Alergi Protein Susu Sapi? Yuk, Pilih Susu Nabati untuk Perbaikan Gizi!

Ilustrasi: aneka jenis nabati (sumber: bostonmagazine.com) Ilustrasi: aneka jenis nabati (sumber: bostonmagazine.com)

Tidak semua orang toleran terhadap susu sapi, bahkan tak sedikit yang alergi dengan kandungan protein susu hewani tersebut. Sebagai solusi, saat ini sudah banyak produk susu nabati dengan kandungan gizi yang hampir setara susu sapi. Anda bisa pilih susu nabati yang lezat dari bahan yang mudah didapatkan.

Keunggulan Susu Nabati

Sementara ada banyak varian susu nabati yang dijual di pasaran, dikutip dari Harvard Health Publishing, semua jenis susu nabati diproses dan dibuat dengan cara yang sama. Bahan baku susu nabati, seperti kacang-kacangan, kelapa, kentang, dan biji-bijian akan digiling menjadi bubur dan disaring, lalu dicampur dengan air.

Ekstrak biji-bijian atau kacang-kacangan ini setidaknya memiliki kurang dari 10% kandungan nutrisi bahan baku yang sebenarnya, sehingga beberapa produsen akan menambahkan sumber vitamin dan mineral lain. Setidaknya, ada produk yang mengandung vitamin D, kalsium, potassium, dan protein tambahan dalam kadar bervariasi.

“Inilah alasan, banyak susu vegan yang memiliki jumlah nutrisi sama seperti susu sapi,” kata Dr. Walter Willett, profesor epidemiologi dan nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Keunggulan lain dari susu vegetarian adalah dianggap lebih alami daripada susu hewani dan mengeluarkan sedikit gas rumah kaca selama produksi. Namun, menanam beberapa jenis tanaman sebagai bahan baku susu nabati memerlukan banyak air. Ini juga yang membuat susu nabati rendah kalori dan menjadi pilihan banyak orang yang sedang diet, meskipun harga jualnya lebih mahal dibandingkan susu hewani. Nah, bagi Anda yang penasaran dengan jenis susu nabati, berikut ulasannya.

Baca juga:  Rekomendasi Produk Hydrating Toner untuk Kulit Berminyak

Jenis-Jenis Susu Nabati

Ilustrasi: aneka susu nabati (sumber: scripps.org)

Ilustrasi: aneka susu nabati (sumber: scripps.org)

  • Susu Pistachio. Berbeda dengan susu yang berwarna putih, susu pistachio berwarna cokelat pudar. Diketahui, dalam secangkir susu pistachio murni, mengandung thiamin, mangan, dan vitamin B6. Selain itu, susu tersebut mengandung kurang dari 100 kalori per cangkir, yang mirip dengan susu sapi skim.
  • Susu Kacang Polong. Terbuat dari kacang polong kuning, susu ini tidak memiliki rasa khas kacang polong yang tajam. Dari warna dan rasanya, hampir mirip dengan susu hewani, hanya saja lebih encer. Susu ini diperkaya protein sebanyak 7 gr per cangkir dengan kalori hingga 100 kkal.
  • Susu Kentang. Meskipun terbuat dari umbi kentang, secara tekstur dan rasa mirip dengan susu hewani, hanya saja tidak terlalu creamy dan cenderung encer, serta bertepung. Dalam satu cangkir susu kentang, diketahui mengandung 80 kalori, terbilang cocok untuk Anda yang sedang diet.
  • Susu Kacang Tolo. Ini termasuk susu nabati yang terbuat dari kacang tolo yang cukup mudah ditemukan di Indonesia. Keunggulan susu kacang tolo adalah memiliki protein yang diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.
  • Susu Kacang Merah. Berbeda dengan susu nabati lainnya, susu kacang merah berwarna coklat kemerahan. Selain itu, rasanya tidak terlalu creamy dan cenderung light. Diperkaya protein dan kalori, susu kacang merah terbilang cocok untuk Anda yang sedang diet.
  • Susu Kedelai. Lebih dikenal dengan nama susu soya, produk nabati yang satu ini sangat umum di pasaran. Secara tekstur dan warna, susu kedelai mirip dengan susu sapi, hanya saja tidak terlalu creamy dan cenderung light.
  • Susu Oat. Bagi Anda penggemar produk nabati, pastinya sudah sangat familiar dengan susu oat. Beberapa orang meyakini, susu oat mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk menjaga kesehatan jantung.
  • Susu Kacang Tanah. Kacang tanah merupakan biji yang dapat dikonsumsi menjadi olahan minuman bergizi, seperti susu nabati karena mengandung protein, vitamin B, mineral, dan serat yang tinggi.[1]
Baca juga:  Resep & Cara Membuat Snack Bar yang Hemat dan Praktis untuk Diet

Selain jenis-jenis susu nabati tersebut, masih ada susu kacang almond, susu beras merah, susu beras hitam, susu kacang mete, dan santan (coconut milk). Nah, bagi Anda yang bingung memilih jenis susu vegetarian mana yang cocok mendampingi diet vegan Anda, berikut tipsnya.

Tips Memilih Susu Nabati

  • Pilih susu nabati sesuai rasanya. Bagi Anda yang baru memulai diet vegan, sebaiknya jangan langsung memilih susu nabati secara acak. Pilihlah susu yang sekiranya Anda suka dan pernah Anda rasakan.
  • Perhatikan label gizinya. Sangat penting untuk memperhatikan label gizi dalam memenuhi kadar kalori dan vitamin harian. Selain itu, perhatikan pula jumlah nutrisi per cangkir atau dalam sekali minum.
  • Perhatikan kadar airnya. Sebaiknya, Anda memilih susu nabati yang paling sedikit kadar airnya. Ini membuktikan susu tersebut memiliki kualitas yang baik dan rasa yang lebih autentik.
Baca juga:  Nggak Cuma Sehat, Ini Efek Negatif Jadi Vegetarian

Lakukan tips di atas supaya Anda bisa mendapatkan jenis susu nabati yang pas untuk kebutuhan diet Anda. Selain itu, pastikan Anda mematuhi takaran saji per kemasannya.

[1] Erna, Silviana. 2019. Uji Organoleptik dan Kadar Protein terhadap Susu Nabati Berbahan Baku Kacang Tanah (Arachis hypogaea) dengan Penambahan Perisa Jeruk Manis (Citrus sinensis) (Skripsi). Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*