Mengenal Keratosis Pilaris dan Cara Mengatasinya
Penyakit kulit ayam, atau biasa disebut dengan keratosis pilaris, memang tidak terbilang berbahaya, tetapi tetap saja mengganggu penampilan. Gangguan kulit ini sering membuat orang merasa kurang percaya diri karena memperlihatkan benjolan kecil di permukaan kulit, sehingga kulit terlihat kasar. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?
Tanda-Tanda Keratosis Pilaris
Keratosis pilaris adalah gangguan autosomal dominan yang berupa kelainan keratinisasi kulit dan ditandai dengan sumbatan keratin di lubang folikel dengan derajat eritema folikular yang bervariasi.[1] Secara fisik, tanda tersebut terlihat seperti benjolan kecil dalam jumlah banyak dan biasanya muncul di bagian lengan atas, paha bagian anterior, pantat, wajah, dan leher.
Kulit yang mengalami keratosis pilaris akan tampak lebih kering dan kasar. Selain itu, tampilan kulit akan menjadi seperti kulit ayam yang baru saja dicabut bulunya. Meskipun gangguan kulit ini tidak berbahaya, banyak orang yang merasa dirugikan terkait dengan estetika kulit mereka.
Dilansir dari Vogue, keratosis pilaris (KP) adalah gangguan kulit yang umum dan telah diderita oleh 40% orang dewasa di dunia. Menurut seorang dokter kulit di New York bernama Rachel Nazarian, KP bisa terjadi akibat penumpukan protein atau keratin di permukaan kulit yang menyumbat pori-pori. Sumbatan tersebut tidak hanya bisa menyebabkan benjolan, tetapi peradangan dan kemerahan di kulit. Pada beberapa kasus, juga ditemukan bahwa KP dialami oleh orang yang memiliki kulit sensitif atau sedang mengalami gejala eksim dan infeksi kulit.
Masih dari sumber yang sama, kondisi kulit ayam biasanya akan menjadi lebih buruk saat cuaca dengan dingin dan cenderung membaik saat cuaca sedang panas. Hal ini karena pada saat cuaca dingin, udara di sekitar menjadi kering dan membuat kulit semakin kering, sehingga KP menjadi lebih kasar dan menonjol. Sementara itu, pada saat cuaca panas, kulit akan mengeluarkan sebum atau minyak dalam jumlah besar dan membuatnya menjadi lebih lembap, sehingga kulit ayam tidak terlalu menonjol.
Karena kulit ayam tampak kasar dan menonjol, akhirnya banyak yang ingin menghilangkannya. Biasanya, mereka akan menggosok atau melakukan eksfoliasi secara fisik. Menggosok KP menggunakan bahan yang kasar untuk mengelupasnya memang akan membantu mencabut keratin dan menghaluskan kulit, tetapi tidak menghilangkan kulit ayam untuk selamanya.
Selain itu, menggosok kulit dengan kasar akan membuat folikel di sekitar kulit meradang dan membuat kondisi kulit ayam makin parah. Beberapa orang juga mengalami gejala infeksi dan pendarahan akibat hal ini. Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini?
Cara Mengatasi Keratosis Pilaris
Cara sederhana untuk mengatasi kulit ayam adalah menggunakan lulur dengan bulir yang halus. Cara ini terbilang efektif meskipun memerlukan waktu yang cukup lama. Anda bisa menggosokkan lulur ke bagian kulit yang terkena KP secara lembut setiap hari. Lulur seperti ini juga akan membantu mengangkat kotoran sekaligus mencerahkan kulit Anda.
Selain lulur, Anda bisa memakai skincare dengan kandungan AHA, BHA, dan PHA. Kebanyakan produk kecantikan yang mengandung acid seperti ini, berbentuk krim, serum, dan essence. Produk akan membantu mengangkat keratin dan kotoran yang menyumbat kulit, sehingga KP dapat dihilangkan. Menurut beberapa sumber, cara ini terbilang efisien dan lebih cepat dibanding lulur.
Produk kecantikan yang mengandung AHA, BHA, dan PHA, biasanya juga berfungsi sebagai eksfoliator dan penyembuh jerawat. Sehingga, tak ada salahnya untuk mencoba skincare dengan kandungan tersebut. Produk seperti ini bisa Anda temukan dengan mudah tanpa menggunakan resep dokter.
Jika Anda merasa cara di atas kurang cocok, mungkin Anda bisa mencoba mengoleskan pelembap di kulit Anda. Pelembap akan membantu menyamarkan KP saat cuaca sedang kering. Pilihlah krim atau lotion yang mengandung emolien, kombinasi bahan humektan, dan oklusif. Produk seperti ini mampu membuat kulit ayam menghilang secara instan.
Sebaiknya Anda juga mengoleskan produk perawatan kulit yang mengandung moisturizer agent, antara lain ceramides, shea butter, petrolatum, dimethicone, gliserin, dan asam hialuronat. Jika Anda kesulitan menemukan bahan-bahan ini, Anda bisa memakai bahan alami yang mudah ditemukan, seperti lidah buaya dan madu.
[1] Nukana, Ratih Purnamasari. 2019. Keratosis Pilaris. CDK Edisi Suplemen-2 Universitas Udayana, Vol. 46: 50-52.



Leave a comment