Treatment PRP Facial, Manfaat & Efek Sampingnya untuk Kulit Wajah
Anda mungkin pernah mendengar tentang PRP facial treatment atau yang kerap disebut vampire facial. Menariknya, perawatan satu ini kabarnya menggunakan komponen dari darah kita sendiri yang kemudian disuntikkan di kulit dan menawarkan hasil yang mengesankan. Namun, benarkah perawatan ini benar-benar efektif?
Apa Itu Treatment PRP?
Suatu inovasi dalam mempercantik estetika kulit seseorang yakni dengan darah manusia sendiri atau biasa disebut PRP (platelet rich plasma) yang memanfaatkan komponen plasma darah yang kaya trombosit pada masing-masing orang sebagai bentuk pemeliharaan kolagen kulit. PRP (platelet rich plasma) adalah suatu komponen darah produk aktif biologis autologus yang diperkaya dengan berbagai faktor pertumbuhan, sitokin, dan protein plasma lainnya.
Platelet Rich Plasma atau yang sering disebut plasma kaya trombosit memiliki banyak komponen yang berperan dalam proses penyembuhan regeneratif, growth factor, agen kemotaktik dan agen vasoaktif. Nantinya,growth factor akan dikeluarkan dari granula pletelet bila platelet diaktivasi.
Lalu, penggunaan kolagen sebagai aktivator memiliki nilai lebih, karena kolagen (protein) yang secara alami terlibat dalam proses pelepasan growth factor dari granula platelet dalam tubuh manusia. Penggunaan terapi PRP ini dalam 20 tahun terakhir telah terbukti menjadi pengobatan yang aman, diterima oleh akal, dan efektif, namun pertimbangan khusus harus diberikan pada kasus infeksi, yakni autoimun.[1]
Facial vampir “menggabungkan kekuatan microneedling dan PRP,” kata Melissa Doft, MD, ahli bedah plastik bersertifikat di New York City pada Allure. “Selama perawatan micro needling tradisional, jarum membuat luka kecil di kulit, merangsang kulit untuk memperbaiki dirinya sendiri dengan kolagen dan elastin baru.” Tapi dalam facial vampir, ini digabungkan dengan plasma kaya trombosit, yang “mengandung faktor pertumbuhan untuk membantu merangsang perbaikan.”
Manfaat PRP Facial
- Membuat kulit Anda tampak lebih kencang dan halus.“Ketika plasma kaya trombosit dioleskan ke kulit dalam prosedur non-invasif, ini memicu pergantian sel dan meningkatkan produksi kolagen dan elastin, menghasilkan kulit yang lebih kencang, kencang, dan lebih kenyal,” jelas Marina Peredoper, MD, seorang dokter kulit bersertifikat dan profesor klinis dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City.
- Membantu menyamarkan scar atau jaringan parut. Microneedling dengan PRP dapat menghasilkan sel-sel kulit yang lebih segar dan mempercepat penyembuhan, yang mengarah ke perbaikan yang terlihat pada tampilan bekas jerawat. Beberapa penelitian telah melihat potensi manfaat perbaikan bekas luka dari prosedur ini, dengan hasil yang menjanjikan. Misalnya, sebuah studi tahun 2014 menunjukkan bahwa microneedling dengan PRP dapat memperbaiki bekas luka lebih efektif daripada vitamin C topikal.
- Memudarkan hiperpigmentasi dan meratakan warna kulit: Dalam analisis komprehensif terapi PRP yang diterbitkan pada tahun 2021, penulis mencatat bahwa penelitian sebelumnya telah menunjukkan kemampuan PRP untuk secara efektif menurunkan produksi melanin, sehingga mengurangi kelebihan pigmentasi dan menghasilkan warna kulit yang lebih merata.
Prosedur & Efek Samping PRP Facial
Pertama, dokter biasanyaakan mengoleskan krim anastesitopikal ke wajah Anda, memungkinkannya untuk bekerja saat mereka melakukan langkah selanjutnya: mengambil darah dari lengan Anda. Umumnya, mereka akan mengumpulkan sekitar 10-15 mililiter darah, yang setara dengan satu sendok makan, kata Karan Lal, MD, dokter kulit bersertifikat dan direktur dermatologi kosmetik di Affiliated Dermatology di Scottsdale, Arizona.
Setelah mengumpulkan darah Anda, dokter memutarnya dalam centrifuge medis untuk memisahkan plasma kaya trombosit (PRP) dari sel darah merah. Ini mengatur panggung untuk acara utama facial: mereka menggunakan perangkat microneedling khusus untuk membuat lubang kecil, atau saluran mikro, di permukaan kulit. Saluran mikro ini berfungsi sebagai jalur untuk PRP yang diekstraksi, yang diterapkan oleh dokter secara topikal. Seluruh proses memakan waktu sekitar satu setengah jam.
Setelah facial PRP, kulit Anda mungkin terlihat merah, sedikit bengkak, dan berpotensi gatal, meski seharusnya tidak menyakitkan. Kemerahan dapat bertahan selama 12-24 jam. Ada juga kemungkinan kulit Anda mengelupas selama beberapa hari. Untuk memaksimalkan manfaat perawatan Anda, dokter biasanya menyarankan untuk menghindari riasan hingga pengelupasan mereda.
[1] Dewi, E. A. 2021. Potensi Platelet Rich Plasma (PRP) Untuk Kecantikan Alami Kulit Wanita. Jurnal Tadris IPA Indonesia. 1(3): 385-393.



Leave a comment