dan dapat menyebabkan penumpukan amiloid, yakni protein yang dapat menyebabkan otak lelah yang merupakan karakteristik dari beberapa bentuk demensia. Tidur yang tidak cukup juga bisa menjadi faktor risiko penurunan kognitif di usia lanjut.

“Meskipun kami tidak dapat mengatakan secara meyakinkan bahwa terlalu sedikit tidur menyebabkan masalah kognitif, analisis kami tampaknya mendukung gagasan ini,” kata Jianfeng Feng, seorang ilmuwan otak dan profesor di Universitas Fudan. “Tetapi alasan mengapa orang tua memiliki tidur yang lebih buruk tampaknya kompleks, dipengaruhi kombinasi susunan genetik dan struktur otak.”

Tidur Berlebihan Mempengaruhi Struktur Otak

Kekurangan tidur menyebabkan risiko buruk bagi kesehatan, begitupun dengan kebanyakan tidur. Para peneliti melihat pencitraan otak dan data genetik, dari sekitar 40.000 peserta. Data itu menunjukkan bahwa jumlah tidur dapat dikaitkan dengan perbedaan struktur daerah otak seperti hipokampus, yang dianggap sebagai pusat memori dan pembelajaran otak, dan korteks precentral, yang bertanggung jawab untuk melakukan gerakan refleks.

Baca juga:  Apa Saja yang Harus Dikonsumsi Sebelum Melakukan Olahraga Pagi?

Karena risiko mengembangkan alzheimer dan demensia, penyakit penuaan yang datang dengan gangguan kognitif telah dikaitkan dengan durasi tidur. Durasi tidur yang berlebihan dapat mengubah struktur otak yang berisiko pada gangguan kognitif serta pengembangan alzheimer serta demensia di usia lanjut.

“Menemukan cara untuk meningkatkan kualitas tidur bagi orang tua bisa menjadi sangat penting dalam membantu mereka menjaga kesehatan mental,” kata Sahakian. “Itu juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan menghindari penurunan kognitif, terutama untuk pasien dengan gangguan kejiwaan dan demensia,”

[1] Anggraini, Bella Ratna. 2017. Hubungan Antara Durasi Tidur terhadap Tingkat Kebugaran Tubuh pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Angkatan 2013 (Skripsi). Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*