Apa Saja Alat Kontrasepsi yang Aman untuk Penderita Hipertensi?

Ilustrasi: cek tekanan darah Ilustrasi: cek tekanan darah

Memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi, menjadi salah satu faktor yang meresahkan bagi sebagian orang, terutama wanita yang ingin menjalankan KB. Pasalnya, ada beberapa alat kontrasepsi yang tidak boleh dipakai oleh penderita hipertensi. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena masih ada beberapa alat kontrasepsi yang aman untuk wanita dengan tekanan darah tinggi.

Alat Kontrasepsi yang Tidak Aman untuk Wanita Hipertensi

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang berkontribusi pada 9,4 juta kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.[1] Selain diderita oleh remaja dan pria, tekanan darah tinggi kerap menyerang wanita dewasa. Sementara itu, banyak wanita dewasa yang membutuhkan alat kontrasepsi untuk mengontrol kehamilan mereka.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, alat kontrasepsi yang terbilang ampuh dan efektif adalah obat yang mengandung hormon estrogen. Sementara itu, dokter biasanya merekomendasikan alat kontrasepsi yang tidak mengandung hormon estrogen jika wanita tersebut memiliki gangguan tekanan darah tinggi.

Alat kontrasepsi yang mengandung estrogen dapat meningkatkan tekanan darah. Ketika orang yang memiliki tekanan darah tinggi menggunakan alat kontrasepsi ini, mereka memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke dan serangan jantung dibandingkan dengan wanita yang memiliki tekanan darah normal atau kurang.

Baca juga:  Yuk, Cobain! Ini Manfaat Kunyit untuk Kulit Tubuh yang Mungkin Belum Anda Ketahui
Ilustrasi: pil KB

Ilustrasi: pil KB

Hal tersebut tentu membuat sebagian besar wanita merasa cemas dengan kontrol kehamilannya yang kurang efektif dan bisa menyebabkan kehamilan. Beberapa orang lebih cemas dengan eklampsia atau kejang, diabetes, pembekuan darah, serangan jantung, bayi lahir prematur, dan gangguan pertumbuhan janin selama kehamilan.

Sebagai solusi, jika Anda ingin memiliki tekanan darah yang normal, Anda harus melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin. Seseorang bisa dikatakan memiliki tekanan darah normal jika kurang dari 120 (sistolik)/80 (diastolik) mmHg. Sementara itu, wanita bisa dikatakan mengidap hipertensi jika memiliki tekanan daranĀ  antara 120 hingga 129 mmHg (sistolik)/kurang dari 80 mmHg (diastolik) dan 130 mmHg (sistolik)/80 mmHg (diastolik) atau lebih tinggi.

Dengan mengetahui kondisi tekanan darah Anda, Anda bisa mengontrolnya dengan mudah. Sebagai tips, Anda bisa mengonsumsi bahan makanan yang membuat tekanan darah turun, antara lain timun, melon, sayur bit, yogurt, oatmeal, dan minyak zaitun. Setelah mengetahui alat kontrasepsi yang tidak cocok untuk penderita hipertensi, apa saja alat kontrasepsi yang cocok untuk wanita hipertensi?

Baca juga:  Cara Menanam Daun Insulin dan Manfaatnya untuk Penderita Diabetes

Alat Kontrasepsi untuk Penderita Hipertensi

Ilustrasi: alat kontrasepsi nonhormonal

Ilustrasi: alat kontrasepsi nonhormonal

Dilansir dari SehatQ, alat kontrasepsi yang beredar di pasaran dibedakan menjadi dua, yakni alat kontrasepsi hormonal dan non hormonal. Jika Anda memiliki riwayat tekanan darah normal, Anda bisa memakai alat kontrasepsi hormonal, yakni pil KB dan injeksi KB. Sementara, wanita yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit jantung dan berusia lebih dari 35 tahun, tidak disarankan menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Jika wanita berusia 35 tahun atau lebih muda, memiliki tekanan darah terkontrol dengan baik, dan sehat, bisa memakai alat kontrasepsi hormonal.

Pastikan pihak medis memeriksa tekanan darah Anda dalam waktu satu bulan sejak memulai jenis kontrasepsi ini. Selain itu, pemeriksaan tekanan darah rutin dianjurkan dua kali setahun. Ini sebagai salah satu cara pengendalian tekanan darah, supaya Anda tidak mengalami hipertensi sebelum masa kehamilan atau memasuki usia menopause.

Jika wanita berusia lebih dari 35 tahun, bahkan jika tekanan darah mereka terkontrol dengan baik, kontrasepsi yang mengandung estrogen harus dihindari. Karena, suntikan KB (Depo-Provera) dapat meningkatkan kolesterol dan menyebabkan peningkatan risiko stroke.

Baca juga:  Rekomendasi Produk Toner yang Dikenal Bagus untuk Jenis Kulit Kombinasi

Sementara itu, jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, Anda bisa memilih alat kontrasepsi non hormonal. Bentuk kontrasepsi yang terbilang paling efektif tanpa estrogen adalah alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) tembaga, IUD hormonal, implan, dan sterilisasi untuk wanita atau pria. Anda juga bisa memakai metode non hormonal lain, seperti kondom untuk wanita, penutup serviks, dan diafragma.

Sebagai tips untuk menjaga tekanan darah agar stabil saat memakai alat kontrasepsi, Anda bisa berolahraga secara teratur. Cara ini juga ampuh untuk menjaga kesehatan jantung, melancarkan peredaran darah, dan mencegah pengentalan darah. Selain itu, hindari makanan yang berminyak dan mengandung banyak lemak jenuh. Makanan seperti ini bisa memicu risiko darah tinggi dan gangguan berat badan.

[1] Zahidah, Afina Karimatu, Ari Udiyono, Mateus Sakundarno Adi. 2016. Gambaran Faktor-Faktor Tekanan Darah pada Akseptor KB Hormonal di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Vol. 5(1): 174-179.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*