Apa Itu Attachment Style dan Bagaimana Memengaruhi Kisah Cinta Anda?
Dunia percintaan tidak bisa lepas dari teori ketertarikan antara satu sama lain. Dalam teori tersebut, ada faktor attachment style atau kelekatan yang memengaruhi kisah cinta Anda, apakah memiliki banyak masalah yang rumit atau berjalan dengan lancar. Lalu, bagaimana bisa attachment style dapat memengaruhi kisah cinta Anda?
Attachment Style Bisa Memengaruhi Kisah Cinta
Attachment atau kelekatan adalah sebuah pertalian atau ikatan yang awalnya diturunkan antara ibu dan anak secara psikologis. Ikatan ini juga bisa terjadi antara Anda dan pasangan. Dilansir dari allure, dilihat dari tipe kepribadian, kelekatan yang terjadi pada setiap orang berbeda. Gaya kelekatan atau attachment style bisa diidentifikasi melalui tes kepribadian enneagram atau Myers-Briggs.
Dilansir dari dindapranata.com, attachment style juga bisa disebut dengan sebuah pendekatan emosional yang dimiliki oleh seseorang. Pendekatan ini terjadi tergantung dari cara mereka dibesarkan. Ketika masih anak-anak, attachment style dibentuk melalui ikatan emosional antara anak dan orang tua.[1] Jika seorang anak sudah dipenuhi ikatan batinnya, ketika anak tersebut sudah dewasa, mereka akan memiliki emosi yang sehat atau buruk, bergantung dari ikatan emosi yang diterima dari orang tua (khususnya ibu).
Seorang wanita berusia 24 tahun bernama Eve Ettinger menceritakan, masuk akal bagi dirinya bahwa pola ikatan dan trauma anak usia dini mampu mendorongnya untuk mencari pasangan dan menyelesaikan konflik orang dewasa. Wanita ini menyadari, attachment style pada dirinya mampu berkembang secara signifikan dari waktu ke waktu. Dengan gaya kelekatannya pada pasangannya, wanita ini tak heran dengan kisah percintaan yang telah dialaminya.
Untuk mengetahui sejauh mana ikatan emosi bisa memengaruhi attachment style seseorang, psikoanalisis bernama John Bowlby dan psikolog Mary Ainsworth melakukan sebuah penelitian terhadap perilaku bayi yang terpisah dari ibunya. Penelitian ini juga mengidentifikasi perilaku bayi yang sudah lama dipisahkan dari ibu mereka dan dipertemukan kembali.
Berdasarkan pengamatan para ahli tersebut, anak-anak belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain dengan cara mengungkapkan kebutuhan mereka. Emosi yang diberikan oleh orang tua pada anak mampu memberikan kenyamanan yang membuat gaya kelekatan mereka berbeda satu sama lain.
Anak-anak yang mendapatkan emosi positif dari orang tuanya dan tidak pernah ditinggalkan, akan memiliki attachment style yang baik untuk kisah percintaan mereka. Sebaliknya, anak yang pernah dipisahkan dari orang tua mereka, kurang mendapatkan dukungan emosi, sehingga mereka memiliki attachment style yang berisiko pada kisah percintaan yang rumit.
Attachment Style yang Perlu Dihindari
Ada banyak attachment style yang mungkin salah satunya ada dalam diri Anda, dan Anda perlu mengetahui bahwa tidak semua gaya kelekatan bisa membuat hubungan percintaan Anda menjadi lancar atau berakhir bahagia. Dua gaya kelekatan yang berisiko pada perceraian atau kerumitan sebuah hubungan adalah anxious dan avoidant attachment.
Anxious attachment style, atau bisa disebut dengan gaya kelekatan cemas, adalah Anda yang memiliki sifat needy terhadap pasangan. Orang yang memiliki gaya kelekatan seperti ini, cenderung merasa tidak nyaman dengan hubungan mereka dan selalu berpikir bahwa pasangan mereka bisa meninggalkan mereka begitu saja. Hal ini akan membuat hubungan percintaan Anda menjadi rumit sekaligus membuat pasangan Anda menjadi kurang bisa memahami sifat dan sikap Anda.
Sementara itu, avoid attachment style adalah individu yang lebih suka lari atau kabur dari pasangan mereka. Orang dengan gaya kelekatan ini biasanya memiliki pikiran takut untuk disakiti, sehingga mereka lebih suka menghindari hubungan percintaan yang melibatkan emosi. Gaya kelekatan ini tidak hanya akan menimbulkan perceraian, tetapi juga kegagalan untuk menjalin hubungan percintaan yang baru dengan orang lain.
Jenis attachment style seperti itu banyak dijumpai pada anak remaja, karena mereka masih belum bisa mengontrol emosi. Selain itu, ada juga orang dewasa yang mengalami gaya kelekatan tersebut. Biasanya, ini disebabkan oleh didikan orang tua yang kurang tepat atau pengaruh lingkungan yang kurang baik.
Untuk mengatasinya, Anda perlu mengubah attachment style Anda. Untuk mengubah hal tersebut, Anda perlu banyak belajar bagaimana cara mengolah ikatan dengan orang lain. Selain itu, Anda juga perlu meningkatkan rasa empati dan simpati Anda dengan orang-orang terdekat. Mulailah untuk membuka diri dan menerima mereka apa adanya.
[1] Purnama, Rika Aulya & Sri Wahyuni. 2017. Kelekatan (Attachment) pada Ibu dan Ayah dengan Kompetensi Sosial pada Remaja. Jurnal Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Vol. 13(1): 30-40.



Leave a comment