Pertimbangan Rencana Kehamilan Saat Memiliki Riwayat Lupus

Ilustrasi: pemeriksaan ibu hamil (sumber: yalemedicine.org) Ilustrasi: pemeriksaan ibu hamil (sumber: yalemedicine.org)

Penyakit lupus merupakan salah satu penyakit autoimun sistemik kronik yang ditandai terbentuknya berbagai macam antibodi kompleks imun dan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan.[1] Dianggap menurunkan peluang kehamilan, banyak penderita lupus pesimis untuk memiliki momongan. Padahal ada banyak hal yang bisa dipertimbangkan untuk keberhasilan rencana kehamilan pada pasien dengan riwayat lupus.

Seperti banyak gangguan autoimun lainnya, lupus (systemic lupus erythematosus, atau SLE) umumnya mempengaruhi kesuburan wanita. Dilansir dari Harvard Health Publishing, lupus adalah salah satu dari lebih dari 80 penyakit autoimun yang mempengaruhi sekitar 23 juta orang di AS dan hampir 350 juta orang di seluruh dunia. Jika Anda menderita lupus atau penyakit autoimun lainnya dan Anda berencana untuk memiliki anak, pastikan untuk mempertimbangkan cara yang aman mulai sekarang.

Bertahun-tahun yang lalu, penderita lupus atau gangguan autoimun lainnya disarankan untuk menghindari kehamilan, karena terlalu berisiko bagi ibu dan janin. Namun, zaman telah berkembang, begitupun ilmu medis. Saat ini, sudah banyak ahli kesehatan dan dokter kandungan yang siap membantu program hamil (promil) bagi wanita dengan lupus. Untuk itu, Anda perlu mempertimbangkan hal berikut dalam rencana kehamilan Anda.

Ilustrasi: penderita penyakit lupus (sumber: pikiran rakyat)

Ilustrasi: penderita penyakit lupus (sumber: pikiran rakyat)

Persiapan Rencana Kehamilan Pasien Lupus

Pilih Program Hamil yang Berkaitan dengan Kesuburan

Sekitar 90% penderita lupus secara biologis adalah perempuan, dan penyakit ini cenderung dimulai antara usia 15 dan 35 tahun. Dokter pernah percaya bahwa lupus aktif sangat mengganggu kesuburan sehingga kehamilan tidak mungkin terjadi.

Baca juga:  Apa Saja Manfaat Daun Kelor untuk Rambut?

Meskipun mitos ini sudah lama dibantah, penderita lupus mungkin membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan untuk hamil. Ini lebih mungkin terjadi jika Anda memiliki penyakit aktif yang memerlukan perawatan khusus, atau jika Anda memiliki antibodi tertentu (antibodi antifosfolipid) dalam darah Anda.

Nah, bagi penderita lupus yang mengalami infertilitas, fertilisasi in vitro bisa menjadi pilihan yang baik. Karena obat-obatan tertentu, seperti siklofosfamid, dapat mengurangi kesuburan, dokter Anda mungkin menyarankan untuk menyesuaikannya. Pembekuan sel telur adalah pilihan lainnya. Ini dapat dilakukan sebelum memulai pengobatan yang mengurangi kesuburan, atau untuk menyimpan telur yang lebih muda dan lebih sehat untuk masa depan jika kehamilan harus ditunda untuk sementara waktu.

Atur Perubahan Perawatan Sebelum Hamil

Perubahan perawatan pasien lupus sebelum promil tergantung pada obat yang diminum dan seberapa baik penyakit lupus terkontrol. Lakukan cek kesehatan setidaknya tiga sampai enam bulan sebelum hamil dan konsultasikan dengan dokter mengenai rencana perubahan perawatan penyakit. Kehamilan yang tidak direncanakan dapat membahayakan Anda dan janin jika Anda memiliki riwayat lupus.

Baca juga:  Faktor yang Memperparah Kecanduan Alkohol dan Obat-obatan

Jika lupus Anda tidak terkontrol dengan baik, atau jika mempengaruhi organ utama seperti jantung, paru-paru, dan ginjal, Anda mungkin disarankan untuk menghindari kehamilan. Setidaknya itu untuk sementara waktu, atau mengganti obat-obatan untuk mengendalikan penyakit Anda dengan lebih baik.

Beberapa obat yang diminum penderita lupus dan tidak aman untuk bayi yang sedang berkembang, termasuk metotreksat, mikofenolat, dan siklofosfamid. Namun, kesehatan dan kesejahteraan ibu juga harus diperhatikan, karena mengganti obat dapat membahayakan kesehatan ibu.

Ibu hamil (sumber: usnews.com)

Ibu hamil (sumber: usnews.com)

Beralih ke Hidup Sehat

Jika Anda merokok, berusahalah untuk berhenti. Produk nikotin memiliki banyak risiko kesehatan, seperti peningkatan risiko kanker, serangan jantung, stroke, dan penyakit paru-paru. Kombinasi lupus, kehamilan, dan merokok dapat secara nyata meningkatkan risiko Anda mengalami pembekuan darah yang tidak normal. Jika Anda merasa sulit untuk berhenti, bicarakan dengan dokter Anda untuk mendapatkan bantuan. Dokter Anda mungkin merekomendasikan obat-obatan atau terapi pengganti nikotin untuk membantu Anda berhenti.

Baca juga:  Deretan Manfaat Menakjubkan dari Serum Tull Jye Moisturizing Essence

Bagaimana dengan Kelahiran?

Untungnya, kebanyakan wanita dengan lupus memiliki pengalaman melahirkan yang normal. Jika Anda menggunakan pengencer darah untuk mencegah pembekuan abnormal selama kehamilan, dokter mungkin lebih berhati-hati tentang risiko pendarahan setelah lahir, dan akan mempersiapkannya dengan menyiapkan obat-obatan dan transfusi darah. Anestesi epidural, operasi caesar, dan pilihan lain umumnya tersedia sesuai kebutuhan untuk wanita dengan lupus.

Pada minggu-minggu setelah kelahiran, tim kesehatan Anda akan memantau kondisi Anda dengan cermat untuk kemungkinan kambuhnya gejala lupus. Jika Anda berharap untuk menyusui, tanyakan kepada dokter tentang obat-obatan yang Anda minum. Beberapa obat, termasuk hydroxychloroquine, aman digunakan selama menyusui.

[1] Harsaya, Ichdinavia & Innawati Jusup. 2020. Systemic Lupus Erythematosus Berhubungan dengan Depresi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa Universitas Diponegoro, Vol. 2(1): 9-12.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*