Kenalkan Coolsculpting, Metode Baru Pangkas Lemak Tubuh
Obesitas merupakan sebuah keadaan dengan akumulasi lemak tidak normal atau berlebihan, sehingga mengganggu kesehatan dan dapat menjadi penyakit yang sulit diatasi.[1] Selain itu, kegemukan juga membuat beberapa orang merasa kurang percaya diri dengan penampilannya. Untungnya, saat ini sudah muncul sebuah metode baru yang diklaim mampu memangkas lemak di tubuh dan membuat bentuk tubuh menjadi langsing, yakni coolsculpting.
Manfaat Coolsculpting
Dilansir dari HuffPost, coolsculpting merupakan prosedur untuk mengurangi lemak tubuh secara non-invasif yang hanya membutuhkan waktu sekitar 35 hingga 45 menit di area tubuh yang diinginkan. Metode pembekuan lemak ini dinilai cepat, mudah, dan praktis. Tak hanya itu, coolsculpting diklaim dapat menghilangkan hingga 25% lemak di area paha, perut, dan lengan. Namun, menurut seorang asisten profesor dermatologi dari University of Connecticut Health, tidak semua orang mendapatkan manfaat yang baik ketika mencoba metode ini. Consulting hanya akan bekerja secara efektif bagi orang yang tepat.
Teknologi coolsculpting disebutkan berasal dari para peneliti di Harvard Medical School dan Massachusetts General Hospital. Para peneliti mengamati ketika anak-anak mengisap es loli yang membuat bagian dalam pipi mereka mengecil karena dingin. Hawa dingin dari es loli secara selektif membuat tampilan pipi menjadi lebih tirus.
Dengan pengamatannya, para cendekiawan menyadari bahwa criolipolisis (penggunaan suhu dingin untuk memecah sel-sel lemak) dapat diimplementasikan dalam pengaturan yang terkontrol untuk mengikis lemak. Inilah yang dimaksud dengan metode coolsculpting mampu mengikis lemak secara selektif.
Prosedur Coolsculpting
Sebelum melakukan coolsculpting, Anda harus memutuskan bagian tubuh mana yang ingin dihilangkan lemaknya. Diketahui, FDA (Food and Drug Administration) telah memperbolehkan coolsculpting untuk mengobati benjolan lemak berlebih di bawah dagu, rahang, paha, perut, panggul, lengan atas, bagian bawah pantat, dan sepanjang punggung. Ini dinilai aman, karena memang bagian tubuh tersebut konon sering menjadi sarang lemak.
Untuk melakukan prosedur coolsculpting, ada dua alat yang dipakai. Aplikator berukuran besar akan dipakai untuk menguras lemak di bagian tubuh bawah, di antaranya area panggul, perut, dan sisi pinggul. Sementara itu, aplikator yang berukuran kecil dipakai untuk mengangkat lemak bagian atas, di antaranya dagu, ketiak, dan garis bra.
Supaya tidak menimbulkan iritasi dan infeksi, dokter biasanya akan mengoleskan gel untuk melapisi kulit bagian tubuh yang akan dikuras lemaknya. Gel ini juga berfungsi sebagai pelindung kulit supaya tidak iritasi. Setelah itu, aplikator akan ditempelkan ke bagian permukaan kulit.
Dermatologist University of Rochester Medical Center bernama Mara Weinstein Velez menjelaskan, aplikator secara selektif membekukan sel-sel lemak di bawah kulit dengan suhu -11 derajat Celcius. Meskipun sangat dingin, suhu pada bagian bawah aplikator yang ditempelkan pada permukaan kulit tidak memengaruhi pembuluh darah, sehingga aman dan tidak berisiko pecah pembuluh darah.
Sementara beberapa orang tidak merasakan apa-apa saat menjalani prosedur coolsculpting, mereka dengan kulit sensitif merasa tersengat di bagian kulit yang ditempeli aplikator. Tak hanya itu, ada orang merasakan sensasi seperti kulitnya ditarik-tarik dari dalam. Ini adalah hal yang wajar, karena kulit sedang beradaptasi dengan suhu yang dingin.
Prosedur coolsculpting biasanya akan berlangsung sekitar 35 hingga 45 menit, tergantung pada ukuran area tubuh yang dikikis lemaknya. Setelah prosedur selesai, lemak akan dikeluarkan melalui sistem limfatik ke hati dan dihilangkan melalui feses. Setelah melakukan prosedur coolsculpting, pasien dianjurkan untuk memijat area yang baru dipangkas lemaknya.
Awalnya, mungkin pasien akan merasakan dingin di bagian tubuhnya, tetapi lama-kelamaan perasaan ini akan hilang dengan sendirinya. Pemijatan bisa dilakukan secara manual atau menggunakan alat untuk mengurangi potensi pembengkakan atau memar, sekaligus untuk mempercepat proses penghilangan sel-sel lemak.
Efek samping yang umum terjadi pada pasien setelah melakukan prosedur pengikisan lemak ini adalah kulit yang mati rasa selama beberapa jam, kemerahan, bengkak, dan tidak nyaman. Pada beberapa orang, mungkin ini bisa tidak terjadi, tetapi bisa juga terjadi selama seminggu atau lebih jika menggunakan pakaian ketat setelah menjalani perawatan.
Perlu diketahui pula, prosedur ini tidak dianjurkan untuk Anda yang memiliki kondisi tertentu, seperti daya imun rendah dan memiliki penyakit dalam kronis. Selain itu, untuk hasil yang sangat sempurna, pasien disarankan melakukan treatment coolsculpting lebih dari sekali, khususnya jika memiliki berat badan di atas rata-rata.
[1] Fitria, Dinda Annisa & Khairun Nisa Berawi. 2020. Hubungan Obesitas terhadap Keseimbangan Postural. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia, Vol. 7(2): 76-89.



Leave a comment