Jangan ke Dokter Kandungan Kalau Belum Tahu Hal-Hal Ini!
Kehamilan dan persalinan merupakan peristiwa yang normal dalam kehidupan wanita dan ada kondisi ketika ibu bisa melahirkan secara normal atau harus melalui operasi caesar.[1] Nah, untuk mengetahui potensi kelahiran seperti ini, dibutuhkan pemeriksaan kandungan secara rutin. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda tahu sebelum mengunjungi dokter kandungan.
Kapan Harus ke Dokter Kandungan?
Bagi calon ibu baru, biasanya akan sangat membutuhkan bantuan untuk memilih bidan atau obgyn terbaik. Namun, sebelum itu, masih banyak hal yang perlu dipelajari, seperti kapan waktu yang tepat pergi ke dokter kandungan atau jenis perawatan gin apa yang harus dipilih.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, untuk mengunjungi obgyn, sebenarnya tidak harus ketika Anda hamil. Saat wanita sudah mengalami menstruasi sebagai tanda aktifnya organ reproduksinya, maka sudah bisa melakukan pemeriksaan kesehatan. Tentunya, bukan pemeriksaan kandungan, melainkan kesehatan alat reproduksinya.
Setidaknya, perempuan harus menemui dokter kandungan sekali sebelum usia 21 tahun untuk mengetahui kondisi kesehatan rahimnya. Ini sangat penting, terutama jika Anda ingin memiliki alat reproduksi yang sehat dan bebas penyakit.
Alasan kebutuhan treatment, tergantung pada kebutuhan dan kondisi kesehatan. Anda mungkin akan menerima perawatan ginekologi, atau primary care provider (PCP) yang dilakukan dokter atau praktisi perawat. Selain itu, masih banyak jenis perawatan gin yang perlu Anda ketahui supaya Anda bisa mengira apakah Anda membutuhkannya atau tidak.
Jenis-Jenis Perawatan di Dokter Kandungan
- Pap smear untuk membantu mencegah kanker serviks (tes skrining ini memeriksa sel-sel pada serviks untuk kelainan atau prakanker).
- Diskusi tentang pilihan pengendalian kelahiran (KB).
- Solusi untuk menstruasi yang menyakitkan, berat, atau tidak teratur.
- Perubahan keputihan, yang bisa menjadi tanda infeksi vagina (misalnya, infeksi jamur atau bakterial vaginosis).
- Pengujian untuk infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidia, gonore, atau trikomoniasis.
- Gejala infeksi saluran kemih (ISK), seperti rasa terbakar saat buang air kecil, urine keruh atau berdarah, buang air kecil lebih sering dari biasanya, atau merasakan dorongan yang kuat untuk buang air kecil.
- Diskusi tentang rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berhubungan seks.
- Solusi ruam, benjolan, atau iritasi pada vulva (bagian luar vagina).
- Pemahaman perimenopause atau gejala menopause, seperti menstruasi yang tidak teratur, hot flashes, atau kekeringan pada vagina.
Untuk pilihan treatment di atas, Anda tidak perlu khawatir dalam melakukan prosesnya, sudah banyak tim perawatan primer, penyedia obat, dan perawat yang mengerjakan tugasnya dengan baik. Bahkan, Anda bisa melakukan tes pap smear dan IMS secara berkala. Itu merupakan pilihan yang baik dalam mencegah penyakit reproduksi. Lalu, bagaimana prosedur saat menemui dokter kandungan?
Prosedur Menemui Dokter Kandungan
Seperti dokter manapun, dokter kandungan akan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan Anda. Mereka juga akan bertanya tentang aktivitas seksual, seperti kapan Anda mulai berhubungan seks, apakah Anda sudah aktif secara seksual, dan apakah Anda berharap memiliki anak.
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap terkait kondisi dan masalah kesehatan Anda. Beberapa obgyn, bahkan akan memeriksa payudara, perut, dan panggul untuk mengetahui apakah ada gangguan alat reproduksi atau tidak.
Dalam beberapa kasus, khususnya pasien yang sudah menderita penyakit seksual tertentu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan panggul, vulva, labia, paha bagian dalam, dan pantat. Jika ada rasa nyeri di bagian yang diperiksa, kemungkinan pasien harus melakukan biopsi dan pengobatan khusus.
Dalam hal ini, tidak hanya dokter yang harus aktif, tetapi juga pasien. Ceritakan kondisi kesehatan Anda secara detail, termasuk apakah Anda alergi dengan makanan tertentu yang bisa membuat gejala penyakit seksual meningkat. Selain itu, berikut hal-hal yang perlu didiskusikan dengan dokter kandungan.
Apa yang Perlu Diketahui Dokter Kandungan?
- Riwayat seksual Anda (jumlah pasangan, kekhawatiran tentang paparan IMS).
- Masalah dengan kebocoran urine atau kesulitan mengendalikan urine Anda.
- Dorongan seks rendah atau keinginan untuk berhubungan seks.
- Ketidaknyamanan atau rasa sakit saat berhubungan seks.
- Menstruasi yang berat atau tidak teratur.
- Vagina berbau tidak sedap atau keputihan yang tidak normal.
- Ruam atau benjolan di daerah panggul.
- Kekhawatiran untuk memiliki anak di masa depan.
Adalah hal yang normal jika Anda merasa gugup dan cemas saat menceritakan semua hal di atas, karena topik yang terlalu sensitif. Namun, coba bangun rasa kepercayaan Anda dengan obgyn terkait, sehingga Anda merasa nyaman.
[1] Meiyetriani, Eflita, dkk. 2012. Peran Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan. Kesmas, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, Vol. 7(1): 37-43.




Leave a comment