Adalah Roti Jadul, Ini Resep Dasar Membuat Roti Bluder
Roti bluder alias bloeder merupakan salah satu jenis roti klasik yang konon katanya peninggalan Belanda. Roti satu ini berwarna cokelat keemasan. Bluder adalah salah satu jenis roti manis yang mempunyai tekstur sangat lembut dan empuk. Cita rasa bluder sangat gurih dan lembut karena menggunakan banyak kuning telur. Bahkan dalam resep bluder tempo dulu menggunakan hingga 20 butir kuning telur untuk setiap resepnya! Itu sebabnya sejak dulu bluder dianggap sebagai hidangan istimewa.
Bluder mempunyai bentuk menyerupai jamur karena dicetak dalam cetakan cup. Besar dan tinggi cetakan bisa bervariasi tetapi umumnya dibuat agak tinggi menyerupai gelas. Adonan bluder sangat lembut sehingga perlu penopang agar tidak “ambruk”. Oleh karena itu diperlukan cetakan sebagai penahannya. Pada mulanya isian bluder terbatas pada keju, cokelat, dan plain (tanpa isi), tetapi kini dengan semakin berkembangnya tren, semakin banyak variasi yang bisa dibuat. Tidak hanya isinya, bluder gaya baru bahkan dilengkapi berbagai topping sebagai variasi.[1]
Cetakan roti bluder ada dua macam, yakni yang terbuat dari aluminium dan karton. Biasanya cetakan dari karton diminati karena dianggap lebih praktis, warna-warninya menarik, dan bahannya food grade. Secara umum, roti bluder berbeda dari roti manis pada umumnya. Roti bluder bisa dibilang sebagai perpaduan antara roti dan cake. Oleh sebab itu, tekstur roti bluder lebih lembut dibanding jenis roti lainnya.
Kemudian, roti bluder pun lebih berserat dari roti manis biasa. Tekstur roti bluder saat disobek akan tampak serat roti yang cukup banyak. Meski seratnya banyak, roti bluder tidak terasa “seret” ketika dinikmati. Yang lebih menarik lagi, dari segi ketahanan pun roti bluder bisa tahan lebih lama dibandingkan roti biasa.
Jika roti biasa umumnya hanya bertahan selama 2-3 hari, maka roti bluder bisa bertahan sekitar 6 hari tanpa tambahan bahan pengawet.Bluder yang disimpan lebih dari 6 hari sebenarnya masih tetap enak disantap, namun teksturnya jadi lebih kasar dibandingkan yang masih baru dibuat.
Kehadiran roti bluder memang berhasil menjadi sensasi tersendiri di Tanah Air. Sejak dibawa oleh orang-orang Eropa, roti bluder pun menjadi populer di Indonesia. Bahkan, kini roti bluder dikenal sebagai oleh-oleh khas Kota Madiun, Jawa Timur. Nah, jika Anda tertarik untuk berkreasi, berikut resep sederhana roti bluder yang bisa Anda praktikkan di rumah.
Resep Dasar Bluder
Bahan Bluder
- 500 gram tepung terigu protein tinggi
- 75 gram gula pasir
- 1 bungkus (11 gram) ragi instan
- 200 gram telur (dari 4 butir telur tanpa kulit, bila setelah ditimbang kurang dari 200 gr, tambahkan sedikit susu cair hingga mencapai 200 gram, bila lebih, kurangi sedikit putih telurnya)
- 100 ml susu cair dingin
- 80 gram mentega atau margarin
- 1 sdt garam
Cara Membuat Bluder
- Campur tepung terigu, gula, dan ragi instan, aduk hingga rata. Sisihkan.
- Aduk telur dan susu cair hingga rata, tuangkan perlahan ke dalam campuran tepung sambil diuleni hingga menjadi adonan yang menyatu.
- Masukkan mentega dan garam, uleni hingga menjadi adonan yang kalis. Tutup adonan dengan plastik, istirahatkan/diamkan selama 30 hingga 40 menit.
- Kempiskan adonan, kemudian bagi menurut selera. 50-60 gram untuk bluder ukuran standar atau 20-30 gram untuk bluder mini. Bulatkan adonan, tutup dengan plastik, diamkan selama 15 menit.
- Gilas adonan, isi dengan bahan isian, letakkan ke dalam cetakan yang telah dioleskan mentega atau margarin, tutup dengan plastik, diamkan selama 60 menit. Panggang dalam oven yang telah dipanaskan dengan suhu 180°C selama 12-15 menit untuk bluder ukuran standar atau 7-10 menit untuk bluder mini.
Setelah matang, biarkan selama 5 menit dalam cetakan, kemudian keluarkan, dinginkan di atas rak pendingin kue, simpan dalam wadah kedap udara.[2] Bagaimana? Cukup mudah bukan cara membuat roti bluder sendiri?
[1]Ananto, DS. 2020. Bluder Roti Lezat Legendaris. Ayu K, editor. Jakarta: Demedia Pustaka, hlm 4.
[2] Ibid., hlm 18.


Leave a comment