Hamil atau Tidak Ya? Begini Cara Menggunakan Test Pack Onemed yang Benar
Test pack menjadi salah satu alat yang perlu dimiliki oleh pasangan suami-istri yang hendak memiliki momongan. Dengan test pack, Anda dapat dengan cepat mengetahui apakah Anda positif hamil atau tidak hanya dengan mengandalkan urine.
Sekarang tes kehamilan dengan urine dapat dilakukan sendiri di rumah ataupun di laboratorium. Bahkan, alat-alat tes kehamilan banyak dijual di apotik dengan harga yang bervariasi. Semakin mahal harga test pack tersebut, biasanya tingkat keakuratannya semakin tinggi. Test pack merupakan salah satu pilihan yang sering dilakukan banyak pasangan karena penggunaannya yang mudah. Anda dapat melakukan test pack kurang lebih 10 hari setelah persetubuhan pada masa subur.
Meskipun terdapat berbagai macam jenis test pack (yang berbentuk strip, seperti pena, batangan kecil, dan sebagainya), tetapi pada prinsipnya cara kerja test pack tersebut sama, yaitu untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan HCG (Human Chorionic Gonadotropin) di dalam tubuh ibu. Jika memang hamil, hormon ini terdapat di dalam urine dan darah. Peningkatan HCG akan terjadi kurang lebih seminggu setelah ovulasi. Jadi, disarankan agar Anda melakukan tes ini minimal tujuh hari setelah ovulasi. Jika kurang dari seminggu kemungkinan besar hasil yang diperoleh tidak akurat.[1]
Test pack relatif mudah diperoleh. Di apotik dan supermarket tersedia berbagai macam test pack yang mudah digunakan. Anda tinggal mencelupkan atau menetesinya dengan urine Anda dan tunggu selama beberapa menit sampai muncul tanda positif negatif atau berapa jumlah strip muncul (baca petunjuk pemakaiannya dengan saksama sebelum menggunakannya). Tes ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari dengan menggunakan urine pertama. Mengapa demikian? Karena pada pagi hari tubuh Anda belum ‘tercemar’ makanan pagi di mana ada lemak, protein, ada gula, juga ada mineral yang ditambahkan pada waktu sarapan.[2]
Penggunaan test pack kehamilan untuk mendeteksi kehamilan di usia dini cukup akurat. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan test pack urine memberikan hasil tidak akurat atau positif palsu. Jika urine test pack digunakan pada wanita yang berumur mendekati masa menopause, tes urine ini kadang memberikan hasil positif palsu. Selain itu, ini bisa terjadi jika cara penyimpanan test pack ini tidak benar.
Jika test pack ini digunakan terlalu dini di awal kehamilan, tes akan memberikan hasil yang negatif. Hormon HCG yang dihasilkan janin masih terlalu sedikit atau di bawah kadar yang bisa dideteksi dengan test pack urine tersebut. Jangan gunakan wadah yang cukup panas untuk menampung urine yang akan dites, karena hasilnya juga akan bias. Gunakan wadah sesuai suhu ruangan.[3]
Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, ada banyak merek test pack di pasaran, salah satu yang terbaik adalah merk Onemed. Harga tes kehamilan Onemed cukup murah, hanya berkisar Rp4 ribuan saja di Apotek K24. Berikut informasi cara pakai test pack Onemed yang benar.
Cara Penggunaan Test Pack Onemed
- Sediakan wadah yang telah dibersihkan untuk menampung air seni. Lebih disarankan untuk menampung air seni yang pertama kali keluar di pagi hari.
- Tampung sebagian air seni Anda, lalucelupkanOneMed strip ke dalam air seni Anda selama 30 detik. Jangan melebihi batas maksimum yang tertera pada strip.
- Angkat strip, kemudian diamkan selama 1-3 menit.
- Baca hasil yang terdapat pada strip, apabila terdapat 1 garis berwarna merah muda hingga merah menandakan negatif (tidak hamil). Sedangkan jika terdapat 2 garis pada strip menandakan Anda positif (hamil).
- Jangan membaca hasil setelah 5 menit.
- Disarankan menggunakan test pack minimal pada saat 7 hari setelah berhubungan.
Bagaimana? Cukup mudah bukan cara penggunaan test pack Onemed? Anda bisa membeli test pack Onemed di toko obat atau apotek terdekat yang ada di sekitar tempat tinggal Anda.
[1]Siswosuharjo, S dkk. 2010. Panduan Super Lengkap Hamil Sehat. E Martanto, editor. Jakarta: Penebar Plus, hlm 28.
[2]Ibid., hlm 29.
[3] Rahmatullah, I dkk. 2016. Menjalani Kehamilan & Persalinan yang Sehat. Syafaruddin M, editor. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 67.


Leave a comment