Punya Warna yang Memikat, Apa Saja Manfaat Tanaman Palem Merah?
Menanam tanaman hias di pekarangan rumah memang bisa menambah unsur estetik bagi sebuah hunian. Namun demikian, Anda tak boleh sembarangan memilih tanaman hias. Bagi Anda yang ingin merasakan manfaat, baik dari segi kesehatan maupun feng shui, Anda mungkin dapat mempertimbangkan untuk menanam palem merah di rumah.
Palem merah (Cyrtostachys lakka Becc.) adalah tanaman hias populer yang pelepah daunnya merah menyala dan kadang dikenal dengan nama Pinang Merah. Palem merah merupakan tanaman asli Indonesia. Palem merah atau pinang merah biasa digunakan sebagai tanaman hias yang ditanam di pekarangan rumah. Keistimewaan palem merah terletak pada pelepah dan tulang daun yang berwarna merah menyala.
Palem merah tumbuh berumpun dengan tinggi berkisar antara 6-14 meter. Batangnya ramping. Daunnya berwarna hijau cemerlang, bersirip agak melengkung dengan anak-anak daun agak kaku. Perbanyakan jenis palem ini bisa dilakukan dengan menggunakan biji ataupun dengan memisahkan anakan.[1]
Jenis palem ini merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh di hutan rawa dataran rendah sampai pada daerah dengan ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Untuk mempertahankan warna merah, palem ini ditanam di tempat yang terik.[2]
Palem merah atau pinang merah ditetapkan menjadi flora maskot dari Provinsi Jambi. Sayangnya, keberadaan pinang merah di habitat aslinya terancam, lantaran eksploitasi besar-besaran untuk diperdagangkan sebagai tanaman hias. Palem ini termasuk salah satu dari 14 jenis palem yang dilindungi di Indonesia.
Palem merah tumbuh di daerah tropis dan tersebar di Indonesia (Sumatra dan Kalimantan), Malaysia, dan Thailand. Palem merah atau pinang merah sering digunakan sebagai tanaman hias yang ditanam di pekarangan rumah atau dijadikan bonsai. Bagi sebagian masyarakat Jambi, pinang merah dipercaya mempunyai khasiat gaib, yaitu dapat menolak segala bala dan guna-guna apabila ditanam di depan rumah.[3]
Manfaat Palem Merah
Tak seperti tanaman buah, palem merah memang bukan tumbuhan yang bisa dikonsumsi. Meski demikian, tanaman yang tergolong jenis palem-paleman ini tetap saja menyimpan aneka kegunaan. Jika ditinjau dari segi kesehatan, tanaman palem merah disebut dapat menyerap zat-zat kimia yang negatif seperti xylene dan formaldehyde dari karpet atau perabotan baru. Oleh sebab itu, palem merah dapat diletakkan di luar atau dalam ruangan.
Nah, hal lain yang kerap dikaitkan dengan fungsi palem merah tentu saja aspek fengshui. Apabila ditinjau dari segi feng shui, palem merah adalah tanaman yang mempunyai elemen api. Konon katanya menanam palem merah di pekarangan rumah bisa membawa keberuntungan atau rezeki bagi penghuninya. Palem merah disebut-sebut dapat menaikkan kedudukan, pangkat, dan derajat sang penghuni rumah.
Kemudian, palem merah menurut fengsui juga dipercaya bisa menangkal energi negatif. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, banyak orang percaya jika palem merah bisa menolak bala atau guna-guna. Yang lebih menarik lagi, meskipun warnanya merah menyala, ternyata palem merah dianggap sebagai tanaman yang memiliki aura dingin. Oleh sebab itu, menanam pinang merah kabarnya bisa menimbulkan rasa tenang serta membuat penghuni rumah merasa betah dan tidak mudah stres.
Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk menanam palem merah juga di rumah? Jika iya, Anda dapat mulai mencari bibit palem merah di toko-toko bibit tanaman yang ada di sekitar Anda. Harga bibit atau benih palem merah cukup murah. Untuk benih atau biji palem merah 1 ons dijual sekitar Rp57.900, kemudian untuk bibit palem merah yang sudah tumbuh dengan ukuran kecil dibanderol mulai Rp12.000 sampai Rp20.000. Lain lagi dengan palem merah yang tumbuhnya sudah mencapai tinggi 1 meter, harganya berkisar antara Rp320 ribu sampai Rp350 ribu. Palem merah setinggi 2 meter dijual dengan harga mencapai Rp500 ribu – Rp900 ribu.
[1] LingkarKata. 2019. Buku Pintar: Tumbuhan (hlm 87). Joko W, editor. Jakarta: Elex Media Komputindo.
[2] Kusantati, H dkk. 2007. Pendidikan Keterampilan untuk Kelas XI SMA (hlm 115). Aminudin, editor. Bandung: Grafindo Media Pratama.
[3] Puspita, D. 2019. Ampuhnya Tanaman Hias bagi Kesehatan dan Kecantikan (hlm 28). Ayu W, editor. Yogyakarta: Laksana.


Leave a comment