Cara Menghangatkan Bubur Ayam, Praktis & Bisa Dicoba di Rumah
Bubur adalah jenis hidangan yang dibuat dari beras atau bahan sumber karbohidrat lainnya yang dimasak bersama air atau kaldu yang banyak sehingga menjadi lunak dan kental. Untuk memanaskan atau menghangatkan bubur ayam bisa dengan berbagai cara.
Bubur ayam yang populer sekarang ini, ternyata dahulu diperkenalkan dan dibawa oleh para imigran China yang datang ke Indonesia pada beberapa abad yang lampau. Hidangan ini disukai masyarakat sebagai sarapan di pagi hari untuk penghangat badan, terkadang sering disajikan untuk orang sakit, karena teksturnya yang lunak sehingga mudah dicerna.
Potensi bubur sebagai makanan bergizi cukup besar karena komponen-komponen bahan yang digunakan cukup baik sebagai penunjang gizi dan rasa. Perbedaan komposisi bahan dan bumbu yang membedakan jenis bubur satu dengan yang lainnya. Di dalam kuliner Indonesia, dikenal banyak jenis bubur tradisional, baik yang manis maupun gurih. Bubur biasanya disajikan untuk makan pagi atau sebagai hidang selingan.[1]
Nah, jika Anda tertarik untuk menikmati bubur ayam bersama keluarga, berikut salah satu resep bubur ayam sederhana yang bisa Anda coba di rumah.
Resep Bubur Ayam Kuah Kecap
Bahan Bubur Ayam
- 250 gram beras putih
- 250 gram ayam
- 2 sdt (sendok teh) merica
- Kecap manis (sesuai selera)
- 200 ml santan (jika menggunakan santan instan Kara, cukup pakai setengah bungkus saja)
- Garam secukupnya
- Soy sauce/kecap asin
Bahan Pelengkap Bubur Ayam
- Daun bawang
- Bawang goreng
- Kerupuk
- Kacang kedelai (opsional)
Cara Membuat Kaldu Ayam untuk Bubur
- Rebus dada ayam dengan 500 ml air, biarkan mendidih sambil diberi garam 1 sdt.
- Sisihkan kaldu, goreng ayam untuk topping bubur.
Cara Membuat Bubur
- Cuci bersih beras, masak di panci dan beri sekitar 600 ml air sambil diaduk.
- Cek tekstur yang diinginkan, masukkan santan cair.
- Aduk sampai air surut dan bubur mengental. Apabila teksturnya masih kasar, bisa ditambahkan air sambil terus diaduk supaya tekstur jadi halus.
Cara Membuat Kuah Kecap Bubur Ayam
- Tumis bawang putih sampai harum, tambahkan air kaldu kurang lebih 100-150 ml.
- Beri kecap manis 5 sdm, merica, garam, penyedap rasa (opsional). Tunggu sampai air agak menyusut.
Untuk penyajiannya, tuangkan bubur ke dalam mangkuk dan siram dengan kuah kecap. Beri topping berupa ayam suwir, daun bawang, bawang goreng, kacang, dan juga kerupuk. Anda bisa menambahkan soy sauce atau kecap asin ke dalamnya.
Cara Menghangatkan Bubur Ayam
- Rendam dengan air hangat: Untuk memanaskan bubur ayam yang disimpan dalam kulkas, Anda bisa meletakkannya di mangkuk kaca kecil. Kemudian, didihkan air dalam panci. Masukkan mangkuk kaca berisi bubur ayam ke panci berisi air panas. Biarkan selama beberapa saat dan bubur ayam Anda pun akan hangat dengan sendirinya. Jika bubur sudah hangat, matikan kompor.
- Panaskan dalam rice cooker atau magic jar: Apabila Anda memiliki alat penghangat nasi atau rice cooker, Anda bisa memanfaatkannya untuk menghangatkan bubur ayam. Biasanya rice cooker digunakan untuk menyimpan nasi dan dilengkapi dengan wadah khusus untuk kukusan. Nah, Anda bisa memanfaatkan wadah tersebut untuk menghangatkan semangkuk kecil bubur ayam. Namun, bila Anda memang sedang tidak memasak nasi, Anda bisa memasak sekaligus memanfaatkan rice cooker untuk menyimpan bubur ayam (polos) agar selalu hangat.
- Panaskan dalam slow cooker: Slow cooker merupakan alat masak serbaguna yang bisa dipakai untuk memasak sekaligus memanaskan makanan dalam waktu lama. Meskipun harganya terpaut lebih mahal dari rice cooker, penggunaan alat ini cukup praktis karena dapat membantu Anda memasak bubur ayam sekaligus menghangatkannya. Tak hanya untuk bubur ayam, para ibu di luar sana juga kerap menggunakan slow cooker untuk membuat MPASI.
Bagaimana? Cukup mudah kan cara menghangatkan bubur ayam? Selain cara-cara yang disebutkan di atas, Anda juga bisa kembali memanaskannya dalam panci. Namun, tambahkan sedikit air agar teksturnya tidak mengering.
[1]Susanto, S. 2010. Resep Bubur Ayam, Bubur Daging, Dan Bubur Ikan Nan Lezat. Intarina H, editor. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 4.

Leave a comment