Apa Saja Kebiasaan yang Harus Diubah untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung?

Ilustrasi: periksa kesehatan jantung (sumber: houstonmethodist.org) Ilustrasi: periksa kesehatan jantung (sumber: houstonmethodist.org)

Penyakit jantung merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang banyak diderita masyarakat Indonesia, dan WHO memperkirakan sekitar 17 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskuler.[1] Nah, salah satu cara mencegah penyakit jantung adalah mengubah kebiasaan buruk Anda. Dipercaya, dengan kebiasaan hidup yang lebih sehat, kesehatan jantung juga akan meningkat.

Hari-hari yang sibuk membuat sulit untuk mengutamakan kesehatan jantung. Rasanya seperti Anda tidak punya waktu untuk melakukan kebiasaan yang membuat jantung tetap bugar, seperti berolahraga secara teratur, cukup tidur, dan makan makanan yang sehat. Jadi, Anda perlu menambahkan beberapa langkah ekstra setiap hari dengan mengubah beberapa kebiasaan buruk Anda menjadi lebih sehat.

Ubah Kebiasaan Berkomunikasi

Tidak apa-apa jika SMS, email, media sosial, atau panggilan Zoom adalah sarana utama Anda untuk berkomunikasi dengan orang lain. Namun, tidak semua orang bisa menikmatinya. Banyak orang merasa kesepian dan terisolasi dengan metode komunikasi tidak langsung tersebut. Nah, menurut pernyataan ilmiah American Heart Association dalam Journal of American Heart Association, dua hal ini menjadi faktor risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

Baca juga:  Mengembalikan Kelembapan Alami Kulit dengan Handbody khusus untuk Kulit Kering

“Waktu yang dihabiskan dengan tatap muka membantu menghubungkan Anda dengan orang lain dan mungkin membuat Anda merasa tidak terlalu terisolasi,” jelas Matthew Lee, seorang sosiolog dan rekan penelitian di Harvard University’s Human Flourishing Program dalam Harvard Health Publishing. “Menjadi hadir secara fisik dapat membantu Anda merasa lebih terlibat dengan orang lain, lebih dihargai, dan dapat membantu meringankan kesepian.”

Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam International Journal of Public Health oleh Lee dan tim peneliti yang dipimpin Harvard menunjukkan, keterhubungan sosial yang lebih baik dapat mengurangi risiko didiagnosis depresi atau kecemasan. Keduanya terkait dengan penyakit jantung dan memperburuk kondisi jantung yang ada.

Ubah Menu Sarapan

Apakah menu sarapan Anda adalah biji-bijian olahan (bukan utuh), daging olahan, lemak jenuh, atau gula tambahan? Makan makanan semacam itu secara teratur dapat meningkatkan kalori, berat badan, gula darah, dan kadar kolesterol. Semua ini tidak baik untuk kesehatan jantung Anda. Sebagai gantinya, pilihlah makanan yang kaya serat, seperti buah dan sayur.

Baca juga:  Resep Olahan Praktis dari Tepung Tapioka, Obat Bosan di Rumah Saja

Pilih juga makanan yang mampu melawan peradangan kronis, mengontrol gula darah, dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Beberapa ahli juga menyarankan Anda mengganti makanan yang berlemak dengan kacang-kacangan, biji-bijian utuh, oatmeal, dan quinoa. Pastikan menu sarapan Anda bergizi dan higienis.

Beberapa orang juga memilih untuk memasak sarapannya sendiri, karena dinilai lebih sehat. Anda bisa menakar kadar natrium dan gula tambahan dalam hidangan yang akan Anda santap. Dengan kadar natrium dan gula yang tepat, kesehatan jantung bisa semakin ditingkatkan. Ini juga termasuk langkah mencegah penyakit jantung.

Ubah Waktu Bermain Media Sosial dengan Meditasi

Media sosial menjadi salah satu sumber informasi terpercaya masa kini. Namun, tak jarang ditemukan berita yang membuat kita terkejut, gelisah, dan merasakan berbagai bentuk emosi negatif. Untuk itu, sebaiknya sisihkan waktu Anda untuk hal yang lebih bermanfaat seperti bermeditasi.

Jika Anda memiliki waktu 30 menit untuk bermain media sosial, ubahlah itu untuk meditasi supaya kesehatan jiwa dan raga meningkat, termasuk kesehatan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang bermeditasi memiliki tingkat kolesterol, diabetes, tekanan darah tinggi, stroke, dan penyakit arteri koroner lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak bermeditasi.

Baca juga:  Obat Gejala Alergi Tungau Debu yang Disetujui FDA

Meditasi memicu respons relaksasi tubuh, perubahan fisiologis yang dipelajari dengan baik yang tampaknya membantu menurunkan tekanan darah, detak jantung, laju pernapasan, konsumsi oksigen, kadar adrenalin, dan kadar hormon stres kortisol. Berita baiknya, tidak perlu banyak waktu untuk mendapatkan manfaat meditasi yang menyehatkan jantung, hanya sekitar 10 hingga 20 menit per hari. Sisa waktu dari meditasi tersebut bisa Anda jadikan sebagai waktu beristirahat atau melakukan hobi lainnya.

Cobalah untuk menenangkan otak Anda selama beberapa menit sehari dengan meditasi. Segera, Anda mungkin menemukan bahwa Anda telah menjadi lebih baik dalam bermeditasi dan lebih baik dalam mempraktikkan kebiasaan sehat jantung lainnya, tidak peduli seberapa sibuknya Anda.

[1] Karyatin. 2019. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner.Jurnal Ilmiah Kesehatan Akademik Keperawatan Sumber Waras, Vol. 11(1): 37-43.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*