Jangan Salah Sangka, Bermain Ternyata Bisa Melatih Keterampilan Anak

Ilustrasi: anak dan orang tua bermain bersama (sumber: littlethings.com) Ilustrasi: anak dan orang tua bermain bersama (sumber: littlethings.com)

Di era modern seperti sekarang rupanya lebih banyak orang tua yang terobsesi untuk mendidik anak mereka sejak dini, entah untuk melatih kemampuan akademik atau non-akademiknya. Sementara itu, banyak orang tua yang lupa bahwa anak yang masih berusia dini juga perlu bermain untuk mengembangkan kemampuan dan kekuatan mereka.

Manfaat Bermain untuk Anak-anak

Lupakan soal gadget. Anak-anak sudah semestinya menghabiskan waktu mereka untuk melakukan berbagai permainan yang bisa melatih skill dan ketangkasan dirinya. Bermain dapat melatih fungsi eksekutif, pengaturan emosi, dan keterampilan fisik umum yang penting bagi anak-anak untuk dipelajari dan dipraktikkan saat mereka tumbuh.

Cara terbaik bagi anak-anak untuk mempelajari keterampilan ini adalah melalui permainan; itu sebabnya banyak ilmuwan mengatakan bahwa bermain adalah pekerjaan seorang anak. Karena perangkat atau gadget menjadi lebih umum, dan karena banyak anak menjadi lebih terjadwal dengan pelajaran dan kegiatan terorganisir, membuat waktu untuk bermain tanpa gadget dapat menjadi terlupakan.

Bermain bagi anak usia dini dapat digunakan untuk mempelajari dan belajar banyak hal, dapat mengenal aturan, bersosialisasi, menempatkan diri, menata emosi, toleransi, kerja sama, dan menjunjung tinggi sportivitas.Bermain sangat penting untuk perkembangan yang sehat. Manfaat bermain sangatlah banyak dan melarang anak bermain akan dapat membuang kesempatan anak melatih dirinya.[1]

Baca juga:  Aturan Pemberian & Panduan Takaran Sendok Susu Bebelove

Pusat pengembangan anak di Harvard Center telah mengembangkan handout yang sangat baik untuk orang tua tentang berbagai permainan dan aktivitas berbasis usia untuk membantu mendukung perkembangan anak mereka. Beberapa aktivitas juga ada yang melibatkan orang tua, sehingga dapat membantu mempererat hubungan Anda dengan buah hati.

Dalam tiga tahun pertama kehidupan, bermain adalah tentang membangun koneksi otak dan keterampilan dasar. Saat anak-anak tumbuh, bermain membangun keterampilan itu dan memberi mereka kesempatan untuk berpikir, menjadi kreatif, bekerja sama satu sama lain, dan menggunakan tubuh mereka. Berikut contoh permainan untuk anak-anak yang bisa Anda praktikkan di rumah.

Ilustrasi: anak bermain (sumber: lovevery.com)

Ilustrasi: anak bermain (sumber: lovevery.com)

Contoh Permainan untuk Anak Usia 4-7 Tahun

  • Freeze Dance, Red Light Green Light (Lampu Merah Lampu Hijau), Simon Says, atau Duck Duck Goose adalah semua permainan yang membuat anak aktif sambil memperkuat pengaturan diri dan kerja sama.
  • I Spy, Bingo (atau Opposites Bingo, di mana keluarga membuat papan gambar mereka sendiri dan anak-anak harus mencocokkan kebalikan dari apa yang dikatakan), dan permainan mencocokkan lainnya bagus untuk membangun memori dan keterampilan kognitif.
  • Cobalah memulai sebuah cerita dan minta orang lain menambahkannya untuk melihat alur cerita apa yang muncul! Ini cara yang bagus untuk mendorong kreativitas. Anda dapat melakukan sesuatu yang mirip dengan gambar: mulailah dengan sesuatu yang sederhana, seperti rumah atau perahu, dan hiasi ini secara bergiliran, ceritakan seperti yang Anda lakukan.
Baca juga:  Masa Sekolah, Waspada Gangguan Kecemasan pada Anak

Nah, sedangkan anak-anak yang berusia lebih besar seperti 8-12 tahun pada dasarnya sudah mampu melakukan aktivitas yang lebih rumit seperti berikut.

Contoh Permainan untuk Anak Usia 8-12 Tahun

  • Mengerjakan teka-teki jigsaw, atau memecahkan teka-teki silang atau teka-teki lainnya bersama-sama.
  • Bermain game seperti catur, Battleship, Go, atau Clue yang melibatkan memori dan perencanaan.
  • Bermain olahraga — bermain bola basket bersama, berseluncur, berlatih yoga, atau berlari bersama. Menjadi aktif bersama tidak hanya sehat bagi Anda berdua, tetapi juga menjadi contoh yang baik seumur hidup.
  • Mempelajari instrumen — belajar bersama!
  • Membuat sesuatu. Ajari mereka memasak, membangun, menjahit, merenda, menumbuhkan taman. Ini juga bisa dimainkan.

Ketika anak-anak tumbuh menjadi remaja, mereka secara alami mencari lebih banyak kebebasan dan waktu dengan teman sebayanya. Peluang untuk bermain mengambil bentuk yang berbeda tergantung pada minat pribadi. Olahraga, memasak, musik, teater, dan bahkan video game(secukupnya) dapat mendorong kreativitas, kecakapan hidup, dan kesenangan.

Baca juga:  Penyebab Diare & Referensi Susu Formula untuk Bayi Mencret Cirit Birit

Selain bermain di dalam rumah, Anda juga bisa mengajak anak-anak bermain di luar rumah (outdoor) dengan sekalian mengajaknya camping (berkemah) atau pergi ke taman terdekat di sekitar tempat tinggal Anda. Hal ini tentunya akan membuat aktivitas permainan menjadi lebih seru.

[1]Suminar, D.R. 2019. Psikologi Bermain: Bermain & Permainan bagi Perkembangan Anak. Surabaya: Airlangga University Press, hlm 57.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*