Jenis & Lem Kuku Palsu yang Bagus, Seperti Apa?
Kuku palsu merupakan kuku yang dibuat sesuai desain dan ukuran kuku asli, cukup diaplikasikan di atas kuku asli dengan menggunakan lem kuku palsu. Kuku palsu ini dapat bertahan menempel di kuku asli 1 sampai 2 minggu tergantung dari aktivitas keseharian dan bisa lepas sendiri.[1]
Ada tiga jenis kuku palsu, yaitu akrilik, gel, dan silk. Kuku palsu dengan bahan akrilik dan gel lebih banyak digunakan dibandingkan kuku palsu jenis silk karena keduanya memiliki rentang waktu penggunaan yang lama.
Jenis Kuku Palsu
Kuku Palsu Acrylic
Kuku akrilik sudah sangat lama terkenal dan digunakan oleh kalangan sosialita selama bertahun-tahun dan juga dalam industri kecantikan tentunya. Akrilik ini terdiri dari bahan monomer cair dan polimer yang merupakan bahan dasar bubuk yang berfungsi untuk melapisi dan melindungi kuku alami yang telah diwarnai, sehingga menjadi keras dan awet. Sebelum digunakan, kuku palsu jenis akrilik akan dicampurkan dengan bahan-bahan lain. Setelah itu, baru ditempelkan di ujung kuku atau di seluruh permukaan kuku. Jenis kuku palsu ini akan mengeras ketika terkena udara. Pastikan terdapat ventilasi udara di ruangan tempat menggunakan kuku palsu, sebab bau yang dihasilkan bisa sangat tajam.
Kuku Palsu Gel
Kuku palsu jenis gel sangat berbeda dengan kuku akrilik dan lebih mahal dibandingkan kuku akrilik. Tekstur kuku palsu dari gel hampir serupa dengan kuteks atau cat kuku misalnya saja seperti base coat, warna cat kuku, dan top coat. Semua itu bisa kering jika dikeringkan di bawah sinar matahari atau setelah selesai ditempelkan, maka kuku palsu dari gel dipanaskan di bawah lampu ultraviolet selama dua menit agar kuku tidak lepas. Usahakan tidak terlalu lama terpapar sinar ultraviolet karena bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Keuntungan dari penggunaan kuku palsu gel adalah tidak timbul bau selama proses pemakaian.
Kuku Palsu Silk
Jenis kuku palsu yang terbaru terbuat dari bahan silk. Kuku palsu ini juga hanya untuk pemakaian sementara dan hanya tahan selama 2-3 minggu. Selain memperindah tampilan, kuku palsu ini dapat memperkuat kuku serta memperbaiki kuku pecah. Penggunaannya pun cukup mudah, yaitu dengan menempelkannya pada kuku asli, kemudian dioleskan lem agar tidak berpindah posisi.[2]
Selain kuku palsu itu sendiri, pemilihan produk penunjang seperti nail glue atau lem kuku palsu juga penting. Di pasaran setidaknya ada beberapa jenis perekat atau lem kuku palsu yang dinilai bagus. Berikut ulasannya.
Lem Kuku Palsu yang Bagus
Secara umum terdapat beberapa jenis lem kuku palsu yang sering Anda temukan di pasaran, mulai dari lem kuku palsu gel yang tampilannya seperti double tape hingga lem kuku palsu yang berbentuk cair (liquid) layaknya lem sungguhan. Lantas, mana yang terbaik? Itu semua kembali lagi ke urusan kenyamanan. Mana yang kira-kira paling nyaman dan aman untuk Anda.
Sekadar informasi, lem kuku palsu cair biasanya terbuat dari bahan kimia seperti alpha cyanoacrylate. Bahan non-toxic atau tidak beracun ini berfungsi untuk menyatukan kuku palsu dengan permukaan kuku asli Anda. Keuntungannya, lem kuku palsu jenis ini sudah pasti lebih kuat dan juga lebih tahan lama. Minusnya, bagi sebagian orang mungkin lem kuku palsu dengan bahan kimia seperti ini memiliki aroma yang terlalu menyengat dan juga cukup merepotkan ketika hendak melepaskan kuku palsu. Di pasaran tersedia lem kuku palsu cair seperti merek Y&D Bond Nail Glue, BYB, UNA Bond, hingga MXBON dengan harga antara ribuan hingga puluhan ribu rupiah per botol.
Nah, untuk lem berbentuk gel mirip double tape biasanya sudah dicetak dengan bentuk dan ukuran yang dapat disesuaikan dengan kuku Anda. Namun, untuk pemasangan lem tempel ini di kuku mungkin membutuhkan keterampilan dan konsentrasi supaya bisa menempel dengan pas. Daya rekatnya sebenarnya baik, namun tidak sekuat lem kuku palsu berjenis cair. Lem kuku tempel semacam ini biasanya non-brand (tanpa merek) dan dijual murah mulai ribuan rupiah saja.
[1] Ermavianti, D dkk. 2018. Perawatan Tangan, Kaki, Nail Art, dan Rias Wajah Khusus dan Kreatif SMK/MAK Kelas XII. Venan A, editor. Yogyakarta: ANDI, hlm 31.
[2] Ibid., hlm 32.



Leave a comment