Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi Jerawat Pustula

Ilustrasi: masalah jerawat di wajah (sumber: thanhnien.vn) Ilustrasi: masalah jerawat di wajah (sumber: thanhnien.vn)

Benjolan dengan nanah dan terasa nyeri atau gatal adalah ciri dari jerawat pustula. Jerawat yang biasa disebut dengan jerawat bernanah tersebut terbilang agak sulit untuk disembuhkan. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena ada beberapa cara ampuh untuk mengatasi dan menghilangkannya, mulai dari memakai skincare, treatment khusus, hingga obat salep.

Gejala dan Penyebab Jerawat Pustula

Dilansir dari HelloSehat, jerawat pustula atau jerawat nanah adalah benjolan kecil di permukaan kulit yang berisi nanah. Sekilas, jerawat ini hampir sama dengan komedo, tetapi ukurannya lebih besar dengan puncak berwarna keputihan dan kemerahan di sekitarnya. Umumnya, jerawat pustula muncul di area wajah, seperti kening, hidung, dan dagu. Namun, ada juga jerawat bernanah yang muncul di area dada dan punggung.

Jerawat pustula bisa terjadi pada siapa saja. Namun, jerawat bernanah lebih sering menyerang remaja pada masa pubertas dan ini adalah salah satu jerawat yang termasuk inflamasi parah. Sebelum mengobati jerawat pustula, Anda perlu mengetahui tanda atau gejalanya karena akan mempermudah Anda untuk mencari jenis perawatan yang cocok.

Masih dari sumber yang sama, jerawat pustula ditandai dengan adanya benjolan besar yang lebih besar daripada komedo. Secara umum, benjolan ini memiliki diameter sekitar 5 hingga 10 mm. Bagian puncak benjolan berwarna putih seperti komedo dan cenderung tertutup atau di bawah pori. Kulit di sekeliling jerawat tampak kemerahan akibat peradangan dan terasa nyeri saat disentuh. Tak jarang, jerawat bernanah muncul bersamaan dengan jerawat papula.

Baca juga:  Diklaim Bikin Komedo Lenyap, Apakah Efek Samping Hut Mun Gel?

Gangguan tersebut bisa muncul setiap saat dan disebabkan oleh penyumbatan pori-pori atau folikel rambut. Jika sebum yang dihasilkan kelenjar sebasea berlebihan, maka sebum tidak bisa keluar dan terjebak di dalam pori-pori. Kondisi ini mengakibatkan bakteri jerawat di permukaan kulit memakan sebum dan terus berkembang biak. Aktivitas bakteri inilah yang menyebabkan infeksi berupa jerawat pustula.

Ilustrasi: masalah jerawat di wajah (sumber: purplle.com)

Ilustrasi: masalah jerawat di wajah (sumber: purplle.com)

Selain itu, jerawat bernanah juga disebabkan oleh reaksi alergi terhadap makanan atau gigitan serangga. Adanya nanah pada jerawat muncul dari aktivitas sel darah putih sebagai sistem pertahanan dan kekebalan tubuh. Sel darah putih yang mati dan kalah melawan penyebab alergi dan racun serangga, akan berubah menjadi nanah di dalam pori-pori.

Dilansir dari ALODOKTER, jerawat bernanah juga disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurang menjaga kebersihan kulit, wajah sering berkeringat, perubahan hormon, kehamilan, stres, dan terlalu banyak mengonsumsi makanan manis. Selain itu, jerawat pustula juga bisa diakibatkan oleh pemakaian sabun dan pelembap yang tidak cocok.

Baca juga:  Serupa Tapi Tak Sama, Ini Lho Perbedaan Toner Dan Face Tonic (Astringent)

Bagi Anda yang mengalami jerawat pustula, sebaiknya Anda segera mengobatinya. Sebagai tips, usahakan untuk tidak sering menyentuh jerawat meskipun terasa gatal. Selain itu, Anda dilarang memencet jerawat, terutama jika tangan Anda tidak steril. Memencet jerawat bernanah memang bisa mengeluarkan nanahnya, tetapi tidak menuntaskan masalah Anda dengan efektif.

Tindakan memencet jerawat pustula bisa membuat sebagian cairan nanah masuk lebih dalam ke pori-pori kulit dan bisa berisiko menyebar ke area sekitar. Ini akan membuat jerawat meradang dan membesar. Memencet juga bisa menambah jumlah kuman di jerawat, sehingga jerawat semakin parah dan membekas dalam waktu cukup lama. Lalu, bagaimana cara mengatasi jerawat pustula?

Cara Mengatasi Jerawat Pustula

  • Sebaiknya gunakan obat jerawat dengan kandungan benzoil peroksida dalam bentuk obat oles krim atau gel untuk mempercepat kesembuhan. Obat tersebut bisa dioleskan ke kulit yang berjerawat secara tipis-tipis untuk menghindari overdosis.
  • Gunakan obat antibiotik oral (minum) seperti doxycycline dan juga obat antibiotik topikal atau oles secara bersamaan.[1] Pemakaian antibiotik sebaiknya tidak lebih dari 8 minggu untuk mencegah bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik.
  • Pada kasus jerawat pustula parah, dokter mungkin akan menganjurkan pasien untuk melakukan terapi fotodinamik (PTD). Terapi ini merupakan salah satu treatment untuk menghilangkan jerawat sekaligus bekasnya menggunakan larutan tertentu selama 15 menit hingga 3 jam.
Baca juga:  Info Terbaru Nutrijell untuk Diet, Benarkah Bisa Bikin Langsing?

Selain melakukan cara di atas, Anda juga bisa memakai bahan-bahan alami sebagai obat penghilang jerawat, antara lain lidah buaya, kunyit, dan jeruk lemon. Sebagai tips agar rasa nyeri pada jerawat berkurang, hindari penggunaan kosmetik atau skincare dengan kandungan minyak nabati, alkohol, dan parfum atau fragrance. Pastikan juga Anda tidak mudah stres dan mengurangi makanan yang mengandung banyak gula.

[1] Puteri, Aida Gustika & R. M. Herdian Bhakti. 2019. Penggunaan Certainty Factor dalam Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Jerawat. Jurnal Ilmiah Intech Information Technology Journal of UMUS, Vol. 1(2): 86-96.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*