Apa Arti Warna Darah Menstruasi Anda? Ini Menurut Ginekolog
Ada beberapa gangguan menstruasi, seperti sindrom premenstruasi, amenore, dismenore, hipermenore, dan hipomenore.[1] Beberapa gangguan tersebut tidak berbahaya, tetapi bisa berkembang menjadi penyakit kronis jika penanganannya kurang tepat. Biasanya, gangguan haid yang berisiko akan ditandai dengan warna darah menstruasi tidak normal. Untuk itu, Anda perlu mengetahui arti darah menstruasi Anda setiap bulannya.
“Anda mungkin telah memperhatikan bahwa darah haid bisa berubah warna selama periode Anda dari merah terang menjadi merah tua dan itu normal,” menurut Dr. Jessica Shepherd, seorang OB-GYN dan penasihat medis di O Positiv dalam HuffPost. “Namun, darah menstruasi Anda juga dapat berubah warna ketika ada sesuatu yang janggal terkait kesehatan Anda.”
Anda akan mengetahui warna darah menstruasi yang tidak perlu dikhawatirkan, dan yang menurut dokter kandungan mungkin perlu diwaspadai. Berikut penjelasannya.
Arti Warna Darah Menstruasi
Merah Terang
Warna darah menstruasi yang merah terang sangat umum, terutama bagi remaja yang baru saja mengalami haid. Ini adalah kondisi yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan selama siklus menstruasi Anda terkendali dan teratur.
“Darah menstruasi berwarna merah cerah dikaitkan dengan darah segar yang sudah lama tidak berada di rahim atau vagina,” kata Dr. Luis Murrain, salah satu pendiri Dreams Fertility.
Dr. Alyssa Dweck, seorang ginekolog menambahkan bahwa darah menstruasi merah cerah biasanya terjadi di hari pertama hingga ketiga dalam siklus menstruasi. Ini adalah hari yang efektif dan berat dalam satu siklus menstruasi. Namun, jika itu diiringi rasa nyeri berlebihan, Anda harus berkonsultasi dengan dokter, bisa jadi itu mengindikasikan masalah internal lainnya seperti stres atau Anda sedang mengonsumsi obat tertentu.
Merah Tua, Cokelat, atau Hitam
Jika sudah lama sejak terakhir kali Anda mengganti pembalut atau tampon, Anda mungkin melihat darah menjadi lebih gelap dan ini normal. Umumnya, semakin lama darah menempel atau mengendap pada sanitasi menstruasi, maka semakin gelap warnanya.
“Selain itu, coklat tua atau hitam biasanya menunjukkan darah yang lebih tua,” kata Dweck. “Proses oksidasi terjadi dari waktu ke waktu dan mengubah warna darah menjadi lebih gelap, temuan umum di akhir siklus.”
Sementara darah menstruasi hitam kemungkinan merupakan tanda darah yang lebih tua, itu juga bisa menjadi indikator penyumbatan vagina. Penyumbatan jenis ini biasanya disertai dengan demam, keputihan yang berbau, dan pembengkakan di sekitar vagina.
Merah Muda Terang
Untuk darah haid yang berwarna merah muda terang, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter dan memeriksakan diri di beberapa laboratorium medis. Warna merah muda terang pada siklus haid bisa disebabkan oleh darah haid yang bercampur dengan cairan serviks, bersama dengan penurunan berat badan yang signifikan.
“Merah muda yang sangat terang, dengan tekstur berair juga bisa menandakan anemia atau darah rendah akibat kekurangan zat besi,” kata Dweck. “Ini biasanya terjadi pada mereka yang diet rendah zat besi.”
Abu-Abu atau Hijau
Tidak seperti warna merah, darah haid berwarna abu-abu atau hijau adalah red flag. Darah menstruasi abu-abu mungkin menunjukkan vaginosis bakteri, sehingga pasien harus mendapatkan perawatan medis dengan tepat.
“Warna abu-abu atau kehijauan mungkin menandakan infeksi,” kata Dweck. “Kondisi ini mungkin disertai dengan bau, gatal, atau iritasi pada vagina.”
Anda tahu tubuh Anda lebih baik daripada orang lain. Jika Anda mengalami menstruasi untuk sementara waktu, maka Anda mungkin akrab dengan warna dan bau yang menyertai siklus Anda.
“Mempelajari siklus Anda dan konsistensinya, warna, bau, dan kondisi lainnya akan membantu ketika mencari ketidakkonsistenan,” kata Shepherd.
Sementara perubahan warna penting untuk mengenali potensi masalah, Murrain mengatakan untuk mengawasi pendarahan berat. Ini biasanya ditandai lebih sering mengganti pembalut dalam waktu kurang dari dua jam, pusing, kelelahan berlebih, dan kelemahan yang terkait dengan siklus menstruasi.
“Selain itu, waspadai jika darah haid menggumpal, kram parah, pendarahan yang berlangsung lebih dari delapan hari, perdarahan di antara siklus menstruasi Anda, dan keputihan yang tidak normal dengan perdarahan Anda,” tambah Murrain.
Jika salah satu dari ini muncul, penting untuk menjadwalkan janji temu dengan dokter kandungan Anda. Melakukan pap smear dan pemeriksaan tahunan untuk memastikan semuanya sehat sehubungan dengan siklus menstruasi Anda dan kesehatan reproduksi juga penting.
[1] Surmiasih & Depin Priyati. 2018. Pengetahuan Tentang Menstruasi dengan Upaya Penanganan Disminorea pada Siswi MTS Al-Hidayah Tunggul Pawenang Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu. Midwifery Journal STIKes Aisyah Pringsewu, Vol. 3(1): 48-53.


Leave a comment