Apa Benar Minuman Soda Diet 0 Kalori Lebih Sehat?
Minuman bersoda atau biasa disebut dengan minuman karbonasi adalah jenis minuman ringan yang dihasilkan melalui penambahan gas-gas karbonasi ke dalam minuman untuk memberikan efek kesegaran ketika haus.[1] Sementara minuman bersoda biasa dianggap kurang sehat, banyak orang beralih ke minuman soda diet 0 kalori. Namun, apa benar minuman soda zero kalori lebih sehat dibanding minuman berkarbonasi biasa?
Soda Diet 0 Kalori Bukan Berarti Sehat
Bagi orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan, jumlah kalori dalam makanan sangat penting. Sayangnya, jumlah kalori pada minuman bersoda tidaklah sedikit. Hal ini membuat sebagian orang beralih ke minuman soda zero kalori yang diklaim lebih sehat karena dikatakan tidak mengandung kalori.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, masalah yang ada pada minuman berkarbonasi bukan hanya terletak pada jumlah kalorinya. Jika Anda minum dua kaleng minuman soda 0 kalori setiap hari, Anda bisa menghilangkan 280 kalori dalam tubuh dan jika dihitung, ada sekitar 8.400 kalori selama sebulan yang Anda kikis dalam tubuh Anda. Dengan kalori yang semakin berkurang, berat badan Anda akan turun hampir setengah pon per bulan.
Mungkin Anda akan bahagia dengan hasil diet yang dibantu minuman soda diet. Namun, ada efek samping yang perlu Anda khawatirkan. Soda zero kalori yang dimaniskan secara artifisial dapat membuat Anda merasa ingin makanan manis dan berkalori tinggi. Sehingga, meskipun jumlah kalori yang turun cukup banyak, kalori yang akan masuk dari makanan lain juga bisa bertambah banyak.
Dapat dikatakan, beralih ke minuman soda diet bukanlah pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan. Anda justru bisa merusak pola diet Anda dan berat badan akan semakin bertambah. Selain itu, ditemukan kandungan aspartam atau pemanis buatan pada minuman soda zero kalori yang diketahui mampu merusak bagian otak tertentu, sehingga Anda akan mengalami gejala sulit berhenti makan.
Risiko kesehatan lain yang disebabkan minuman soda diet dengan kandungan pemanis buatan adalah risiko kanker jenis tertentu, penyakit kardiovaskular, dan masalah ginjal. Untuk itu, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi minuman soda diet secara berlebihan.
Soda Diet Tingkatkan Berat Badan
Sebuah studi yang dirilis pada 2017 lalu mengungkapkan fakta menarik mengenai alasan orang bisa memiliki berat badan berlebihan meskipun sudah beralih ke minuman soda diet. Pada penelitian ini, cendikiawan menggunakan tikus sebagai bahan percobaannya. Supaya hasilnya akurat, selama lebih dari setahun, tikus jantan diberi empat jenis minuman, termasuk air berkarbonasi biasa dan soda diet.
Tikus yang minum minuman berkarbonasi biasa atau diet, ternyata memiliki nafsu makan yang tinggi dibanding tikus yang hanya minum air biasa. Nafsu makan yang tinggi pada tikus disebabkan peningkatan jumlah ghrelin di jaringan perut. Ghrelin adalah hormon yang mengontrol rasa lapar dan jumlahnya bisa meningkat atau menurun. Jika ghrelin di perut jumlahnya sedikit, maka tikus tidak akan makan dalam jumlah banyak.
Uji coba ini telah dikembangkan dan diaplikasikan pada 201 siswa laki-laki. Mereka dibagi ke dalam kelompok peminum soda biasa, soda diet, dan air biasa. Hasil percobaan yang dilakukan pada 20 siswa laki-laki ini hasilnya sama persis dengan penelitian yang dilakukan pada tikus.
Meskipun penelitian ini tidak menilai asupan makanan atau perubahan berat badan siswa setelah meminum berbagai jenis minuman, peningkatan kadar ghrelin setelah minum minuman berkarbonasi membuat masuk akal bahwa minuman ini dapat menyebabkan kelaparan, peningkatan konsumsi makanan, dan penambahan berat badan.
Minuman berkarbonasi bisa mendorong tubuh Anda untuk melepaskan lebih banyak ghrelin, karena sel-sel perut sangat sensitif terhadap tekanan yang diberikan karbondioksida dalam minuman. Ini ditandai dengan sendawa yang bisa Anda rasakan secara langsung setelah minum minuman bersoda.
Sebagai saran, untuk Anda yang benar-benar ingin menurunkan berat badan, sebaiknya hindari minuman bersoda. Semua jenis minuman bersoda, termasuk yang tidak mengandung kalori, bukanlah jaminan untuk menurunkan berat badan. Sebagai gantinya, pilihlah minuman yang lebih sehat dan tidak mengandung karbondioksida, seperti air mineral, teh tanpa gula, dan jus buah tanpa gula. Selain minuman-minuman ini lebih sehat, Anda tidak akan memiliki nafsu makan yang tinggi setelah minum.
[1] Tooy, Gracia Ch. 2016. Gambaran Pengetahuan Keluarga tentang Bahaya Minuman Bersoda bagi Kesehatan di RT 04 Lingkungan 02 Kelurahan Tapuang Kecamatan Tahuna Timur. Jurnal Ilmiah Tindarung P3M Politeknik Negeri Nusa Utara, Vol. 2(2): 71-75.



Leave a comment