Resep & Cara Memasak Ikan Benggol yang Nikmat Buat Sekeluarga
Anda pernah mencicipi lezatnya ikan kembung atau ikan benggol? Ikan benggol memiliki banyak sebutan, mulai dari ikan cekak, perkak, layang pendek, hingga sebutan ikan kembung banjar. Ikan benggol termasuk ikan laut yang tergolong dalam marga Rastrelliger, suku Scombridae. Untuk memasak ikan benggol bisa dilakukan dengan berbagai cara.
Ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) memiliki gizi yang baik bagi tubuh, salah satunya proteinserta kalsium, rasanya enak dan gurih, serta harganya murah.Ikan kembung dikenal sebagai mackerel fish yang termasuk ikan ekonomis penting dan potensi tangkapannya naik tiap tahunnya. Ikan ini memiliki rasa cukup enak dan gurih sehingga banyak digemari oleh masyarakat. Sampai saat ini, ikan kembung biasa dikonsumsi sebagai lauk yang dimasak secara utuh seperti dipeda, digoreng, dibakar, kuah pindang, dan sebagainya.[1]
Omega 3 dan omega 6 banyak terkandung pada ikan kembung yang baik bagi pencegahan penyakit dan kecerdasan otak. Ikan kembung merupakan salah satu bahan pangan mempunyai kandungan gizi yang memenuhi sejumlah besar unsur kesehatan.[2]
Ikan benggol atau ikan kembung bisa diolah dalam berbagai macam cara. Berikut resep dan cara memasak ikan benggol yang lezat dan menggugah selera.
Resep Ikan Benggol Masak Pedas
Bahan Ikan Benggol Masak Pedas
- 6 buah ikan benggol
- 3 siung bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 15 buah cabai rawit
- 1 sendok makan kecap
- 1 buah tomat
- Air secukupnya
- Gula secukupnya
- Garam secukupnya
- Minyak goreng secukupnya
Cara Memasak Ikan Benggol Pedas
- Cuci bersih ikan benggol terlebih dahulu, lalu lumuri dengan garam dan perasan jeruk nipis. Diamkan beberapa saat, lalu bilas lagi dengan air. Kemudian, goreng ikan hingga kecokelatan. Bila sudah matang, buang kepalanya.
- Iris bawang merah, bawang putih, cabe, tomat, lalu tumis sampai harum.
- Tambahkan sedikit air, lalu masukkan ikan benggol yang sudah digoreng. Tambahkan kecap secukupnya. Masak sampai bumbu meresap. Ikan benggol pedas pun siap dihidangkan selagi hangat untuk 3 porsi.
Selain dimasak dengan cara ditumis, ikan benggol pun bisa dimasak dengan cara dibakar dan disantap bersama sepiring nasi hangat. Berikut alternatif resep ikan benggol bakar yang bisa Anda coba di rumah.
Resep Ikan Benggol Bakar
Bahan Ikan Benggol Bakar
- 3 ekor ikan benggol, bersihkan dan buang isi perutnya
- ½ buah jeruk nipis (boleh diganti cuka) untuk mencuci ikan + garam
- 1 siung bawang putih, haluskan
- 3 cm kunyit, haluskan
- 1 sdt (sendok teh) garam halus
- 1/8 sdt penyedap rasa
- ¼ sdt ketumbar halus
- 2 sdm (sendok makan) minyak goreng
- 1 batang serai untuk olesan bumbu
Cara Memasak Ikan Benggol Bakar
- Bersihkan ikan dan buang isi perutnya. Rendam ikan dengan air yang diberi perasan jeruk nipis dan garam. Biarkan beberapa saat, kemudian bilas kembali.
- Campurkan kunyit, bawang putih, garam, penyedap rasa, dan minyak goreng. Aduk rata.
- Siapkan alat bakaran, oleskan satu sisi ikan dengan bumbu secara merata. Letakkan di atas bakaran. Lakukan bergantian pada sisi lainnya dengan cara terus dibolak-balik sampai ikan matang dan bumbunya meresap.
- Ikan benggol bakar pun siap disajikan bersama nasi, lalapan, dan sambal sesuai selera.
Bagaimana? Cukup mudah kan cara memasak ikan benggol? Seperti yang disebutkan sebelumnya, ikan benggol tergolong mudah ditemukan di pasaran dengan harga yang terjangkau. Sebagai gambaran, ikan benggol segar ukuran 1/2 kilo (500 gram) dijual mulai Rp20 ribuan sampai Rp25 ribuan, sedangkan yang beratnya 1 kg harganya dibanderol antara Rp39 ribu sampai Rp50 ribuan per kilogram. Jika sudah diolah menjadi ikan asin benggol atau klotok, maka harganya juga bisa dijual sekitar Rp50 ribuan per kg. Harga ikan benggol yang berlaku di setiap tempat bisa saja berbeda-beda.
[1]Siswanti, dkk. 2017. Pemanfaatan Daging Dan Tulang Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta) Dalam Pembuatan Camilan Stik. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian. X(1): 41-49.
[2]Nalendrya, I dkk. 2016. Sosis Ikan Kembung (Rastrelliger Kanagurta L.) Sebagai Pangan Sumber Omega 3. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 5(3): 71-75.


Leave a comment