Hindari Iritasi, Ini Cara Tepat Pakai Lensa Kontak
Lensa kontak atau softlens adalah alat bantu koreksi penglihatan, kosmetik, dan optik sebagai pengganti kacamata.[1] Memiliki banyak fungsi dan keunggulan, cara pakai lensa kontak yang tidak tepat ternyata bisa membuat mata iritasi. Meskipun merupakan efek samping yang umum, tetapi bisa menjadi berbahaya jika tidak segera diatasi.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, sebagai pengganti kaca mata, lensa kontak lebih nyaman dipakai saat melakukan berbagai aktivitas, mulai dari berkendara, olahraga, dan belajar. Namun, ada laporan mengenai infeksi yang umum pada pengguna softlens yang mampu mengancam penglihatan dan menjadi masalah yang besar.
Iritasi bisa terjadi karena banyak faktor dan salah satunya adalah kesalahan ketika memilih jenis kontak lens. Diketahui, ada banyak varian lensa kontak di pasaran, seperti softlens keras, lembut, harian, tahan lama, dan sekali pakai. Pilihlah varian kontak lens sesuai dengan kebutuhan dan sesuaikan durasi penggunaannya jika tidak ingin timbul masalah seperti berikut.
Iritasi Lensa Kontak
- Nyeri pada mata.
- Bengkak di area mata.
- Penglihatan kabur.
- Terlalu peka (hipersensitif) terhadap cahaya.
- Konjungtivitis (mata merah).
- Ulkus kornea (cedera pada bagian depan mata).
- Keratitis infeksius (radang kornea akibat infeksi).
Meskipun iritasi jaringan ringan seperti di atas bisa hilang dengan sendirinya dalam waktu kurang dari seminggu, tak jarang orang merasakannya selama sebulan. Hal ini karena meskipun mereka merasa ada yang salah dengan matanya, mereka tetap menggunakan lensa kontak. Biasanya, ini karena kosmetika dan tidak memiliki alat bantu penglihatan lain.
Selain diharuskan melepas lensa kontak saat mengalami iritasi, Anda tidak dianjurkan memakai softlens terlalu lama, baik saat kondisi mata Anda sehat maupun sakit. Kasus iritasi pada mata konon sering terjadi akibat penggunaan lensa kontak yang terlalu lama, apalagi dipakai saat tidur.
Tidur dengan lensa kontak diklaim bisa menyebabkan gangguan penglihatan seperti ulkus, keratitis menular, rasa sakit, infeksi kornea, hingga kehilangan penglihatan atau buta. Infeksi parah seperti ini tidak bisa diobati hanya dengan menggunakan obat mata biasa dan melepas softlens, tetapi harus dilakukan pemberian antibiotik secara berkepanjangan. Jika kehilangan penglihatan, maka harus dilakukan operasi transplantasi kornea.
Tentunya, biaya yang dihabiskan untuk pengobatan mata seperti ini cukup besar dan waktu yang dibutuhkan selama proses penyembuhan tidaklah sebentar. Nah, daripada mengobatinya, memang lebih baik mencegahnya. Salah satu cara untuk mencegah iritasi ringan dan kronis akibat pemakaian kontak lensa adalah dengan menggunakan softlens secara tepat.
Cara Pakai Lensa Kontak
- Jangan asal pilih kontak lens tanpa mengetahui kondisi mata Anda, sehingga Anda harus pergi ke dokter mata terlebih dahulu. Periksa mata adalah langkah awal untuk mengetahui jenis lensa kontak yang paling cocok untuk mata Anda.
- Bagi Anda yang masih pemula, biasanya dokter akan menyarankan memakai softlens khusus untuk mata sensitif. Produk seperti ini biasanya berbahan lebih halus dan tidak mudah robek, sehingga aman dipakai.
- Cuci tangan Anda sebelum menyentuh softlens dan ini sangat penting untuk menghindari kontaminasi bakteri dari tangan ke lensa kontak dan mata. Bakteri dan kuman adalah salah satu penyebab infeksi mata merah menular.
- Jangan biarkan produk make up dan skincare tertransfer ke kontak lens. Sebagai tips, pasang lensa Anda sebelum merias wajah dan lepaskan lensa kontak Anda sebelum menghapus riasan Anda.
- Jaga kebersihan softlens dengan cara rutin membilas air dan mencuci kontak lens. Selain itu, letakkan lensa kontak pada kontainer khusus di ruangan bersuhu normal dan berhawa sejuk. Hindari tempat yang lembap dan terlalu panas, karena bisa merusak produk.
- Jangan terlalu sering memakai lensa kontak dan Anda harus memperhatikan masa kedaluwarsa produk. Jangan pakai kontak lens yang sudah melebihi masa pemakaian, karena bisa membuat mata iritasi dan terasa tidak nyaman saat dipakai.
- Pastikan Anda tidak memakai softlens terbalik, dan ini kerap dialami oleh pemula. Kontak lensa memiliki dua sisi, sisi yang paling cembung adalah sisi bagian luar dan sisi yang terlihat datar adalah sisi bagian dalam.
Setelah Anda bisa memakai softlens dengan tepat, Anda harus rajin memeriksakan mata Anda. Secara umum, dokter akan menyarankan pengguna lensa kontak memeriksakan mata minimal setahun sekali, khususnya bagi mereka yang memiliki gangguan penglihatan, seperti rabun jauh, rabun dekat, dan silinder.
[1] Pratiwi, Devi. 2020. Analisis Penggunaan Lensa Kontak Mata pada Remaja (Skripsi). Program Studi SI Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang.



Leave a comment