Apakah Ada Suntik KB yang Bisa Bikin Kurus?

Ilustrasi: suntik KB (sumber: parents.com) Ilustrasi: suntik KB (sumber: parents.com)

Suntik KB termasuk kontrasepsi yang diminati oleh banyak perempuan. Anda bisa melakukan suntik KB setiap 1 bulan atau 3 bulan sekali. Suntik KB aman digunakan bagi wanita menyusui setelah 6 minggu pascapersalinan.[1] Umumnya, suntik KB akan mengakibatkan pertambahan berat badan. Namun, adakah suntik KB yang bisa bikin kurus?

Jenis KB Suntik

Jenis KB suntik yang umum di Indonesia untuk ibu ada dua, yakni suntik KB 1 bulan dan suntik KB 3 bulan. Suntik KB 1 bulan mengandung hormon progestin dan estrogen. Biasanya, suntik KB 1 bulan dilakukan setiap 30 hari sekali. Penyuntikan tiap 30 hari sekali kabarnya berisiko minim menyebabkan perdarahan dan menstruasi tidak teratur.

Sementara itu, kontrasepsi suntik 3 bulan memiliki kandungan 150 mg Depo Medroxyprogesteron Asetat (DMPA) atau Norethindroneenanthate (NET-EN). Kedua bahan ini hanya mengandung efek progestin. Dengan cara pemberian disuntikkan setiap 2-3 bulan, yang perlu diperhatikan adalah waktu progestin ini disuntikkan pada ibu dalam bentuk depot konsentrasinya akan sangat tinggi maka transmisinya ke bayi juga akan sedikit meningkat. Studi yang telah dilaksanakan tidak menunjukkan adanya efek negatif pada bayi yang menyusui dari ibu yang mendapat suntikan. Cara ini dianjurkan sebagai alat KB pada ibu yang sedang menyusui.

Baca juga:  Amankah Penggunaan ‘CBD’ Obat Anti Nyeri Saat Haid?

Bagi ibu yang dalam masa menyusui, tidak dianjurkan menggunakan kontrasepsi suntik yang memiliki kandungan estrogen atau estradinolsipionat karena hal ini dapat menurunkan jumlah produksi ASI, sehingga menghambat kelancaran pengeluaran ASI selama masa laktasi. Kadar estrogen yang tinggi pada kontrasepsi dapat menekan FSH, sehingga merangsang lobus anterior hipofise untuk mengeluarkan luteinising hormone. Produksi luteinising hormone, maka dapat menyebabkan hipotalamus untuk melepas faktor penghambat prolaktin (PIF) yang dianggap sebagai dopamin.

Dopamin ini dapat menurunkan sekresi prolaktin sampai sepuluh kali lipat. Bila sekresi prolaktin dihambat, maka selsel alveoli pada payudara tidak akan memproduksi air susu. Dengan tidak memproduksi air susu, maka pengeluaran ASI juga terhambat. Kontrasepsi yang tidak mempengaruhi produksi dan pengeluaran ASI antara lain, metode kontrasepsi non hormonal dan metode hormonal yang hanya mengandung progesteron.[2]

Dilansir dari Alodokter, ada beberapa efek samping yang mungkin dirasakan oleh para wanita setelah melakukan KB suntik 1 bulan maupun 3 bulan, yakni sebagai berikut.

Baca juga:  Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Cacat Lahir pada Bayi?

Efek Samping & Bahaya KB Suntik

Ilustrasi: suntik KB (sumber: netdoctor)

Ilustrasi: suntik KB (sumber: netdoctor)

  • Mual, kembung
  • Sakit kepala
  • Jerawat
  • Bercak gelap di wajah (melasma)
  • Payudara nyeri atau bengkak
  • Perubahan suasana hati
  • Gairah seksual menurun
  • Nafsu makan meningkat
  • Berat badan naik
  • Rambut rontok
  • Muncul flek dari vagina
  • Gangguan siklus menstruasi
  • Keputihan

Sebaiknyaperiksakan diri ke dokter apabila efek samping yang Anda rasakan tersebut tidak segera mereda atau justru bertambah parah. Waspada juga terhadap efek samping yang lebih serius, seperti volume darah menstruasi lebih banyak, mengalami nyeri parah di perut bagian bawah, migrain sering kambuh, muncul nanah di area suntik, gangguan penglihatan mendadak, gejala depresi, gangguan hati, hingga mengalami nyeri dada.

Adakah Suntik KB yang Bikin Kurus?

Jika menilik dari kandungan dan efek sampingnya, KB suntik justru umumnya akan membuat berat badan Anda bertambah alias semakin gemuk. Sejauh ini belum ada jenis KB yang secara khusus dirancang untuk menurunkan berat badan atau bikin Anda kurus.

Baca juga:  Penyebab/Kebiasaan Yang Berpengaruh Terhadap Naiknya Berat Badan

Meski demikian, jika ada beberapa orang yang merasa berat badannya turun drastis setelah menggunakan suntik KB, Anda justru perlu berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, ada beberapa orang yang mengaku tidak cocok dengan suntik KB dan mengalami penurunan berat badan yang drastis.

“KB yang mengandung hormon umumnya memiliki efek samping berupa peningkatan berat badan, terganggunya menstruasi, selain itu ada juga beberapa gejala lain,” kata dr RizaMarlina. Meski demikian, ia menegaskan bahwa berat badan yang jadi kurus belum bisa dipastikan penyebabnya karena suntik KB. Bisa jadi penurunan berat badan karena kurangnya asupan kalori atau bahkan stres dan sebagainya.

[1]Siswosuharjo, S &Fitrio C. 2010. Panduan Super Lengkap Hamil Sehat. Jakarta: Penebar Plus+, hlm 273.

[2]Bingan, ECS. 2019. Pemakaian KB Suntik 3 Bulan dengan Kecukupan ASI Eksklusif pada Ibu yang Mempunyai Anak Usia 7-23 Bulan. Jurnal Ilmiah Bidan (JIDAN). 6(2): 65-71.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*