Cara Mengatasi Jerawat Hormon Saat Menopause
Jerawat hormon tidak hanya dialami oleh remaja yang sedang dalam masa pubertas, tetapi juga orang dewasa, terutama wanita yang berada dalam masa menopause. Jerawat seperti ini jelas dapat membuat risih atau kurang percaya diri. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?
Penyebab Jerawat Saat Menopause
Dilansir dari HuffPost, jerawat yang muncul pada wanita yang sedang dalam masa menopause diakibatkan oleh perubahan hormon yang memengaruhi kulit. Jerawat hormon saat menopause ini ditandai dengan adanya perubahan lain pada kulit, seperti hiperpigmentasi, flek, kerutan, dan garis halus.
Pada saat Anda menginjak usia 40 atau 50 tahun, mungkin Anda sudah mulai merasakan gejala menopause, antara lain hot flash, perubahan mood yang cepat, dan ketidakstabilan hormon. Hormon estrogen yang berkurang bisa berimbas pada perubahan tekstur kulit. Penurunan estrogen akan membuat kulit menjadi sulit memproduksi minyak dan kolagen.[1] Ini akan membuat kulit Anda menjadi lebih kering, tipis, dan tidak kenyal.
Selain itu, pori-pori kulit, terutama di bagian wajah, akan terlihat lebih lebar dan kendor. Kulit seperti ini rentan terhadap kekeringan dan garis halus. Kondisi kulit yang seperti ini, membuat epidermis menjadi hipersensitif terhadap penyakit kulit atau gangguan kulit lain, mulai dari ruam, dermatitis kontak, rosaceae, hingga jerawat.
Jerawat di usia menopause tentu berbeda dengan jerawat yang muncul pada remaja puber. Jerawat tersebut akan muncul secara berserakan dan memiliki ukuran yang berbeda-beda. Selain itu, jerawat juga lebih sulit hilang dan biasanya membutuhkan waktu lebih dari seminggu untuk benar-benar sembuh.
Jerawat yang muncul pada saat menopause juga sering menyebabkan bekas yang tak kunjung hilang. Bekas jerawat ini berpotensi mengalami hiperpigmentasi dan berisiko permanen. Ini juga disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon estrogen pada tubuh. Selain itu, kadar estrogen yang kurang bisa menyebabkan jerawat mudah meradang.
Cara Mengatasi Jerawat
- Memakai antibiotik topikal yang tidak membuat kulit menjadi kering, antara lain klindamisin, metronidazole, dan azitromisin. Gunakan obat tersebut bersama dengan retinoid untuk mencegah terjadinya hiperpigmentasi akibat bekas jerawat.
- Memakai obat penghambat androgen, yakni spironolakton. Ini tidak hanya membantu mengatasi jerawat, tetapi juga mengatasi kerontokan rambut akibat menopause.
- Sulfur topikal juga bisa menjadi obat yang terbilang mujarab untuk mengatasi jerawat hormon saat menopause. Obat ini akan membantu mengurangi peradangan, membunuh bakteri dan virus penyebab jerawat, serta menghambat androgen baru lainnya.
- Memakai pembersih kulit khusus. Anda bisa mendapatkannya di dokter atau klinik kecantikan. Pembersih untuk mengatasi jerawat saat menopause memiliki bahan yang lembut dan tidak berisiko kekeringan seperti pembersih kulit pada umumnya.
- Asam glikolat cocok untuk Anda yang ingin menghilangkan jerawat sekaligus bekasnya. Bahan tersebut akan mengangkat jerawat dengan cara mengelupas kulit wajah bagian luar. Sehingga, kulit yang baru akan muncul dan membuat wajah menjadi lebih bersih.
- Menggunakan milk cleanser di malam hari adalah cara yang tepat bagi Anda yang ingin membersihkan kulit dari jerawat saat menopause. Milk cleanser dengan kandungan vitamin dan minyak nabati, mampu mengangkat jerawat sekaligus melembapkan kulit. Produk seperti ini juga terbilang baik untuk mengatasi gejala kekeringan pada kulit.
- Hindari penggunaan sabun wajah yang terlalu berbusa. Ini karena produk tersebut bisa mengangkat semua minyak di wajah Anda, sehingga kulit menjadi kering dan rawan mengelupas. Hal ini juga bisa menyebabkan jerawat semakin parah dan meradang.
- Oleskan krim malam yang mengandung gliserin, asam hialuronat, dan ceramides. Produk seperti ini akan membantu menghentikan aktivitas jerawat, sekaligus membuat kulit Anda menjadi lebih bervolume, kenyal, dan elastis. Sehingga, Anda akan terlihat awet muda.
- Pakailah serum yang mengandung asam ferulic, vitamin C, dan vitamin E. Serum seperti ini terbilang ampuh untuk menjaga kesehatan kulit Anda agar terhindar dari jerawat. Selain itu, kandungan pada serum juga mampu membantu proses regenerasi kulit dengan cepat. Sehingga, jerawat dapat lekas sembuh dan tidak kembali lagi.
Selain melakukan cara di atas, Anda juga perlu berkonsultasi ke dokter kulit untuk mendapatkan produk yang sesuai, terutama jika Anda mengalami jerawat yang parah dan cepat meradang. Hasil penggunaan setiap produk di atas mungkin akan berbeda pada tiap individu, tergantung kondisi kesehatan kulit masing-masing.
[1] Norita & Eka Malfasari. Hubungan antara Jerawat (Akne Vulgaris) dengan Citra Diri pada Remaja. Jurnal Keperawatan, Vol. 9(1): 6-12.


Leave a comment