FDA Umumkan Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun

Ilustrasi: vaksinasi COVID-19 untuk anak (sumber: fortune) Ilustrasi: vaksinasi COVID-19 untuk anak (sumber: fortune)

Salah satu cara yang diklaim efektif untuk mencegah COVID-19 adalah dengan vaksin. Sementara hampir semua jenis vaksin, seperti Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan Sinopharm hanya diperbolehkan untuk orang dewasa, FDA (Food and Drug Administration) baru-baru ini mengesahkan jenis vaksin yang bisa digunakan oleh anak-anak, khususnya mereka yang berusia 5 hingga 11 tahun.

COVID-19 termasuk salah satu penyakit yang berbahaya, apalagi untuk golongan yang rentan, seperti anak-anak, lansia, dan wanita hamil. Sementara lansia dan ibu hamil sudah bisa segera mendapatkan vaksin, banyak keluarga yang menantikan vaksin khusus untuk anak-anaknya, khususnya anak yang berusia 5 hingga 11 tahun. Hal ini karena hampir sebagian vaksin coronavirus diperuntukkan bagi mereka yang berusia 13 ke atas.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, anak-anak yang masih kecil cenderung rentan COVID-19 dibandingkan mereka yang berusia lebih dari 13 tahun (remaja awal). Diketahui, ribuan anak berusia 5 hingga 11 tahun telah dirawat di rumah sakit dan sebagian membutuhkan pertolongan medis tingkat ICU untuk pulih dari penyakit coronavirus. Selain itu, lebih dari 5.000 kasus kondisi peradangan serius (MIS-C) yang dapat mengikuti infeksi COVID-19 telah dilaporkan. Mayoritas kasus MIS-C telah terjadi pada anak-anak dalam rentang usia ini.

Berita tersebut tentunya membuat para orang tua semakin khawatir, apalagi COVID-19 telah berkembang menjadi strain delta yang menyebabkan virus ini tak terkendali dan mudah menyebar. Anak-anak usia 5 hingga 11 tahun lebih rentan terhadap penyakit tersebut, karena mereka masih memiliki daya imun yang lemah dan belum mendapatkan vaksin. Menurut laporan mingguan American Academy of Pediatrics and the Children’s Hospital Association, jumlah pasien anak usia 5 hingga 11 tahun meningkat akibat coronavirus varian delta.

Baca juga:  Ganti Daging dengan Ikan: Lebih Bergizi dan Ramah Lingkungan
Ilustrasi: vaksinasi COVID-19 untuk anak (sumber: arstechnica.com)

Ilustrasi: vaksinasi COVID-19 untuk anak (sumber: arstechnica.com)

Vaksin COVID-19 untuk Anak

Untungnya, FDA telah mengesahkan vaksin Pfizer/BioNTech untuk anak-anak usia 5 hingga 11 tahun. Kabarnya, ini adalah vaksin COVID-19 pertama yang disahkan FDA untuk kelompok usia tersebut. Pengesahan ini berdasarkan hasil uji coba terkontrol secara acak yang mengevaluasi respons keamanan dan kekebalan tubuh di kelompok usia tersebut. Moderna juga sedang melakukan uji coba secara terpisah untuk mengetahui apakah vaksin mereka juga bisa dipakai oleh anak usia 5 hingga 11 tahun atau tidak.

Sebelum disahkan FDA, dilakukan uji coba Pfizer/BioNTech terhadap kelompok usia 5 hingga 11 tahun dengan membandingkan tiga dosis, yakni 30 mikrogram (dosis yang diterima orang dewasa), 20 mikrogram, dan 10 mikrogram.  Eksperimen ini menunjukkan, 10 mikrogram vaksin Pfizer/BioNTech yang diberikan pada anak menyebabkan efek samping yang lebih kecil dibandingkan dosis lainnya dan diiringi respon imun yang sama kuatnya seperti dosis lainnya.

Baca juga:  Waspada, Ini Bahaya yang Mengintai dari Konsumsi Creamer Nabati Berlebihan

Penelitian tersebut akhirnya dikembangkan dengan mengadakan percobaan tahap dua. Uji coba ini diikuti lebih dari 2.200 anak yang berusia 5 hingga 11 tahun. Semua peserta diberikan vaksin Pfizer/BioNTech dengan dosis 10 mikrogram dan plasebo untuk dibandingkan. Semuanya menerima dua kali injeksi dengan jarak tiga minggu. Hasilnya, mereka yang diberi vaksin memiliki respon kekebalan tubuh yang sama seperti kelompok usia 16 hingga 25 tahun yang sudah menerima dua suntikan vaksin Pfizer/BioNTech dosis penuh.

Ilustrasi: vaksin COVID-19 BioNTech Pfizer (sumber: freep.com)

Ilustrasi: vaksin COVID-19 BioNTech Pfizer (sumber: freep.com)

Ketika Pfizer/BioNTech menyerahkan data ke FDA, tidak banyak kasus infeksi COVID-19 yang bergejala pada peserta uji coba. Dari 19 kasus yang didokumentasikan, sebagian besar telah menerima suntikan plasebo. Perkiraan menunjukkan tingkat kemanjuran vaksin adalah 90% pada anak usia 5 hingga 11 tahun. Sementara itu, vaksin Pfizer/BiONTech sendiri adalah vaksin yang memiliki tingkat efektivitas dan keamanan yang bagus dengan nilai 94,6% serta tidak menimbulkan efek samping secara serius untuk orang dewasa.[1] Tingkat kemanjuran vaksin adalah ukuran seberapa banyak baksin dapat mengurangi gejala dan infeksi virus dalam uji coba terkontrol.

Baca juga:  Sering Dianggap Sama, Apa Saja Perbedaan Primer dan Pelembap?

Tak hanya tingkat kemanjuran yang tinggi, sebagian besar anak-anak tidak mengalami efek samping, selain rasa sakit di tempat suntikan vaksin. Beberapa anak juga ada yang kelelahan, sakit kepala, atau nyeri otot setelah dosis kedua, tetapi masih dalam kadar aman. Diperkirakan, hanya 6% anak yang mengalami demam setelah dosis vaksin kedua dan tidak ada kasus reaksi alergi parah terhadap vaksin tersebut.

Dalam kasus yang sangat jarang, vaksin Pfizer/BioNTech dikaitkan dengan miokarditis, yang merupakan peradangan jantung. Ketika ini terjadi, sebagian besar terlihat pada laki-laki muda setelah dosis kedua vaksin mRNA (Pfizer/BioNTech atau Moderna). Sebagian besar kasusnya ringan, dan anak-anak tidak menunjukkan tanda-tanda cedera jantung jangka panjang.

Di antara anak berusia 5 hingga 11 tahun yang menerima vaksin Pfizer selama uji coba, tidak ada kasus miokarditis. Namun, efek samping ini sangat jarang dan mungkin tidak diperhatikan sampai jumlah anak yang menerima vaksin terus meningkat. FDA dan Pfizer/BioNTech akan terus memantau dengan cermat kelompok usia ini untuk setiap kejadian efek samping yang langka ini.

[1] Nugroho, Setiyo Adi & Indra Nur Hidayat. 2021. Efektivitas dan Keamanan Vaksin Covid-19: Studi Referensi. Jurnal Keperawatan Profesional (JKP) Universitas Nurul Jadid, Vol. 9(2): 1-46.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*