Apakah Benzoyl Peroxide Ampuh untuk Menghilangkan Bekas Jerawat?

Ilustrasi: krim untuk kulit (sumber: hemorrhoidsinsider.com) Ilustrasi: krim untuk kulit (sumber: hemorrhoidsinsider.com)

Hal terpenting untuk mencegah dan mengatasi timbulnya jerawat adalah pemeliharaan kulit secara teratur. Pemeliharaan ini bisa dilakukan menggunakan gentle cleansing atau pembersih yang mengandung obat anti jerawat, membersihkan kulit wajah secara teratur, dan menjalani pengobatan secara teratur dan berkelanjutan.

Untuk mengobati jerawat, Anda dapat menggunakan produk yang mengandung benzoyl peroxide. Selain mengurangi infeksi pada kulit, kandungan ini juga dapat menghilangkan lapisan kulit mati yang menyumbat pori.

Ada pula produk yang mengandung antibiotik untuk menangkal infeksi yang dapat Anda gunakan sampai jangka waktu enam bulan. Obat ini akan bekerja melawan bakteri di kulit dan mengurangi produksi sebum. Jika produk luar tidak efektif, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan obat-obatan yang diminum dengan mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter kulit.[1]

Tentang Benzoyl Peroxide

Benzoyl Peroxide (BPO) adalah obat bebas yang dikenal dapat mengatasi jerawat dengan cara membunuh bakteri P.acnes yang merupakan penyebab jerawat. Selain itu, Benzoyl Peroxide juga berfungsi sebagai exfoliating agent yang dapat mempercepat proses regenerasi sel sekaligus menyingkirkan penumpukan sel kulit mati dan minyak berlebih dalam pori-pori. Penggunaan Benzoyl Peroxide sebagai obat topikal atau totol jerawat disebut-sebut dapat membuat jerawat segera mengeri dalam waktu beberapa hari saja.

Baca juga:  Faktor yang Memperparah Kecanduan Alkohol dan Obat-obatan
Produk benzoyl peroxide Benzolac (sumber: prelo.co.id)

Produk benzoyl peroxide Benzolac (sumber: prelo.co.id)

Sayangnya, zat Benzoyl Peroxide tetap tidak luput dari kekurangan. Seperti halnya rata-rata produk anti-jerawat lainnya, Benzoyl Peroxide dapat membuat kulit kering, mengelupas, atau bahkan kemerahan jika kulit Anda terlalu sensitif. Bahkan dalam beberapa kasus, Benzoyl Peroxide disebut-sebut bisa menimbulkan bekas jerawat, demikian seperti dilansir Beautynesia.

Salah satu produk Benzoyl Peroxide yang terkenal di pasaran Indonesia adalah Benzolac. Produk satu ini tersedia di hampir seluruh apotik Tanah Air. Benzolac tersedia dalam beberapa pilihan dosis atau kadar, yakni Benzolac Cream 2,5% 5 gram yang dijual dengan harga Rp18.063 dan Benzolac 5% 5gr dengan harga terpaut sedikit lebih mahal, yakni Rp24.006 per tube di Apotek K24.

Jika Anda ingin mencoba menggunakan Benzolac atau produk lain yang mengandung Benzoyl Peroxide, sebaiknya gunakan dari yang kadarnya paling rendah terlebih dulu untuk mengetahui apakah kulit Anda tahan atau tidak dengan kandungan zat di dalamnya. Jika hasilnya kurang signifikan, maka bisa menggunakan Benzolac dengan kadar yang lebih tinggi.

Baca juga:  Apakah Diabetes Merupakan Penyakit Turunan?

Dosis Benzoyl Peroxide

Dewasa dan anak-anak ≥ 12 tahun: oleskan tipis-tipis gel yang mengandung 2,5-10% benzoyl peroxide hanya pada area jerawat sebanyak 1-2 kali sehari.

Benzoyl Peroxide untuk Bekas Jerawat

Bekas jerawat biasanya disebabkan oleh inflamasi jerawat, seperti papula (benjolan berwarna merah muda), pustula (benjolan merah muda dengan nanah putih), atau kista. Menurut Yunyoung Claire Chang, seorang dokter kulit di Union Square Laser Dermatology, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi risiko berkembangnya bekas luka.

Wajah dengan luka bekas jerawat (sumber: sundayriley.com)

Wajah dengan luka bekas jerawat (sumber: sundayriley.com)

Hal pertama, ini dipengaruhi oleh genetik. Jadi, apabila ada anggota keluarga Anda yang mempunyai bekas jerawat, maka Anda juga berisiko lebih tinggi mengalami bekas jerawat yang serupa. Jenis kulit Anda pun berpengaruh terhadap jenis bekas jerawat.

“Mereka yang memiliki kulit lebih terang mungkin lebih rentan terhadap eritema jerawat (kemerahan persisten) setelah jerawat radang, sementara mereka yang memiliki kulit wajah lebih gelap mungkin lebih rentan terhadap hiperpigmentasi pasca inflamasi atau bercak cokelat,” kata Yunyoung, seperti dilansir Harpersbazaar.

Baca juga:  Sering Lupa? Intip Cara Untuk Meningkatkan Daya Ingat

Oleh sebab itu, jangan pernah menyentuh jerawat. Kita cenderung menyebabkan trauma berlebihan yang berpotensi untuk memperburuk peradangan, sekaligus menghasilkan bekas luka. Yunyoung juga menyarankan penggunaan SPF 30 atau lebih tinggi tiap hari untuk meminimalisir bekas jerawat. Pasalnya, paparan sinar matahari berlebihan bisa membuat jerawat lebih gelap.

Nah, Benzoyl Peroxide sendiri menurut review sebagian besar pengguna lebih cocok untuk mengobati jerawat yang sudah “matang” namun kurang cocok untuk menghilangkan bekas jerawat. Penggunaannya pun dianjurkan untuk dioles tipis hanya di bagian jerawat. Sebab, jika meluas ke area lainnya justru akan menimbulkan sensasi gatal atau bahkan kulit seperti terbakar dan kemerahan. Untuk menghilangkan bekas jerawat biasanya lebih dianjurkan menggunakan produk yang mengandung vitamin A (retinol).

[1]Gayatri. 2011. Women’s Guide (hlm 65-66). Sebastian SD, editor. Jakarta: GagasMedia.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*