Pengalaman Diet dengan Xenical, Benarkah Efektif Menurunkan Berat Badan?
Bagi penderita obesitas atau kegemukan, biasanya dokter bukan hanya menyarankan untuk menjalani pola diet tertentu, tetapi juga mengonsumsi obat-obatan yang mengandung Orlistat seperti Xenical. Xenical digunakan untuk membantu pengobatan obesitas dan kelebihan berat badan dalam jangka panjang. Xenicaldiklaim membantu mengurangi penumpukan lemak dalam tubuh. Orang-orang yang pengalaman diet dengan Xenical rata-rata mengalami penurunan berat badan hingga beberapa kg dalam jangka waktu tertentu.
Orlistat telah dipasarkan sebagai obat penurunan lemak sejak tahun 1998. Konsumsi Orlistat harus dibarengi dengan diet rendah kalori. Apabila setelah 12 minggu tidak dicapai penurunan berat badan minimal 5% dari berat badan sebelumnya, pengobatan harus dihentikan.
Orlistat mampu menurunkan absorpsi lemak di dalam usus dengan jalan memblokir kerja enzim lipase di pankreas. Orlistat mengikat lipase secara irreversible. Pemblokiran enzim lipase di pankreas menyebabkan lemak (trigliserida) dari makanan tidak dipecah menjadi asam lemak bebas dan gliserol, padahal asam lemak dan gliserol adalah bentuk lemak yang dapat diabsorpsi usus manusia.
Orlistat mampu menyebabkan 30% lemak di dalam makanan tidak diserap oleh tubuh dan dibuang bersama dengan tinja. Padahal, dalam keadaan normal, tubuh hanya mampu membuang 4-5% lemak dari makanan yang dikonsumsi melalui tinja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek Orlistat terhadap penurunan berat badan tidak terlalu besar. Kelompok individu yang diberi Orlistat selama satu tahun tidak menunjukkan kehilangan berat badan yang terlalu besar, yakni hanya 10,2%. Sementara itu, kelompok individu yang tidak diberi Orlistat menunjukkan kehilangan berat badan sebesar 6,1%.
Efek samping terhadap konsumsi Orlistat sering dilaporkan tetapi tidak serius. Efek samping yang sering terjadi, di antaranya gangguan lambung-usus, seperti flatulensi, sakit perut, diare, dan kejang lambung.[1]
Xenical diklaim sebagai satu-satunya obat anti-obesitas yang bekerja secara lokal pada sistem pencernaan dengan mencegah penyerapan lemak dari makanan kurang lebih 30% untuk membantu penurunan berat badan.
Terapi Xenicalyang efektif tidak hanya membantu pasien untuk menurunkan berat badan, tetapi juga membantu mereka mempertahankan penurunan berat badan yang telah dicapai. Tidak seperti obat penekan nafsu makan yang bekerja di susunan saraf pusat, Xenical dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Sejak dipasarkan pertama kali pada 1998, lebih dari 18,5 juta pasien diterapi dengan Xenical di seluruh dunia. Xenical terdaftar sebagai obat anti-obesitas di lebih dari 140 negara di seluruh dunia.[2]
Pengalaman Diet dengan Xenical
Salah satu orang yang memiliki pengalaman berhasil diet dengan Xenical adalah entertainer Tike Priatnakusumah. Bintang acara televisi Extravaganza ini kabarnya berhasil menurunkan berat badan hingga 17 kg dalam kurun waktu 6 bulan, dari bobot 94,4 kg menjadi 77,4 kg. Dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) 41,4 kg/m2 (kategori obesitas tingkat III/morbid), dapat turun menjadi 33,95 kg/m2 (kategori tingkat II).
Selain pengaturan pola makan, dalam program diet dengan Xenical ini Tike sukses menurunkan berat badannya dengan dukungan aktivitas fisik untuk membakar lemak yang ada dalam tubuh. Aktivitas fisik yang dianjurkan adalah dengan frekuensi 3-5 kali seminggu.
Intensitas latihan fisik yang direkomendasikan adalah 50-70% denyut nadi latihan per menit, selama 30-60 menit dilakukan secara bertahap, dan melakukan olahraga tipe aerobik/low impact. Latihan beban dapat dilakukan apabila penurunan berat badan sudah mencapai 10% BB (berat badan) awal, demikian seperti dilansir dari Tanyadok.
Selama mengonsumsi Xenical, Anda mungkin akan mengalami buang air besar (BAB) disertai minyak, karena proses penghancuran lemak dibuang lewat feses. Apabila saat buang angin yang disertai dengan mengejan, maka akan keluar bersama minyak. Bila terjadi hal semacam itu, segera bilas area dubur dengan air sabun.
Meski diklaim aman, konsumsi Xenical sebaiknya tidak dilakukan dalam jangka panjang. Pasalnya, konsumsi Xenical dalam waktu lama akan menyebabkan kolesterol rendah dan kurang gizi. Apabila Anda sudah mencapai berat badan ideal, segera hentikan konsumsi Xenical.
[1]Sudargo, T dkk. 2014. Pola Makan dan Obesitas. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, hlm 30.
[2] Wahyu, GG. 2009. Obesitas Pada Anak. Yogyakarta: Penerbit B First.


Leave a comment