Tips Memilih Produk Saniter Menstruasi untuk Pemula

Aneka produk sanitair menstruasi (sumber: fsastore.com) Aneka produk sanitair menstruasi (sumber: fsastore.com)

Masa remaja merupakan tahapan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa yang umumnya terjadi di usia 14 tahun pada pria dan khusus wanita pada usia 12 tahun yang ditandai menstruasi.[1] Meskipun begitu, haid pada wanita akan beragam, ada juga yang baru menstruasi ketika usianya menginjak 14 tahun. Nah, bagi Anda yang baru mendapatkan menstruasi pertama kali, mungkin akan dibingungkan dengan sejumlah produk saniter yang ada. Untuk itu, Anda bisa melihat tips memilih produk saniter menstruasi untuk pemula.

Pada hari tertentu, lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia mengalami menstruasi. Namun, tingginya biaya produk saniter menstruasi terus menjadi masalah bagi banyak orang, apalagi bagi mereka yang masih remaja dan belum memiliki pekerjaan. Biaya tersebut tidak hanya finansial, tetapi juga biaya lingkungan, kesehatan, dan keselamatan yang perlu dipertimbangkan.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, sementara produk menstruasi sekali pakai seperti pembalut dan tampon merupakan mayoritas dari pasar global bernilai miliaran dolar AS, produk yang dapat digunakan kembali seperti cup menstruasi dan celana dalam menstruasi mulai mendapatkan lebih banyak perhatian. Selain karena pertimbangan biaya yang harus dikeluarkan setiap tahun, juga karena kesehatan, keselamatan, kenyamanan, dan dampak lingkungan yang dinilai lebih baik.

Baca juga:  Alasan Banyak Orang AS Hapus Aplikasi Pelacak Menstruasi

Tips Sebelum Beli Produk Saniter Menstruasi

Perhatikan Biaya Produk Saniter Menstruasi

Skotlandia adalah negara pertama yang menawarkan produk saniter menstruasi gratis untuk semua yang membutuhkannya. Di AS, biaya di muka paling murah untuk pembalut, diikuti tampon, meskipun harga untuk produk ini meningkat hampir 10% pada tahun 2021. Sementara di Indonesia, harga pembalut dinilai murah karena bahan pembuatan yang mudah didapatkan, diikuti dengan harga tampon yang agak mahal, hingga cup menstruasi yang cukup mahal.

Meskipun harga saniter menstruasi seperti cup menstruasi dan celana menstruasi dinilai mahal, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lagi selama beberapa bulan hingga setahun ke depan. Jika dihitung-hitung, ini akan lebih hemat dibandingkan membeli produk sekali pakai seperti pembalut atau tampon yang harganya jauh lebih murah di awal pembelian.

Tak hanya itu, di Indonesia juga sudah ada pembalut kain yang terbuat dari serat bambu. Pembalut ini juga memiliki daya pakai dalam jangka waktu yang lama. Untuk itu, Anda perlu mencucinya setelah digunakan dan menjemurnya hingga kering sebelum digunakan kembali. Harganya juga lebih mahal dibandingkan pembalut biasa, tetapi itu hanya di awal pembelian.

Telat, haid, tapi, tidak, ada, tanda, kehamilan, penyebab, faktor, stres, menstruasi, wanita, gejala, kesehatan, negatif,

Ilustrasi: siklus menstruasi (ccrmivf.com)

Perhatikan Kesehatan dan Keamanan Produk Saniter Menstruasi

Paparan jangka panjang terhadap kontaminan beracun tingkat tinggi yang disebut dioksin dapat menyebabkan kanker dan masalah kesehatan lainnya. Dioksin dapat terbentuk ketika pemutih pada produk pulp dan kertas digunakan sebagai bahan pembuatan pembalut dan tampon. Kebanyakan orang mungkin tidak terkena paparan yang berisiko, tetapi banyak juga orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang berisiko.

Baca juga:  Penyebab Nyeri Haid Berlebihan, Tanda Menstruasi Tidak Normal

Selama bertahun-tahun, produsen telah memodifikasi proses pemutihan untuk meminimalkan dioksin dalam produk ini. Tingkat dioksin dalam tampon jauh lebih rendah dari batas rekomendasi FDA (Food and Drug Administration). Sementara itu, cup menstruasi tidak mengandung dioksin, karena biasanya terbuat dari silikon kelas medis. Ini sama dengan celana dalam menstruasi dan pembalut kain yang umumnya terbuat dari katun dan serat bambu.

Risiko lain dari beberapa produk menstruasi adalah sindrom syok toksik (SST), penyakit yang mengancam jiwa terkait dengan racun dari bakteri tertentu. SST terjadi pada sekitar 1 dari 100.000 orang yang sedang menstruasi di AS. Laporan SST dengan penggunaan cup menstruasi bahkan lebih jarang. Hal ini sebagian besar terkait dengan penggunaan tampon dengan daya serap tinggi.

Perhatikan Kenyamanan Memakai Produk Saniter Menstruasi

Kebanyakan orang dapat menggunakan tampon atau cup menstruasi tanpa memandang keperawanan. Beberapa orang tidak ingin memasukkan apapun ke vagina, dalam hal ini pembalut kain atau celana dalam menstruasi lebih disukai. Apalagi, celana dalam menstruasi dan pembalut kain tersedia dalam berbagai ukuran dan warna.

Baca juga:  Fungsi Krim Siang dan Malam Pond’s Flawless White Beauty

Tak hanya itu, ada celana dalam khusus menstruasi dengan daya serap tinggi dan model seperti celana pendek. Ada juga pembalut kain dengan ukuran beragam, mulai dari ukuran pantiliner, pembalut siang, hingga pembalut malam. Semua ini sudah tersedia di e-commerce maupun offline store.

Namun, tak sedikit juga wanita yang lebih nyaman memakai cup menstruasi sebagai produk saniter mereka. Apalagi, cup menstruasi tersedia dalam beragam ukuran. Tak hanya itu, produk ini mudah disimpan dan tidak membutuhkan banyak ruang.

Selain itu, perhatikan juga dampak pemakaian produk saniter menstruasi terhadap lingkungan. Untuk produk sekali pakai biasanya membutuhkan waktu lama untuk terurai dan ini menyebabkan penumpukan yang pada akhirnya bisa mencemari lingkungan. Sementara itu, produk yang bisa dipakai berulang kali tidak menyebabkan penumpukan, sehingga diklaim aman untuk lingkungan.

[1] Surmiasih & Depin Priyati. 2018. Pengetahuan tentang Menstruasi dengan Upaya Penanganan Disminorea pada Siswi MTS Al-Hidayah Tunggul Pawenang Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu. Midwifery Journal STIKes Aisyah Pringsewu, VOl. 3(1): 48-53.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*