Sederet Manfaat Glukosa 5% untuk Kesehatan yang Perlu Anda Tahu
Dalam dunia medis, keberadaan glukosa atau dekstrosa 5% cukup banyak dibutuhkan. Cairan infus atau injeksi ini biasanya dipergunakan untuk berbagai manfaat. Salah satunya untuk menggantikan kekurangan air dalam tubuh pasien ketika mengalami dehidrasi atau semacamnya.
Glukosa merupakan kelompok senyawa karbohidrat sederhana atau monosakarida. Glukosa berfungsi sebagai sumber energi untuk sel-sel otak, sel saraf, dan sel darah merah. Darah manusia mengandung glukosa dalam konsentrasi tetap yaitu 70-100 mg/dL. Dalam keadaan kekurangan gula darah disebut dengan hipoglikemi yang dapat menyebabkan tubuh tidak mendapat sumber energi, hingga dapat menyebabkan kematian. Sedangkan dalam keadaan kelebihan gula darah disebut dengan hiperglikemi, yang dapat menyebabkan penyakit diabetes.[1]
Seperti yang disinggung sebelumnya, glukosa atau dextrose 5% memiliki banyak kegunaan seperti berikut.
Manfaat Glukosa 5%
Dilansir dari Pionas POM, Glukosa 5% utamanya diberikan untuk mengganti kekurangan air dalam tubuh dan harus diberikan tunggal hanya jika tidak terjadi kehilangan elektrolit yang berarti. Rata-rata kebutuhan air pada orang dewasa sehat adalah sekitar 1,5-2,5 liter sehari. Hal tersebut diperlukan untuk mengimbangi hilangnya air yang tidak bisa dihindari melalui kulit dan paru-paru, serta untuk memenuhi kebutuhan ekskresi urine. Dehidrasi cenderung timbul jika pengeluaran tersebut tidak diimbangi dengan asupan yang sebanding, misalnya bisa timbul pada koma, disfagia, pada pasien lanjut usia atau pasien apatis yang tidak mau minum cukup air.
Volume larutan glukosa yang dibutuhkan untuk menggantikan defisit bervariasi tergantung dari keparahan penyakit, namun biasanya berkisar antara 2 hingga 6 liter. Larutan glukosa juga dapat diberikan dalam pengobatan dengan kalsium, bikarbonat, dan insulin untuk pengelolaan darurat hiperkalemia. Selain itu, juga dapat diberikan setelah koreksi hiperglikemia, pada pengobatan ketoasidosisdiabetik yang harus diberikan bersama infus insulin yang berkesinambungan.
Glukosa pun diketahui bermanfaat sebagai sumber energi bagi otak. Oleh sebab itu, kecukupan glukosa dalam tubuh biasanya akan mempengaruhi proses psikologis. Dilansir dari Farmasi-id, apabila glukosa rendah, maka proses psikologis yang membutuhkan upaya mental seperti pengendalian diri akan terganggu.Manfaat lainnya, glukosa disebut penting dalam produksi protein dan metabolisme lipid. Pada tumbuhan dan sebagian besar hewan, glukosa merupakan prekursor untuk produksi vitamin C (asam askorbat).
Glukosa 5% kerap digunakan sebagai obat untuk meningkatkan kadarasupan karbohidrat pada orang yang tidak bisa makan karena suatu penyakit, trauma, atau kondisi medis lainnya. Glukosa dianggap penting untuk menjaga mekanisme tubuh supaya bekerja sebagaimana mestinya. Glukosa umumnya dijual dalam bentuk tablet maupun infus.
Cairan infus seperti glukosa 5% pada dasarnya tidak boleh digunakan sembarangan dan harus sesuai dengan anjuran dokter. Sebagai gambaran, berikut dosis umum dari influs glukosa (Dextrose anhydrate) 5% Otsu, seperti dilansir dari Klikdokter.
Dosis Glukosa 5%
- Kondisi hipoglikemia: pada dewasa dapat diberikan 10-25 g (40-100 mL larutan 25% atau 20-50 mL larutan 50%) sebagai dosis tunggal melalui vena sentral, ulangi jika perlu dalam kasus yang parah. Sedangkan pada anak-anak dapat diberi dosis sebanyak 0,5-1 g/kg berat badan/dosis. Maksimal sebanyak 25 g/dosis.
- Kondisi kekurangan cairan: pada dewasa, larutan glukosa 5% dapat diberikan melalui vena perifer. Dosis didasarkan pada kebutuhan masing-masing pasien.
- Kondisi kekurangan karbohidrat: pada dewasa, sebagai larutan >5% diberikan melalui vena perifer. Dosis didasarkan pada kebutuhan masing-masing pasien.
Meski pada dasarnya glukosa 5% relatif aman, namun sebagian orang mungkin merasakan beberapa efek samping dari pemberian glukosa 5% sebagai berikut.
Efek Samping Glukosa 5%
- Ketidakseimbangan elektrolit
- Dehidrasi
- Reaksi hipersensitivitas parah
- Gagal hati
- Peningkatan bilirubin dan enzim hati
- Ruam
- Demam
- Reaksi tempat injeksi infus, misalnya peradangan pada kulit (eritema) dan nyeri
Glukosa 5% juga sebaiknya tidak diberikan pada orang-orang yang hipersensitif terhadap glukosa, jagung, atau produk jagung. Selain itu, glukosa 5% juga tidak dianjurkan untuk diberikan pada pasien dengan dehidrasi berat.
[1]Hafida, NH & Agus R. 2018. Analisis Sensor Pengukuran KonsentrasiGlukosa Prinsip Macrobending Pada SeratOptik Multimode Step-Index. Jurnal Sains dan Seni ITS. 7(1): 43-47.


Leave a comment