Benarkah Konsumsi Mie Instan Bahaya Bagi Perempuan?
Hampir setiap orang pernah mencicipi kelezatan mie instan. Produk satu ini tersedia dalam berbagai merek dan varian rasa yang praktis cara penyajiannya. Akan tetapi, di balik kelezatan dan kepraktisannya itu, kabarnya ada bahaya yang mengintai bagi perempuan yang terlalu sering makan mie instan.
Mi instan merupakan salah satu perkembangan produk mi yang sudah dimasak terlebih dahulu dengan minyak, dan bisa dipersiapkan untuk dikonsumsi hanya dengan menambahkan air panas dan bumbu sudah ada dalam sepaket mi instan. Mi instan merupakan satu makanan cepat saji yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Tercatat sekitar 97,7 triliun bungkus mi dikonsumsi di seluruh dunia pada tahun 2015.
Mi instan tergolong sebagai makanan yang tinggi kalori, natrium, dan lemak. Mi instan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat, padahal apabila terbiasa mengonsumsi mi instan secara terus menerus akan berpengaruh pada gangguan kesehatan akibat berbagai jenis bahan tambahan pangan ataupun tingginya kandungan yaitu natrium dan kalori dalam mi instan.
Semua masakan yang serba instan kurang baik apabila dikonsumsi secara berlebihan. Kandungan MSG dan garam yang tinggi dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap kesehatan. Namun demikian mi instan bukan makanan yang berbahaya apabila bijak dalam mengkonsumsinya. Selain itu proses pengolahan mi instan juga sangat berpengaruh terhadap nilai gizi maupun kandungan dalam semangkok mi instan. Hal ini berkaitan dengan efek mutagenik yang timbul akibat MSG yang dipanaskan. Mi instan perlu pengolahan yang baik dan aman sehingga mi instan yang diolah tidak berbahaya bagi kesehatan saat dikonsumsi.[1]
Di balik kelezatan rasa yang diberikan oleh mie instan, terdapat beberapa zat berbahaya yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan tubuh. Namun banyak orang yang tidak mengetahui bahkan mengabaikan. Mengonsumsi mie instan dalam jumlah banyak dan jangka waktu yang lama dapat menimbulkan penimbunan zat adiktif yang terkandung dalam makanan instan pada tubuh mereka.
Mie instant belum dapat dianggap sebagai makanan penuh (wholesome food) karena belum mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang bagi tubuh. Mie yang terbuat dari terigu mengandung karbohidrat dalam jumlah besar, tetapi sedikit protein, vitamin, mineral dan serat. Hal yang perlu diingat adalah fungsi pemenuhan kebutuhan gizi mie instant hanya dapat diperoleh jika ada penambahan sayuran dan sumber protein.[2]
Bahaya Mie Instan Bagi Perempuan
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Harvard dan Baylor seperti diterbitkan dalam Journal of Nutrition, mi instan memiliki peluang untuk meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Dalam penelitian yang dilakukan di Korea Selatan itu menemukan bahwa sebagian wanita Korea Selatan berisiko tinggi mengalami sindrom metabolik. Sementara, penemuan tersebut tak ditemukan pada partisipan pria.
Pemicu munculnya sindrom metabolik sendiri adalah zat Tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ) yang terkandung dalam mi instan. Sindrom metabolik menimbulkan efek peningkatan gula darah dan tekanan darah. Hal ini juga meningkatkan risiko diabetes, stroke, hingga penyakit jantung. “Meskipun mi instan adalah makanan yang nyaman dan lezat, ada peningkatan risiko sindrom metabolik karena adanya natrium yang tinggi, lemak jenuh yang tak sehat serta beban gilkemik,” ucap Hyun Shin, dokter Harvard Public Health dan salah satu penulis penelitian, seperti dilansir Liputan6.
Selain itu, konsumsi mi instan dikaitkan erat dengan risiko obesitas dan kolesterol pada wanita. Hal ini ditengarai karena hubungannya dengan kemasan mi yang mengandung BPA. Kandungan BPA akan menjadi disruptor endokrin yang dapat memengaruhi tingkat hormon estrogen perempuan. Di samping itu, tubuh perempuan disebut lebih sensitif terhadap efek dari karbohidrat, sodium, dan lemak jenuh, khususnya pasca-menopause. Hal ini juga berpengaruh lantaran perempuan dinilai kurang aktif secara fisik.
Tak cukup sampai di situ, mie instan pun disebut berbahaya karena berpotensi menyebabkan kerusakan hati, gagal ginjal, menurunkan metabolisme, menghambat penyerapan nutrisi, hingga menyebabkan kanker.
[1]Qodariyah, N dkk. 2017. Identifikasi Faktor Risiko Gangguan Kesehatan Akibat Konsumsi Mi Instan Pada Mahasiswa Universitas Diponegoro. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal). 5(2): 174-179.
[2] Kencana, D. 2017. Pengaruh Mie Instan Bagi Kesehatan Anak Kos Di Jalan Garuda Induk, Kec. Padang Utara, Kota Padang [Skripsi]. Padang (ID): Universitas Negeri Padang.


Leave a comment