Kedekatan dengan Tetangga Memengaruhi Kesehatan Jantung Anda

Ilustrasi: hubungan sosial (unsplash: Beth Jnr) Ilustrasi: hubungan sosial (unsplash: Beth Jnr)

Salah satu penyakit yang ditakuti masyarakat Indonesia hingga kini adalah penyakit jantung koroner (PJK), ini adalah penyakit jantung yang disebabkan penyumbatan arteri koronaria.[1] Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah serta mengurangi risikonya. Menurut penelitian, menjaga hubungan baik dengan tetangga dapat mempengaruhi kesehatan jantung Anda, termasuk menurunkan risiko PJK.

Hubungan Baik dengan Tetangga Membuat Jantung Sehat

Sebelumnya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kesehatan jantung atau kardiovaskular, seperti memperbaiki pola makan, olahraga secara teratur, mengendalikan berat badan, dan minum suplemen. Namun, baru-baru ini ada penelitian yang membuktikan bahwa memiliki hubungan yang dekat dengan tetangga mungkin sangat berkontribusi terhadap kesehatan jantung Anda.

“Ada berbagai interaksi dalam komunitas bertetangga yang dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular seseorang,” kata Dr. Dhruv Kazi, direktur unit perawatan kritis jantung di Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC). “Tak hanya itu, menjaga hubungan yang erat dengan tetangga bisa meningkatkan kesehatan mental.”

Analisis baru ini merupakan bagian dari studi Morehouse-Emory Cardiovascular Center for Health Equity (MECA) yang sedang berlangsung di Atlanta. MECA didasarkan pada penelitian sebelumnya yang menunjukkan, tinggal di daerah yang kurang beruntung dikaitkan dengan tingkat penyakit jantung atau kematian yang lebih tinggi.

Baca juga:  Nggak Cuma Sehat, Ini Efek Negatif Jadi Vegetarian

Namun, tidak seperti penelitian sebelumnya, studi ini memusatkan perhatian pada fitur lingkungan yang positif, terutama interaksi sosial yang dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular yang ideal meskipun risiko yang lebih tinggi terkait dengan ras atau status sosial ekonomi.

“Biasanya, para peneliti mengidentifikasi faktor-faktor yang mengakibatkan kesenjangan kesehatan di sisi negatif, seperti kematian, penyakit yang menyertai, atau yang menyebabkan peningkatan angka penyakit tertentu,” jelas Dr. Fidencio Saldana, dekan mahasiswa di Harvard Medical School. “Cukup unik untuk dapat mencari solusi, atau melihat atribut positif sistem bertetangga ini dan memikirkan cara untuk mengaplikasikannya.”

Ilustrasi: hubungan sosial (unsplash: Ben Duchac)

Ilustrasi: hubungan sosial (unsplash: Ben Duchac)

Mengukur Lingkungan Sosial dan Kesehatan Jantung

Penelitian ini melibatkan 392 pria dan wanita kulit hitam berusia antara 30 dan 70 tahun yang tinggal di daerah Atlanta. Tidak ada yang memiliki penyakit kardiovaskular. Sekitar empat dari 10 peserta adalah laki-laki.

Lingkungan sosial mencakup persepsi tetangga dan sistem pendukung apapun, serta seberapa sering tetangga berinteraksi. Peserta menjawab pertanyaan tentang tujuh fitur lingkungan: estetika, lingkungan berjalan, ketersediaan makanan sehat, keamanan, kohesi sosial, aktivitas dengan tetangga, dan kekerasan.

Baca juga:  Studi: Ini Efek Alkohol Prenatal untuk Wanita Hamil dan Bayinya

Kesehatan jantung diukur menggunakan skor Life’s Simple 7 (LS7), yang dikembangkan American Heart Association untuk menentukan kesehatan kardiovaskular yang ideal. LS7 menghitung tujuh elemen yang memengaruhi kesehatan kardiovaskuler: olahraga yang dilaporkan sendiri, diet, dan riwayat merokok, serta mengukur tekanan darah, kadar gula, kadar kolesterol, dan indeks massa tubuh (BMI). Para peneliti juga mengumpulkan informasi tentang pendapatan tahunan, pendidikan, status perkawinan, dan pekerjaan.

Setelah mengendalikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil, peneliti menemukan peserta yang melaporkan lebih banyak hubungan sosial dan aktivitas dengan tetangga memiliki skor LS7 yang ideal. Hal ini bisa membuktikan LS7 yang ideal mempengaruhi kesehatan jantungnya.

“Kesehatan kita lebih terkait erat dengan kehidupan sosial,” kata Dr. Kazi “Upaya individu untuk memerangi obesitas dan merokok bisa dipengaruhi hubungan terhadap tetangga. Semakin banyak waktu yang dihabiskan dengan tetangga dan komunitas tempat tinggal kita, semakin baik untuk kesehatan jantung kita.”

Penelitian ini bersifat observasional, sehingga tidak dapat membuktikan sebab akibat. Ada juga kemungkinan bahwa mereka yang sudah lebih sehat lebih mungkin untuk terlibat dengan tetangga mereka, catat Dr. Kazi. Keterbatasan lainnya adalah lokasi semua peserta dalam satu wilayah metropolitan.

Baca juga:  Tutorial Model Jilbab yang Simple dan Elegan untuk Acara Wisuda

“Tinggal di komunitas di mana Anda merasa aman dan mengenal tetangga sangat penting untuk kesehatan mental dan kesehatan kardiovaskular,” jelas Kazi.

Lingkungan sosial dan perasaan yang dibangun melalui sebuah komunitas penting bagi kesehatan, dan dapat membantu melawan faktor risiko negatif. Namun, kurangnya investasi jangka panjang dan efek gentrifikasi mengancam banyak lingkungan kaum minoritas.

“Ketika sebuah lingkungan menjadi gentrified dan penduduk lama dipaksa untuk pergi, komunitas tersebut hilang selamanya,” tambah Dr. Kazi. “Hanya dengan menawarkan perumahan kepada penduduk yang akan pergi di tempat lain tidak menggantikan apa yang hilang. Ke depan, kita perlu menyadari nilai komunitas, dan berinvestasi di lingkungan kita yang memungkinkan orang untuk terlibat secara aman dalam aktivitas fisik dan komunitas.”

[1] Karyatin. 2019. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner. Jurnal Ilmiah Kesehatan Akademik Keperawatan Sumber Waras, Vol. 11(1): 37-43.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*