Cenderung Overeating dan Susah Kurus? Yuk, Coba Metode Mindfulness!
Ada banyak hal yang membuat seseorang mengalami overeating atau makan secara berlebihan. Jika ini tidak dikontrol maka akan menjadi kebiasaan dan menyebabkan obesitas. Tak heran jika beberapa orang yang memiliki kebiasaan overeating cenderung susah menurunkan berat badan. Untuk itu, beberapa ahli diet menyarankan Anda mencoba metode mindfulness yang diklaim bisa mengontrol kebiasaan overeating dan penyebabnya.
Penyebab Overeating
Kita semua pasti mengalami momen yang membahagiakan dan ini bisa menjadi faktor utama munculnya kebiasaan overeating tanpa sadar. Jika makan secara berlebihan terjadi sesekali, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun jika sering terjadi, Anda mungkin bertanya-tanya apakah Anda memiliki masalah dengan diet Anda atau Anda sedang kecanduan makanan tersebut.
Sebelum Anda khawatir, ketahuilah bahwa tidak satupun dari itu yang dianggap sebagai diagnosis medis resmi. Faktanya, keberadaan kecanduan makanan sedang hangat diperdebatkan.
“Jika itu ada, kecanduan makanan akan disebabkan proses fisiologis yang sebenarnya, dan Anda akan mengalami gejala penarikan jika Anda tidak memiliki makanan tertentu, seperti yang mengandung gula,” catat Helen Burton Murray, seorang psikolog di Rumah Sakit Umum Massachusetts. “Bisa dibilang, jika Anda menyukai gula maka sulit untuk tidak memakannya.”
Banyak orang secara tidak sadar makan berlebihan akibat kecanduan makanan atau perasaan sedang bahagia, dan tidak menyadarinya sampai mereka selesai makan. Di situlah latihan mindfulness dapat membantu Anda supaya bisa makan dengan porsi standar.
Namun, Murray mendesak Anda untuk mencari bantuan profesional jika pikiran Anda tentang makan mengganggu kemampuan Anda untuk berfungsi setiap hari. Dokter perawatan primer Anda adalah tempat yang baik untuk memulai.
Apa itu Mindful Eating?
Mindfulness merupakan metode regulasi emosi dikawal atensi yang diberikan individu terhadap pengalamannya disertai penerimaan (acceptance) terhadap pengalaman tersebut sebagai episode hidup yang tidak perlu disikapi secara berlebihan.[1] Di sisi lain, overeating merupakan sikap yang berlebihan atas regulasi emosi yang kacau.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, mindfulness termasuk salah satu metode yang bisa mencegah sekaligus mengatasi overeating. Ini karena Anda sudah bisa mengontrol regulasi emosi dengan baik saat melakukan praktik mindfulness.
“Saat makan, pikirkan tentang bentuk, rasa, aroma, tekstur, kenangan yang ditimbulkan, dan perasaan yang Anda rasakan saat memakannya,” kata Murray. “Secara tidak langsung, Anda sedang berhati-hati dengan makanan yang ada di hadapan Anda.”
Dengan berhati-hati saat makan, Anda akan memperlambat proses makan, lebih memperhatikan isyarat lapar dan kenyang tubuh Anda, dan mungkin menghindari makan berlebihan. Inilah yang dikenal dengan mindful eating.
“Itu membuat Anda mundur selangkah dan membuat keputusan tentang apa yang Anda makan, daripada hanya melalui proses otomatis melihat makanan, mengambil makanan, memakan makanan,” kata Murray. “Selain itu, Anda harus fokus dengan santapan Anda, sehingga metode mindfulness menjadi lebih optimal.”
Tips Melakukan Metode Mindfulness saat Makan
- Menghilangkan gangguan makan. Matikan ponsel, TV, dan komputer. Makanlah di tempat yang damai dan tidak berantakan.
- Jangan makan terlalu cepat. Kunyah makanan Anda perlahan dan letakkan garpu Anda di antara gigitan.
Sementara itu, bagi Anda yang masih sangat awam dengan metode mindfulness dan ingin mencobanya, mulailah dari hal yang paling sederhana. Berikut latihan mindfulness untuk pemula.
Cara Latihan Mindfulness
- Latihan pernapasan. Tarik napas dan keluarkan perlahan. Dengan setiap tarikan napas, biarkan perut Anda kempis. Dengan setiap hembusan napas, biarkan perut Anda mengembang. Teknik ini melibatkan diafragma, yang terhubung ke saraf antara otak dan usus untuk mendorong relaksasi.
- Relaksasi otot progresif. Dalam latihan ini, Anda harus mengencangkan dan melepaskan satu kelompok otot utama sekaligus selama 20 detik. Saat Anda melepaskan kontraksi, perhatikan bagaimana rasanya otot-otot menjadi rileks.
- Jalan-jalan selama lima menit. Gunakan indra Anda untuk mengamati sekeliling. Sebagai contoh, pikirkan tentang warna pohon, retakan di tanah, aroma rumput basah, dan rasakan angin sepoi-sepoi.
- Berlatih yoga atau tai chi. Kedua praktik seni bela diri kuno ini mencakup pernapasan dalam dan fokus pada sensasi tubuh.
- Buat jurnal. Tuliskan aktivitas Anda secara detail. Coba sertakan apa yang ditangkap indra Anda seperti pemandangan, suara, bau, serta tekstur benda yang Anda sentuh.
Jangan khawatir tentang potensi Anda dalam berlatih mindfulness. Mulailah dengan bertahap. Melalui cara ini, Anda mungkin juga akan menemukan bahwa Anda lebih mampu membuat keputusan tentang makanan yang Anda konsumsi.
[1] Yusainy, Cleoputri, dkk. 2018. Mindfulness sebagai Strategi Regulasi Emosi. Jurnal Psikologi Universitas Brawijaya, Vol. 17(2): 174-188.


Leave a comment