Adalah Lemak yang Berada di Bawah Kulit, Bagaimana Cara Kendalikan Subcutaneous Fat?

Ilustrasi: tubuh berlemak (youtube: The List) Ilustrasi: tubuh berlemak (youtube: The List)

Anda yang sedang menjalankan program diet mungkin sudah pernah mendengar tentang subcutaneous fat atau lemak subkutan. Lemak ini adalah salah satu jenis lemak yang perlu dikurangi bagi orang yang mengalami kegemukan. Meski bisa melindungi otot dan tulang hingga mengatur suhu tubuh, kelebihan lemak subkutan juga kurang baik untuk kesehatan jangka panjang.

Lemak merupakan komponen normal dari tubuh yang disimpan di jaringan adiposa. Selain berfungsi sebagai sistem penyimpanan energi, lemak juga berfungsi sebagai perlindungan dari dingin dan bahaya benturan sehari-hari, jaringan adiposa menghasilkan berbagai macam senyawa, yang mempengaruhi banyak fungsi, termasuk nafsu makan, kesuburan, perkembangan saraf dan plastisitas, respon inflamasi, dan hormon termasuk insulin. Lemak tubuh terdiri dari lemak subkutan, lemak viseral, dan lemak ektopik.[1]

Lemak tidak terdistribusi secara merata di tubuh manusia. Cadangan lemak terbesar sebanyak 80% dari seluruh lemak tubuh terletak di area subkutan, sementara sisanya di viseral sebagai lemak viseral yang terdapat dalam rongga abdomen dan rongga dada. Lemak viseralmemungkinkan terjadinya komplikasi metabolik yang meningkatkan risiko terhadap kejadian kardiovaskuler. Lemak subkutan adalah lemak yang berada dibawah kulit yang sering diukur ketebalannya dengan menggunakan metode skinfold.[2]

Baca juga:  Sehat & Murah, Begini Cara Membuat Rice Milk Sendiri di Rumah

Tentang Lemak Subkutan

Lemak subkutan (subcutaneous fat) atau lemak bagian atas terjadi terbentuk pada hampir seluruh tubuh dalam bentuk lapisan. Ukuran lemak subkutan berada pada lapisan kulit. Ketebalan lemak subkutan berkisar 11 mm. Pada wanita, keberadaan lemak subkutan yang paling tebal yakni di daerah bokong. Sebaliknya, lemak visceral (lemak bagian bawah) terdistribusi sama antara laki-laki dan perempuan. Lemak visceral pada manusia yang mengalami obesitas cenderung lebih banyak di bagian perut.

Ilustrasi: tubuh gemuk berlemak (sumber: myfitnesspal.com)

Ilustrasi: tubuh gemuk berlemak (sumber: myfitnesspal.com)

Keberadaan lemak subkutan pada wanita hamil sangat tampak. Terutama pada 10 minggu kehamilan hingga 8 minggu setelah kelahiran. Lemak subkutan dapat dites dengan melakukan pencubitan pada kulit. Keberadaan lemak subkutan pada ibu hamil yakni terutama tampak sekali di daerah paha, tulang belikat, kosta (bagian atas dari rusuk paling bawah), trisep (bagian lengan).[3]

Baca juga:  Pengalaman Diet dengan Xenical, Benarkah Efektif Menurunkan Berat Badan?

Lemak subkutan adalah hypodermis yang sebagian besar terdiri dari jaringan adiposa, terletak di atas otot dan tulang, berfungsi sebagai reservoir energi dan isolasi termal. Lemak subkutan tidak terdistribusi secara merata, hampir tidak ada di kulit kepala tetapi relatif melimpah di perut, pinggul, paha, dan payudara wanita.

Rata-rata lemak subkutan sekitar 8% lebih tebal pada wanita dibandingkan pada pria, dan bervariasi dengan usia. Bayi dan orang tua memiliki lebih sedikit lemak subkutan daripada orang dewasa, karena itu lebih sensitif terhadap dingin.[4]

Cara Mengendalikan Lemak Subkutan

Dilansir dari SehatQ, cara pertama untuk mengendalikan lemak subkutan pada tubuh adalah dengan memastikan bahwa asupan kalori lebih sedikit dari energi yang terbakar. Sebaiknya kurangi asupan makanan yang banyak mengandung gula, garam, dan juga lemak jenuh.Sebaiknya konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang.American Heart Association dan American College of Cardiology merekomendasikan diet sehat yang kaya dengan buah-buahan, sayuran, serat, biji-bijian, serta kacang-kacangan.

Kemudian, Anda juga bisa melakukan berbagai aktivitas fisik untuk membakar kalori atau lemak, seperti berlari, jalan kaki, bersepeda, skipping, renang, atau olahraga kardio lainnya. Anda dapat mengombinasikan latihan kardio dengan olahraga angkat beban untuk membentuk massa otot.

Baca juga:  Info Terbaru Menghilangkan Bruntusan dengan Produk Skincare Wardah

Nah, jika Anda kebetulan mengalami kegemukan atau obesitas, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli nutrisi untuk mengukur IMT (Indeks Massa Tubuh) yang ideal serta mengetahui diet terbaik seperti apa yang perlu Anda jalani. Pasalnya, orang dengan kondisi-kondisi kesehatan tertentu memerlukan pola hidup dan juga pola makan yang berbeda-beda pula.

[1]Safitri, F dkk. 2020. Kesesuaian Lingkar Pergelangan Tangan Terhadap Persentase Lemak Tubuh Total Dan Lemak Viseral. JNH (Journal of Nutrition and Health). 8(2): 66-73.

[2]Lesmana, HS &Padli. 2019. Deskriptif Perubahan Lemak Subkutan Setelah Latihan Fisik Intensitas Moderat. Jurnal SportaSaintika. 4(1): 80-89.

[3]Sumbono, A. 2016. Biokimia Pangan Dasar. Yogyakarta: Deepublish, hlm 497.

[4]Agustina, AN dkk. 2022. Anatomi Fisiologi. Abdul K, editor. Jakarta: Yayasan Kita Menulis, hlm 178.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*