Bagaimana Cara Menyemai dan Menanam Bibit Caisim?
Jika Anda adalah vegetarian, pastinya sudah tidak asing lagi dengan caisim. Sayur hijau ini memang terbilang populer dan bisa dibeli di mana pun, termasuk minimarket dan pasar tradisional. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, cara menanam bibit caisim tidaklah sulit, sehingga tak heran jika banyak orang mencoba bisnis budidaya sayur hijau tersebut.
Cara Menyemai Benih Caisim
Secara ilmiah, caisim dikenal dengan nama Brassica juncea, L dan mengandung beragam gizi, antara lain protein, lemak, karbohidrat, kalsium, magnesium, zat besi, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C.[1] Sebagai sayuran berserat tinggi dan mengandung banyak nutrisi, diketahui sawi hijau memiliki manfaat untuk memperlancar pencernaan, memperbaiki fungsi ginjal, dan membersihkan darah.
Manfaat caisim bisa didapatkan jika Anda mengonsumsi sayur ini secara rutin. Kebanyakan orang memasaknya dengan cara direbus atau ditumis, supaya kandungan nutrisinya tidak hilang. Selain bisa mendapatkanya di pasar, Anda juga bisa menanamnya sendiri di rumah. Tidak sulit menanam sawi hijau, apalagi sudah ada banyak orang yang menjual bibitnya.
Untuk mendapatkan bibit caisim siap tanam, para petani harus menyemai benihnya. Dilansir dari alamtani, benih caisim diperbanyak dengan cara membiarkan sawi yang sudah tua berbunga dan menghasilkan biji. Biji caisim bisa didapatkan selama 70 hari setelah sawi hijau berbunga. Benih sawi hijau yang sudah dipanen harus segera dikeringkan dengan cara dijemur. Jika matahari cukup terik, proses pengeringan akan berlangsung sekitar 1-2 hari.
Benih sawi hijau yang akan disemai harus direndam dalam air selama kurang lebih 2 jam. Ini bertujuan untuk memecah kulit ari biji dan mendorong akar benih supaya bisa tumbuh dengan baik. Sambil menunggu proses perendaman, Anda bisa menyiapkan lahan semai berupa tray semai atau polybag. Sebaiknya, lahan semai diletakkan di tempat tertutup untuk menghindari sinar matahari terlalu berlebih dan hujan.
Dilansir dari ilmubudidaya.com, Anda harus menutup lahan semai dengan jerami kering hingga tunas muncul, kira-kira selama 2-3 hari. Angkat jerami setelah benih berubah menjadi bibit, kira-kira sekitar 2-3 minggu. Setelah itu, bibit baru siap ditanam atau dipindahkan. Saat menyemai benih sawi hijau, pastikan Anda melakukan penyiraman secara teratur dan tidak membiarkan air menggenang di tray atau polybag. Untuk menanam bibit caisim, Anda bisa melihat ulasan berikut.
Cara Menanam Bibit Caisim
- Dilansir dari paktanidigital.com, sebelum menanam bibit caisim, Anda harus menyiapkan lahan tanam. Jika Anda ingin menanamnya di tanah langsung dalam jumlah banyak, Anda Anda perlu membersihkan, menggemburkan, mengukur pH, dan menambahkan pupuk. Namun, jika Anda ingin menanam di pot atau polybag, Anda tidak perlu melakukan semua itu. Anda cukup menyiapkan media tanam dan pupuk.
- Sebagai pemula, Anda bisa mencoba menanam sawi hijau di pot atau polybag, karena lebih mudah dan praktis. Masukkan tanah dengan pH 5,5 hingga 6. Jika tanah terlalu asam, maka taburkan sedikit kapur tani. Tambahkan pupuk kompos dan pupuk kandang untuk menambah zat hara tanah dengan perbandingan 1:1.
- Buat lubang dengan kedalaman 5 cm pada media tanam dan masukkan bibit sawi hijau. Tutup lubang tanam sambil dipadatkan, sehingga bibit dapat berdiri dengan kokoh. Lembapkan tanah dengan cara disiram air menggunakan spray.
Lanjutkan dengan merawat bibit caisim hingga siap panen. Perawatan tanaman dilakukan dengan cara menyiangi lahan untuk menghindari gulma dan jamur. Anda harus melakukan ini setidaknya 1 hingga 2 kali dalam 2 minggu. Sambil melakukan penyiangan, perhatikan juga ketinggian tanah pada media tanam. Seiring waktu, tanah pada pot atau polybag bisa berkurang karena proses penyiraman. Anda harus menambahkan tanah lagi hingga penuh.
Selain itu, Anda juga perlu melakukan pemupukan lanjutan. Anda bisa memakai pupuk organik atau non organik. Kebanyakan orang memilih untuk mencampur dua jenis pupuk supaya tanaman bisa tumbuh subur dengan risiko kerusakan lahan rendah. Pupuk bisa diberikan setiap minggu dan secara rutin.
Sebagai tips supaya hasil panen Anda melimpah, gunakan pestisida untuk mencegah hama tanaman dan penyakit. Anda bisa menyemprotkan pestisida cair yang sudah dilarutkan sambil memberikan pupuk. Selain itu, lakukan penyiraman hanya jika diperlukan. Sawi hijau yang terlalu sering disiram, bisa terkena busuk akar dan jika kurang air akan layu. Anda hanya perlu menyiram jika tanahnya mulai kering. Masih dari sumber yang sama, caisim dapat dipanen ketika memasuki usia 20 hari sejak masa tanam bibit.
[1] Sambodo, Budi, Gembong Haryono, Yulia Eko Susilowati. 2016. Produktivitas Caisim (Brassica juncea, L.) Akibat Pengolahan Tanah dan Frekuensi Penanaman. VIGOR: Jurnal Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika, Vol. 1(1): 1-6.



Leave a comment