Enggak Bisa Instan, Seperti Ini Tanda Keloid Sembuh
Proses penyembuhan luka pada kulit memungkinkan timbulnya berbagai masalah kulit lain salah satunya jaringan parut dan terbentuknya keloid. Keloid merupakan salah satu penyakit akibat proses penyembuhan luka yang berdampak buruk terhadap kesehatan dan penampilan seseorang.
Keloid adalah suatu kondisi patologis dimana terjadi pertumbuhan berlebih dari jaringan parut di lokasi cedera kulit yang mengalami penyembuhan. Keloid berasal dari keabnormalan proses penyembuhan luka akibat ketidakseimbangan sintesis dan degradasi kolagen. Munculnya keloid akibat manifestasi dari proses penyembuhan luka dapat menurunkan penampilan secara estetika dan menimbulkan gangguan psikologis terhadap penderitanya.[1]
Keloid pada dasarnya adalah jaringan parut yang tumbuh tanpa dapat dikontrol setelah kulit sembuh dari luka. Jaringan parut keloid bersifat keras, berwarna kecokelatan, dan tumbuh meninggi di atas kulit normal. Bentuknya yang tidak beraturan dan membesar secara cepat merupakan sifat dasar dari keloid. Tidak seperti jaringan parut pada umumnya, keloid tidak bisa mengecil atau berkurang seiring berjalannya waktu.
Perbedaan Keloid dengan Jaringan Parut Biasa
Setelah kulit terluka, proses penyembuhan akan meninggalkan jaringan parut. Jaringan parut biasa akan membesar dan mengeras, tetapi tetap berada di atas batas luka. Beberapa bulan kemudian, jaringan parut biasa akan mengecil dan menghilang. Pengobatan dengan steroid kadang bisa mempercepat proses ini.
Sebaliknya, keloid tumbuh beberapa waktu setelah luka sembuh dan membesar melebihi batas luka. Kemungkinan untuk membesar melebihi batas luka inilah yang merupakan perbedaan utama keloid dengan jaringan parut biasa. Keloid biasanya muncul pada luka bekas operasi, tetapi bisa juga tumbuh setelah kulit mengalami peradangan lokal. Hal-hal lain yang sering menyebabkan keloid adalah luka bakar dan tindik atau tato.[2]
Apa saja tanda dan gejala keloid? Keloid tumbuh dan tampak sedikit mengilap dengan warna kemerahan sampai kecokelatan. Beberapa keloid bisa tumbuh sangat besar. Selain tidak sedap dipandang, keloid juga bisa menyebabkan gatal dan nyeri saat dipegang.[3] Berikut ini beberapa tindakan pengobatan keloid yang sering dilakukan oleh dokter.
Pengobatan Keloid
- Injeksi dengan kortison. Cara ini aman dan tidak menyakitkan. Injeksi biasanya diberikan sebulan sekali sampai manfaat maksimal diperoleh. Injeksi kortison, sejenis steroid, akan meratakan keloid dengan cara memaksimalkan fungsi pembuluh darah pada daerah keloid.
- Tindakan ini sangat berisiko karena irisan pisau bisa menyebabkan tumbuhnya keloid baru. Beberapa ahli bedah biasanya mengombinasikan pengobatan injeksi kortison dengan pembedahan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
- Pengobatan dengan laser terbukti efektif untuk meratakan keloid dan memudarkan warnanya. Sayangnya, terapi yang cukup aman dan tidak menyakitkan ini masih jarang digunakan.
- Salep silikon. Penggunaan salep silikon untuk menutup keloid masih menimbulkan hasil yang beragam. Beberapa ada yang berhasil, tetapi ada pula yang gagal.
- Pembekuan keloid dengan menggunakan nitrogen cair kadang mampu meratakannya, tetapi efek sampingnya bisa menyebabkan daerah keloid menjadi lebih gelap.[4]
Tanda Keloid Sembuh
Seperti yang Anda tahu, keloid bisa terus bertambah besar ukurannya. Hal inilah yang perlu Anda perhatikan. “Keloid yang ada hendaknya diperhatikan apakah masih bertambah besar. Bila keloid tersebut terasa gatal atau sakit ada kemungkinan keloid tersebut masih bertambah besar,” kata dr Eddy Karta SpKK dari RS Cipto Mangunkusumo, seperti dilansir Detik.
Lebih lanjut dr Eddy menjelaskan bahwa hingga kini pengobatan keloid belum bisa memberikan hasil yang maksimal. Umumnya, pengobatan keloid mengupayakan agar keloid tidak semakin besar, dapat mendatar, dan rata dengan kulit sekitarnya. Hasil pengobatan keloid biasanya akan membuat warna kulit jadi lebih gelap jika dibandingkan kulit sekitarnya.
Meski tampaknya sulit untuk benar-benar dihilangkan, keloid yang sudah sembuh biasanya ditandai dengan ukurannya yang sudah tidak lagi bertambah besar dan tak terasa gatal atau sakit lagi jika tersenggol. Untuk menyamarkannya, Anda mungkin bisa menggunakan produk-produk salep yang memang bermanfaat menyamarkan bekas luka.
[1] Choirunanda, AF dkk. 2019. Profil Gangguan Kualitas Hidup Akibat Keloid Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Angkatan 2012 – 2014. Jurnal Medika Udayana. 8(8): 1-5.
[2] Wirawan, IMC. 2013. Blog Dokter: Kesehatan Kulit dan Mata. Jakarta: Mizan Publika, hlm 101.
[3] Ibid., hlm 102.
[4]Ibid., hlm 103.


Leave a comment