Mengulas Efektivitas Sari Cuka Apel Untuk Jerawat
Ada banyak pengobatan kulit di rumah yang dapat Anda gunakan untuk menyelesaikan beragam permasalahan kulit Anda. Sejumlah bahan dapur baik buah maupun sayuran dapat dimanfaatkan khasiatnya untuk perawatan kulit. Mulai dari kunyit untuk mencerahkan wajah, alpukat untuk menjaga kelembapan, hingga es batu untuk mengecilkan pori-pori.
Biasanya untuk perawatan wajah berjerawat, Anda akan menggunakan jeruk lemon. Sebab kandungan vitamin C-nya yang dipercaya dapat membunuh bakteri penyebab jerawat. Saat ini, sebagian orang mengklaim sari cuka apel juga dapat menyembuhkan jerawat.
Hingga saat ini, belum ada penelitian ilmiah yang secara khusus mengevaluasi cuka sari apel untuk jerawat. Sehingga, sari cuka apel bukan pengobatan jerawat yang terbukti secara ilmiah. Meskipun begitu, klaim ini disinyalir karena kandungan asam asetat dalam cuka sari apel memiliki sifat antibakteri dan keratolitik.
“Kandungan tersebut dapat membunuh bakteri dan menghilangkan lesi kulit seperti kutil atau kapalan. Sehingga sari cuka apel berpotensi untuk membantu menghilangkan benjolan Anda dari sumbernya,” ungkap dokter kulit bersertifikat di New York City, Ellen Marmur, MD seperti dilansir Womens Health.
Pendiri MMSkincare menambahkan, cuka sari apel mungkin membantu dengan jenis jerawat tertentu. Meskipun tidak berpikir bahwa cuka sari apel benar-benar dapat menyembuhkan jerawat, tetapi kandungan-kandungan tersebut dapat membantu mengeringkan komedo. Ellen kemudian melakukan observasi terkait sari cuka apel untuk penyembuhan jerawat.
Kandungan Sari Cuka Apel untuk Penyembuhan Jerawat
Apple Cider Vinegar (ACV) atau kerap dikenal sebagai sari cuka apel terbukti mengandung asam organik, seperti laktat, sitrat, asam malat dan asam asetat yang disebutkan di atas dan berperan untuk membantu membunuh bakteri yang menyebabkan jerawat. Asam alfa hidroksi (AHA) ini mengelupas kulit, mengelupas sel-sel kulit mati untuk lapisan baru yang sehat dari kulit.
Berkat pengelupasan kimiawi itu, cuka sari apel juga dapat membantu mengurangi munculnya bekas jerawat seiring waktu. Tanda-tanda gelap itu terdiri dari pigmen berlebih. Saat Anda perlahan-lahan mengelupas lapisan sel kulit mati itu, pigmen yang tidak diinginkan akan menyertainya.
Sebelum menggunakannya pada wajah untuk pertama kalinya, cobalah sejumlah tes pada area tertentu untuk memastikan kulit Anda tidak akan memiliki reaksi yang merugikan. Jika kulit Anda tidak memunculkan reaksi tertentu, maka mulailah dengan mencampurkan satu bagian cuka dengan empat bagian air.
Jika memiliki kulit sensitif, Anda mungkin ingin lebih mencairkannya. Anda dapat mencoba dengan konsentrasi cuka yang lebih kuat. Kemudian oleskan campuran ini ke kulit Anda (seperti toner cuka sari apel) menggunakan bola kapas. Selanjutnya, kulit dibiarkan selama lima hingga 15 menit dan dibilas sampai bersih.
Perawatan tersebut dapat dilakukan satu hingga tiga kali seminggu dan oleskan pelembab sesudahnya. Cuka ini dapat digunakan sebagai pengganti toner yang alami. Terlebih kandungannya yang dapat menyamarkan noda bekas jerawat.
Sejumlah hal yang perlu diperhatikan setiap memakai cuka yakni dosis yang digunakan. Anda hanya disarankan menggunakannya dengan dosis kecil dan wajib diencerkan terlebih dulu dengan air. Sejumlah dokter juga menyarankan penggunaan Volition Apple Cider Vinegar Resurfacing Peel Pads, yang juga mengandung asam glikolat, asam buah dan witch hazel untuk mempermudah proses pengelupasan dan keseimbangan kulit.
Efek Samping Sari Cuka Apel
Saat menggunakan sari cuka apel telah menjadi rutinitas untuk merawat wajah Anda, sebaiknya perlu diperhatikan kembali pemakaiannya. Sari cuka apel dapat mengiritasi kulit bahkan menyebabkan luka bakar karena adanya reaksi kimia jika tidak diencerkan. Bagi Anda yang memiliki kulit berminyak akan lebih cocok menggunakan sari cuka apel karena jenis kulit kering cenderung lebih sensitif dan dapat terbakar lebih mudah.
Sebagian orang juga akan mengalami breakout yakni kondisi munculnya jerawat yang lebih banyak dan disertai dengan komedo serta iritasi. Hal ini merupakan bagian dari reaksi kulit yang tidak cocok dengan bahan perawatan wajah yang digunakan. Bahkan, sari cuka apel juga memiliki efek gatal dan panas pada wajah.
Tips Penggunaan Sari Cuka Apel
Perhatikan kandungan cuka apel
Bahan-bahan yang terkandung dalam setiap cuka apel mungkin akan sama, tapi ternyata konsentrasi asam asetat dan asam sitratnya berbeda-beda. Inilah yang menentukan seberapa kerasnya cuka apel, terlebih jika selama pemakaian tanpa diencerkan dulu. Kadar asam asetat dalam cuka apel berkisar antara 1-10,57%, sedangkan untuk asam sitrat sekitar 0-18,5%. Penggunaan awal sebaiknya menggunakan konsentrasi asamnya tidak terlalu tinggi.
Kenali kebutuhan kulit
Untuk menghindari bahaya sari cuka apel yakni dengan mengenali kebutuhan kulit Anda sendiri terlebih dulu. Baik kulit kering, normal, maupun berminyak, sama-sama memiliki potensi berjerawat. Sari cuka apel tetap tidak disarankan untuk digunakan oleh pemilik kulit kering. Sebab justru akan menimbulkan iritasi.
Aplikasikan cuka apel dengan benar dan dosis yang tepat
Setelah dicampurkan dengan air, jangan langsung mengaplikasikan cuka apel menggunakan tangan ke wajah. Penggunaan kapas sangat disarankan untuk mengaplikasikan campuran cuka apel ke wajah.
Cuka apel tidak dapat digunakan secara langsung pada kulit, tapi harus dicampurkan dulu dengan air dengan skala 1:1 atau bahkan 1:2. Jika digunakan tanpa dicampurkan dengan air, maka risiko efek samping penggunaannya akan semakin tinggi.
Mencampurkan cuka apel dengan air bukan hanya disarankan untuk penggunaan sebagai perawatan wajah, tapi juga penggunaan cuka apel yang diminum untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Langkah ini digunakan untuk meminimalisir bau dari cuka apel yang sangat menyengat.



Leave a comment