Manfaat & Takaran Stimuno untuk Kucing, Benarkah Bisa Bikin Sehat?

Ilustrasi: kucing peliharaan (sumber: thewildest.com) Ilustrasi: kucing peliharaan (sumber: thewildest.com)

Layaknya manusia, hewan peliharaan seperti kucing juga perlu tercukupi kebutuhan nutrisinya untuk menunjang kesehatan serta tumbuh kembangnya. Selain bisa dicukupi lewat pakannya sehari-hari, beberapa kucing juga kabarnya bisa diberi suplemen untuk manusia seperti Stimuno. Namun, amankah pemberian Stimuno untuk kucing?

Variasi vitamin dan mineral sangat penting untuk kesehatan dan menjaga fungsi-fungsi tubuh kucing. Fungsi-fungsi sel untuk mengganti sel mati dengan sel baru memerlukan vitamin walaupun hanya sedikit. Adapun mineral, seperti fosfor dan kalsium diperlukan untuk merangsang pertumbuhan tulang.

Pakan kucing yang baik biasanya mencantumkan jumlah vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya. Jumlahnya sebaiknya seimbang untuk mencegah efek defisiensi yang berbahaya bagi kesehatan.

Kucing dapat memproduksi sendiri vitamin C dalam tubuh. Adapun jenis vitamin yang diperlukan, tetapi tidak dapat diproduksi sendiri sehingga harus mendapat asupan dari pakan, yaitu vitamin A (retinol) dan vitamin B (niasin). Kucing tidak mempunyai beberapa enzim yang diperlukan untuk mengubah karotenoid menjadi vitamin A aktif. Oleh karena itu, kucing perlu memakan daging agar mendapatkan vitamin A aktif yang berasal dari mangsanya, seperti tikus, kelinci, dan burung. Kucing juga tidak dapat memproduksi niasin. Oleh karena itu, kucing harus mendapatkan niasin melalui makanan.[1]

Baca juga:  Info Terbaru Kegunaan Soda Ash untuk Kehidupan Sehari-Hari yang Perlu Anda Tahu

Selain dari makanan, vitamin yang dibutuhkan kucing pun bisa diberikan lewat suplemen seperti Stimuno. Berikan asupan nutrisi, vitamin, atau suplemen untuk meningkatkan ketahanan tubuh dan nafsu makan. Vitamin dan suplemen dapat membantu meningkatkan kondisi dan sistem kekebalan tubuh kucing yang sedang sakit. Konsultasikan dengan dokter hewan tentang vitamin atau suplemen yang cocok beserta dosisnya.[2] Berikut ulasan mengenai Stimuno.

Apa Itu Stimuno?

Stimuno adalah suplemen fitofarmaka produksi Dexa Medica. Suplemen satu ini mengandung ekstrak daun meniran. Dilansir dari Halodoc, Stimuno digunakan sebagai immunomodulator untuk membantu memperbaiki sistem imun dengan membantu merangsang tubuh memproduksi lebih banyak antibodi dan membantu mengaktifkan sistem kekebalan tubuh supaya daya tahan tubuh bekerja optimal.

Stimuno tersedia dalam bentuk kapsul maupun sirup, namun yang biasa diberikan pada kucing adalah Stimuno syrup. Seperti diketahui, Stimuno sirup pada dasarnya merupakan vitamin untuk anak-anak. Oleh sebab itu, Stimuno sirup ditawarkan dalam 3 varian rasa, yakni original, orange berry, dan grape. Adapun harga Stimuno sirup kemasan botol isi 60 ml di apotek dibanderol Rp27.972 per botol.

Stimuno sirup (sumber: shopee)

Stimuno sirup (sumber: shopee)

Komposisi Stimuno Sirup

Tiap sendok takar (5 ml) mengandung ekstrak tanaman Phyllanthus niruri herba 25 mg. Selain itu, Stimuno syrup juga mengandung bahan tambahan lainnya, seperti Sodium Benzoate, Methyl Paraben, dan Sorbitol Liquid. Stimuno sirup tidak mengandung alkohol dan pewarna tambahan.

Baca juga:  Mudah & Siap Santap, Begini Cara Membuat Cuanki Instan

Dosis & Aturan Minum Stimuno Sirup

  • Anak-anak di atas 1 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali sehari.
  • Dewasa: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3 kali sehari.

Stimuno sirup dapat diminum sesudah makan. Cara minum Stimuno sirup cukup mudah. Kocok dahulu botol Stimuno sirup sebelum diminum. Sedangkan untuk kucing, kabarnya Anda dapat memberi Stimuno sirup dengan takaran 1 ml per hari untuk kucing dewasa.

Manfaat Stimuno Sirup

  • Membantu meningkatkan daya tahan tubuh pada anak.
  • Membantu dalam memulihkan tubuh setelah sakit.
  • Membantu mencegah timbulnya penyakit dalam tubuh.
  • Merangsang antibodi bekerja secara maksimal untuk melindungi tubuh.

Stimuno untuk Kucing

Stimuno sirup mungkin baik untuk diberikan ketika kucing dalam kondisi sehat atau dalam kondisi penyembuhan. Namun, dilansir dari Kucingkita, menurut drh Neno WS, produk imunostimulan seperti Stimuno kurang disarankan untuk diberikan pada anjing atau kucing yang sedang sakit atau sakit parah, apalagi jika penyakitnya disebabkan oleh virus.

Baca juga:  Mengenal Sustainable Fashion, Style Busana untuk Selamatkan Bumi

“Pada saat fase awal pemberian, produk imunostimulan yang ada sekarang ini (Stimuno, Inmunair, Imboost, dll) menyebabkan imunosupresi. Dengan kata lain menyebabkan penurunan kekebalan tubuh. Bukannya meringankan penyakit, malah memperberat beban tubuh,” kata drh. Neno.

“Secara sederhana, pada saat sakit dan kekurangan energi, sistem kekebalan tubuh hanya bekerja melawan penyakit. Bila diberi imunostimulan, pekerjaan sistem kekebalan tubuh bertambah karena harus juga memproduksi zat kekebalan tubuh sebagai reaksi terhadap imunostimulan,” imbuhnya. Oleh sebab itu, apabila ingin memberi vitamin atau suplemen apapun pada kucing, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter hewan.

[1] Suwed, MA dkk. 2011. Panduan Lengkap Kucing. Jakarta: Penebar Swadaya.

[2] Cat & Dog. 2016. Majalah Cat And Dog Edisi 3. Jakarta: Cat & Dog, hlm 19.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*