Pengalaman yang Dirasakan Setelah Minum Postinor Sebagai Kontrasepsi Darurat
Postinor merupakan salah satu obat atau pil kontrasepsi darurat yang banyak diresepkan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Obat satu ini tergolong obat keras yang memerlukan resep dokter. Di apotek biasanya Postinor 750mcg dijual dengan harga sekitar Rp14 ribuan per tablet. Tiap strip Postinor terdiri dari 2 tablet. Para wanita yang memiliki pengalaman minum Postinormungkin merasakan efek yang berbeda-beda, tergantung dari kondisi tubuh masing-masing.
Kontrasepsi darurat adalah kontrasepsi yang dapat diberikan pada hubungan seks yang tidak terlindung dalam waktu 72 jam sampai 7 hari, sehingga dapat menghindari kehamilan. Gagasan kontrasepsi darurat semula dikembangkan oleh Morris dan Van Wagenen di Amerika dengan menggunakan “diethylstilbestrol” sedangkan di Belanda oleh Haspel dengan menggunakan “ethinylestradiol” dosis tinggi. Metode ini kemudian dikenal dengan nama morning after pill.
Kontrasepsi darurat digunakan bila berhadapan dengan hubungan seks tanpa perlindungan, hubungan seks dengan perkosaan, hubungan seks dengan kondom yang bocor atau pecah, dan hubungan seks dengan menggunakan diafragma yang pecah atau penempatan salah. Dalam situasi demikian penggunaan kontrasepsi darurat diharapkan dapat menghindari kehamilan, sehingga menurunkan kehamilan yang tidak dikehendaki (KTD).[1]
Tentang Postinor
Postinor adalah kontrasepsi darurat yang diminum (oral) untuk mencegah kehamilan jika digunakan dalam 12-72 jam (3 hari) setelah hubungan seksual tanpa pengaman atau kegagalan alat kontrasepsi.Postinor mengandung hormon levonorgestrel, yakni progestin sintetis yang bisa mencegah kehamilan. Jenis pil KB darurat atau mini pil ini bekerja dengan cara menghambat ovulasi, yaitu proses pelepasan sel telur (ovum) dari indung telur (ovulasi).
Kandungan levonorgestrel dalam Postinor juga bisa membuat sperma lebih sulit masuk dan membuahi sel telur wanita. Meski demikian, kontrasepsi darurat semacam Postinor biasanya dianjurkan diminum sesegera mungkin setelah melakukan hubungan seksual tanpa pengaman. Semakin cepat Postinor diminum, maka tingkat efektivitas kontrasepsi ini akan semakin tinggi pula.
Perlu diperhatikan pula, Postinor hanya berfungsi sebagai kontrasepsi darurat dan bukan untuk pil KB yang diminum secara rutin. Obat ini pun tak dapat melindungi Anda dari penyakit menular seksual.
Dosis & Aturan Minum Postinor
Postinor 2 biasanya dianjurkan untuk diminum sesegera mungkin apabila Anda mencurigai adanya kegagalan alat kontrasepsi (misalnya kondom rusak atau bocor), atau setelah Anda melakukan hubungan seksual tanpa pengaman. Dilansir dari Hellosehat, dosis pertama tablet Postinor harus diminum maksimal 72 jam setelah berhubungan. Sedangkan tablet kedua diminum 12 jam setelah minum tablet pertama.
Namun, bila Anda mengalami muntah dalam waktu 2 jam setelah minum Postinor, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu pada dokter apakah obat Postinor harus diminum kembali atau tidak. Anda tidak dianjurkan menggunakan Postinor lebih dari 1-2 tablet per bulan. Apabila Anda membutuhkan kontrasepsi lebih banyak, sebaiknya gunakan metode kontrasepsi lainnya.
Efek Samping & Pengalaman Minum Postinor
Seperti halnya obat atau kontrasepsi lainnya, minum Postinor mungkin dapat menimbulkan efek samping bagi beberapa orang. Namun, kebanyakan dari efek samping jarang terjadi dan tidak membutuhkan pengobatan yang serius.
Sebagian orang yang pengalaman minum Postinor atau pil kontrasepsi darurat lainnya mungkin merasakan efek samping seperti mual, perdarahan yang terjadi setelah 2-3 hari pemakaian dosis, ketegangan pada payudara, diare, sakit perut, kelelahan, mual, muntah, hingga sakit kepala. Efek samping Postinor tersebut biasanya akan hilang dalam beberapa waktu ke depan.
Tak menutup kemungkinan bahwa beberapa wanita mungkin akan mengalami reaksi alergi usai minum Postinor. Gejala alergi tersebut ditandai dengan ruam kulit, gatal-gatal, kesulitan bernapas, hingga pembengkakan di wajah, lidah, bibir, atau tenggorokan. Apabila Anda merasakan gejala-gejala seperti itu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Postinor hanya boleh diminum sesekali dan tidak boleh dikonsumsi secara rutin dalam satu siklus menstruasi. Apabila Postinor dikonsumsi lebih dari satu kali, maka pil KB ini bisa mengganggu siklus haid Anda menjadi lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya.
[1]Manuaba, IBG. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Setiawan, editor. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, hlm 485.


Leave a comment