Tanda-Tanda PCOS yang Tidak Disadari Banyak Wanita

Ilustrasi: konsultasi ke dokter (sumber: toplinemd.com) Ilustrasi: konsultasi ke dokter (sumber: toplinemd.com)

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan gangguan endokrin, yakni penyakit gynecological endocrinopathy yang menjadi penyebab paling umum dari infertilitas karena anovulasi.[1] Menjadi momok bagi wanita, sayangnya, tanda atau gejala PCOS kerap kali tidak disadari.

Penyebab PCOS

Dilansir dari HuffPost, PCOS, atau sindrom ovarium polikistik berdampak pada jutaan orang, menghasilkan sejumlah masalah berbeda yang mungkin tampak tidak terhubung pada awalnya. Menurut Krystal Thomas-White, seorang ilmuwan senior di Evvy, PCOS adalah suatu kondisi yang disebabkan ketidakseimbangan hormon.

“Secara khusus, orang dengan PCOS memiliki kadar hormon androgen yang sangat tinggi,” kata Thomas-White. “Hormon androgen seperti testosteron berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur siklus menstruasi dan dapat mencegah ovulasi.”

Dr. Beth Oller, seorang dokter kedokteran keluarga di Kansas, menambahkan bahwa pada PCOS, beberapa folikel kecil atau kista bisa berkembang di sepanjang tepi ovarium, sehingga sulit bagi ovarium untuk melepaskan telur secara teratur. Hal ini dapat mengakibatkan kurangnya ovulasi.

Sayangnya, PCOS sulit didiagnosis karena gejala yang menyertainya, dan seringkali menjadi masalah yang lebih besar serta membuat stres ketika seseorang mencoba untuk hamil. Berikut beberapa tanda PCOS yang paling umum, menurut para ahli.

Baca juga:  Perimenopause: Fase Transisi ‘Menyakitkan’ Menjelang Menopause

Tanda-Tanda PCOS

Siklus Menstruasi Tidak Teratur dan Berat

Menstruasi yang tidak teratur dikaitkan dengan banyak hal, seperti stres, kehamilan, obat-obatan tertentu, olahraga berlebihan, dan banyak lagi. Menurut Oller, PCOS juga bisa menjadi alasan lain di baliknya.

“Kebanyakan orang dengan PCOS mengalami menstruasi yang tidak teratur,” kata Oller. “Terkadang menstruasi menjadi lebih lama dan lebih nyeri dari sebelumnya.”

Itu bisa berarti memiliki jeda lebih dari 35 hari dalam siklus haid. Sementara itu, jeda waktu rata-rata siklus menstruasi normal berkisar antara 21 hingga 35 hari, tergantung pada orangnya. Selain itu menurut Klinik Cleveland, orang dengan PCOS juga dapat mengalami pendarahan hebat selama menstruasi.

fertilitas, kesuburan, tua, pria, wanita, siklus, datang, bulan, menstruasi, ovulasi, penelitian, usia, pasangan, hamil, kehamilan, waktu, fase, berat, badan, gerakan, sperma, sel, telur

Ilustrasi: siklus menstruasi bulanan

Rambut Wajah dan Tubuh yang Lebat

“Tingginya kadar hormon androgen yang disebabkan PCOS dapat menyebabkan peningkatan jumlah rambut wajah dan tubuh, yang dikenal sebagai hirsutisme,” menurut Thomas-White. “Orang dengan hirsutisme kemungkinan memiliki rambut wajah dan tubuh lebih lebat daripada wanita normal.”

Menurut Mayo Clinic, Hirsutisme menghasilkan rambut gelap kasar dan terjadi di tempat-tempat yang biasanya terkait dengan pertumbuhan rambut pria, seperti punggung, dada, dagu, dan bibir atas.

Baca juga:  Bayi Rewel Saat Imunisasi? Ini Tips yang Bisa Anda Lakukan

Susah Hamil

“Seringkali perempuan dengan PCOS sulit hamil, karena menstruasi tidak teratur dan ovulasi tidak sering terjadi,” jelas Oller. “Faktanya, banyak orang baru menyadari bahwa mereka menderita PCOS ketika mereka mencoba untuk hamil,”

Umumnya, orang yang ingin hamil melacak ovulasi karena itu menandakan bahwa sel telur telah dilepaskan dan merupakan tanda bahwa seseorang sedang dalam masa subur. Jumlah androgen yang tinggi dalam tubuh membuat ovulasi lebih sulit dan lebih jarang pada orang dengan PCOS.

Ilustrasi: wajah berjerawat (sumber: benzac.com)

Ilustrasi: wajah berjerawat (sumber: benzac.com)

Jerawat

Selama breakout, mungkin sulit untuk menentukan penyebab di balik jerawat. Apakah ini karena kuas makeup kotor, hormon menstruasi, atau PCOS? Menurut Dr. Heather Hipp, seorang profesor di departemen ginekologi dan kebidanan di Emory University School of Medicine, banyak orang dengan PCOS memiliki jerawat membandel.

“Jerawat benar-benar umum pada banyak pasien muda, tetapi pasien dengan PCOS cenderung memiliki jerawat yang lebih parah bahkan bertambah seiring bertambahnya usia,” kata Hipp. “Jerawat ini adalah hasil dari produksi minyak yang lebih tinggi terutama sebum. Selain di wajah, jerawat akibat PCOS juga bisa muncul di dada dan punggung,”

Baca juga:  Manfaat & Dosis Curcuma Plus untuk Dewasa

Masalah Manajemen Berat Badan

“Penambahan berat badan dan kesulitan menurunkan berat badan adalah tanda umum PCOS,” kata Hipp. “Sekitar 80% pasien PCOS berjuang dengan berat badan dan mengalami kesulitan menurunkan berat badan.”

Tapi, dia mencatat bahwa PCOS terlihat berbeda dari orang ke orang. Tidak semua orang dengan PCOS memiliki masalah manajemen berat badan.

Tanda-tanda lain dari PCOS, yakni kerontokan rambut berlebihan, bintik-bintik hitam pada kulit, riwayat keluarga PCOS, insomnia, dan perubahan mood berlebihan. Jika Anda mungkin memiliki salah satu tanda di atas dan diduga menderita PCOS, Anda harus segera menemui dokter untuk mendapatkan perawatan, terutama jika Anda ingin melakukan program kehamilan.

[1] Maggyvin, Ellena & Melisa Intan Barliana. 2019. Literature Review : Inovasi Terapi Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) Menggunakan Targeted Drug Therapy Gen CYP19 RS2414096. Farmaka UNPAD, Vol. 17(1): 107-118.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*