Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Membuat Mudah Lelah

Ilustrasi: kelelahan (pexels: Ron Lach) Ilustrasi: kelelahan (pexels: Ron Lach)

Ada banyak faktor penyebab lelah yang kadang disepelekan begitu saja. Beberapa di antaranya adalah kebiasaan atau hal-hal kecil yang sering dilakukan tanpa sadar, padahal beberapa kegiatan tersebut tidak memerlukan otak untuk berpikir. Lalu, kenapa kebiasaan tanpa pikiran bisa menjadi melelahkan?

Apa Itu Lelah?

Lelah adalah rasa luar biasa atau hilangnya kemauan untuk menghasilkan kekuatan yang maksimal dan ditandai dengan berkurangnya energi, hilang semangat, dan daya tahan turun saat melakukan sebuah pekerjaan.[1] Rasa lelah dibedakan menjadi dua, yakni lelah secara mental dan fisik. Lelah mental biasa disebut dengan lelah umum, sedangkan lelah fisik biasa disebut dengan lelah otot.

Kelelahan umum biasanya ditandai dengan rasa malas untuk melakukan sesuatu, sedangkan lelah otot ditandai dengan nyeri otot atau tegang pada otot. Lelah memang bukan permasalahan yang berat, tetapi jika tidak segera diatasi dan dibiarkan begitu saja, maka bisa mengancam kualitas hidup. Lelah yang menumpuk bisa menyebabkan kelelahan dan mengakibatkan daya konsentrasi menurun.

Ada banyak hal yang menjadi pemicu lelah fisik, seperti pekerjaan yang berat dan terus-menerus. Sementara itu, lelah mental pada umumnya disebabkan kegiatan yang berkaitan dengan pikiran, seperti belajar, mengerjakan tes, atau sekadar mengisi teka-teki silang di koran pagi.

Baca juga:  Bagaimana Cara Mengetahui Bahwa Anda Benar-Benar Jatuh Cinta?

Dilansir dari HuffPost, ternyata ada juga beberapa kebiasaan sepele yang bisa membuat Anda merasa lelah, terutama lelah mental. Pekerjaan ini memang terlihat sangat ringan, bahkan untuk melakukannya, Anda tidak memerlukan bantuan otak atau berpikir. Namun, secara tidak sadar, beberapa orang masih saja menggunakan pikirannya ketika mengerjakan kebiasaan ini dan inilah yang membuat mereka merasa lelah.

Tak hanya itu, sebagian kebiasaan kecil, seperti emosi atau perasaan, juga dapat membuat Anda merasa lelah. Hal ini mungkin tidak Anda sadari, tetapi dengan mengetahui apa saja kebiasaan umum ini, Anda bisa menghindarinya untuk mencegah kelelahan.

Kebiasaan Pemicu Lelah

Ilustrasi: kelelahan (pexels: Ron Lach)

Ilustrasi: kelelahan (pexels: Ron Lach)

  • Menonton acara TV yang menyebabkan emosi. Seperti yang kita ketahui, hampir tidak ada acara TV yang tidak menyebabkan penontonnya emosi. Dengan adanya faktor emosi, sebuah acara TV bisa menarik lebih banyak penonton dan mendapatkan rating yang tinggi. Namun, perlu Anda ketahui jika kebiasaan menonton acara TV seperti ini secara tidak sadar membuat otak Anda bekerja lebih keras untuk mencerna informasi yang disampaikan. Hal inilah yang membuat Anda merasa mudah lelah setelah menonton acara TV tertentu, di antaranya berita kriminal, sinetron, dan film.
  • Menunggu terlalu lama di antara waktu makan. Jangan terlalu lama memberi jeda antara makan pagi, siang, dan malam. Hal ini karena pasokan energi cadangan yang dihasilkan setiap waktu makan, diketahui hanya mampu bertahan hingga enam jam. Terlalu lama tanpa makanan dapat memicu mekanisme biologis dan psikologis yang menyebabkan kelelahan, baik secara mental maupun fisik. Secara umum, Anda direkomendasikan memberi jeda antara makan tidak lebih dari lima jam.
  • Bekerja di meja yang berantakan. Bekerja di lingkungan yang kurang mendukung, seperti meja yang tidak rapi, ternyata juga bisa menyebabkan lelah mental. Hal ini karena Anda tidak bisa fokus dengan baik terhadap apa yang Anda kerjakan, sehingga membuat otak harus bekerja lebih keras supaya pikiran menjadi fokus. Inilah pentingnya merapikan meja kerja sebelum atau sesudah bekerja.
  • Terlalu sering menelepon atau ditelepon. Menelepon dan ditelepon adalah sebuah kebiasaan yang sepele dan tidak membutuhkan banyak pikiran. Namun, jika terlalu sering, konon dapat membuat otak Anda harus bekerja lebih keras. Sistem saraf yang tadinya santai, menjadi tegang ketika Anda menerima panggilan telepon atau menelepon orang. Hal ini terkait pada informasi yang harus diproses otak dengan cepat dan disinkronkan dengan kata-kata yang harus Anda ucapkan. Sebagai solusi, Anda bisa menggunakan SMS atau chatting via online sebagai pengganti telepon.
  • Tidur dengan lampu menyala. Ada beberapa orang yang tidak bisa tidur jika lampu kamar dimatikan. Namun, pencahayaan lampu yang remang-remang hingga terang di malam hari, diklaim mampu menghambat pelepasan melatonin di otak. Hormon ini yang membuat Anda merasa mengantuk dan ingin tidur. Jika hormon terhambat, maka siklus tidur akan terganggu dan inilah yang akan membuat Anda merasa mudah lelah di siang hari.
Baca juga:  Jangan Sampai Tertipu, Ini Ciri-ciri Bedak Kelly Palsu

Hindari kebiasaan-kebiasaan kecil di atas supaya Anda tidak mudah lelah. Mudah lelah tidak hanya membuat aktivitas Anda terganggu, tetapi juga daya imun menurun. Hal ini juga yang menjadi alasan beberapa orang mudah terserang penyakit saat tubuhnya lelah. Selain itu, Anda bisa mengonsumsi suplemen atau minuman berenergi untuk mengusir lelah.

[1] Nisa, Agustina Zahrotun & Tri Martiana. 2013. Faktor yang Memengaruhi Keluhan Kelelahan pada Teknisi Gigi di Laboratorium Gigi Surabaya. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Universitas Airlangga, Vol. 2(1): 61-66.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*