Benarkah Cuka Apel Bisa Dikonsumsi untuk Redakan Heartburn?
Cuka apel atau dalam bahasa Inggris disebut apple cider vinegar memang sudah lama dikenal akan manfaatnya untuk kesehatan. Bahan bersifat asam ini bahkan disebut-sebut bisa mengatasi heartburn atau nyeri pada ulu hati karena sakit maaf atau semacamnya. Namun, benarkah ampuh?
Tentang Cuka Apel
Cuka apel memiliki kandungan asam asetat yang cukup tinggi. Asam asetat sendiri menurut medis sangat baik bagi pencernaan. Selain itu manfaat cuka yang telah digunakan sejak lama sebagai bahan pengawet makanan mampu mencegah dan menghambat pembentukan bakteri, seperti ecoli. Cuka apel sendiri juga memiliki manfaat mampu menurunkan gula darah sehingga sangat baik untuk dikonsumsi penderita diabetes. Cuka apel juga sangat baik digunakan untuk menurunkan berat badan. Tidak hanya itu, cuka apel juga baik dikonsumsi untuk mengurang tingkat risiko terkena penyakit kanker.[1]
Bahkan, banyak yang menyebutkan bahwa cuka apel atau apple cider vinegar (ACV) bermanfaat untuk mengatasi heartburn atau nyeri pada bagian dada dan ulu hati. Beberapa orang mungkin menganggap bahwa ini merupakan kontradiksi, bahwa sesuatu yang sifatnya asam seperti cuka apel digunakan untuk meredakan gangguan pencernaan.
Sayangnya, tidak ada penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis yang membahas penggunaan cuka sari apel mentah untuk mengobati heartburn, meskipun banyak digunakan dan rekomendasi dari blog dan situs web.
Apa Itu Heartburn?
Heartburn paling sering disebabkan oleh kandungan asam lambung yang naik ke kerongkongan, pipa yang menghubungkan mulut ke lambung. Berbeda dengan lambung, kerongkongan tidak terbiasa dengan adanya asam.
Asam lambung mengiritasi kerongkongan, menyebabkan beberapa gejala termasuk tenggorokan berdehem, rasa panas di dada dan leher, rasa asam di mulut, batuk, dan kembung. Itu bukan perasaan yang menyenangkan. Itulah yang disebut GERD, atau penyakit gastroesophageal reflux.
Ada beberapa alasan mengapa isi lambung naik ke kerongkongan bukannya turun ke usus. Relaksasi sfingter esofagus bagian bawah (LES), katup yang berada di antara kerongkongan dan lambung, adalah penyebab paling umum. LES biasanya tertutup, menciptakan sistem penampung untuk mencerna makanan. Tapi terbuka dari waktu ke waktu, untuk mengeluarkan udara dalam bentuk sendawa. Refluks sebagian besar terjadi ketika katup mengendur terlalu banyak, atau terlalu sering. Ini memungkinkan tidak hanya gas tetapi juga asam lambung naik, menyebabkan ketidaknyamanan.
Ada teori yang mengatakan bahwa yang mengontrol LES adalah keasaman lambung. Jika karena alasan tertentu perut tidak menghasilkan cukup asam, otot-otot di sekitar LES akan mengendur, mengakibatkan lebih banyak refluks. Namun, mekanisme yang mengontrol katup ini jauh lebih kompleks dibandingkan dengan tingkat keasaman lambung. Ini melibatkan jaringan otot tak sadar yang kompleks dan beberapa hormon dan neurotransmiter yang berbeda.
Obat untuk Heartburn
Standar untuk mengobati heartburn atau maag adalah dengan menggunakan over the counter atau obat yang dijual bebas jenis penghambat pompa proton (PPI) yang mengurangi keasaman lambung. Menggunakan obat ini tidak akan mencegah refluks, tapi bisa mengurangi peradangan di kerongkongan, sehingga bisa sembuh.
Hindari minum obat ini selama lebih dari sebulan, kecuali disarankan oleh dokter Anda. Bukan hal yang aneh untuk terbiasa dengan PPI. Setelah meminumnya selama beberapa minggu, mungkin sulit untuk menghentikannya, karena berhenti dapat menyebabkan gejala rebound. Efek samping PPI minimal, namun penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan osteoporosis, infeksi, dan penurunan penyerapan nutrisi.
Antasida dan obat-obatan seperti ranitidine dan famotidine (H2 blocker) dapat bekerja dengan baik dan memiliki efek samping yang lebih sedikit, tetapi jika strategi ini tidak membuat Anda merasa lebih baik dalam beberapa minggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda. Meski jarang, mulas bisa menjadi tanda penyakit serius lainnya.
Tips Mengatasi Heartburn
- Hindari makanan yang diketahui menyebabkan mulas: kopi, cokelat, alkohol, makanan berlemak, tomat, makanan pedas, dan makanan asam.
- Hindari berbaring setidaknya 2-3 jam setelah makan.
- Makan dalam porsi kecil.
- Menurunkan berat badan jika perlu.
- Jangan merokok, dan jika sudah melakukannya, cobalah untuk berhenti.
Tapi bagaimana dengan mengonsumsi cuka sari apel untuk meredakan heartburn? Dilansir dari Harvard Edu, sejauh ini belum ada data yang mendukung keefektifan atau keamanan penggunaannya untuk heartburn. Mungkin ide yang bagus untuk tetap menyiramkan kelezatan cuka apel ini pada salad berwarna atau bahkan sekadar meminumnya dalam porsi yang wajar.
[1] Anggrianto, F. 2019. Sehat Zaman Now. Sukabumi: CV Jejak, hlm 79.


Leave a comment