INGIN BERBISNIS RISOLES? INI PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSINYA
Kuliner Indonesia terbilang cukup beragam, mulai dari makanan khas hampir di sebagian besar daerah hingga jajanan atau kudapan. Salah satu kudapan yang cukup dikenal adalah risoles. Tak heran jika banyak yang ingin berbisnis risoles, apalagi untungnya yang menjanjikan. Untuk perhitungan estimasi biaya produksinya bisa berbeda-beda, tergantung komponen bahan yang digunakan dan lokasi penjualan.
Risoles atau rissole merupakan salah satu jajanan pasar tradisional yang berbentuk lonjong dengan warna emas kecokelatan dan diisi dengan berbagai macam isian, mulai daging, wortel dan kentang, atau mayones. Selain isinya, ciri khas risoles terdapat pada kulitnya. Di samping itu, apabila dijual, harganya cukup terjangkau.
Bagi Anda yang menginginkan kepraktisan, mungkin akan lebih menyukai membelinya di toko kue, pasar, atau di tempat lainnya. Namun, bagi yang memiliki banyak waktu atau kegemaran membuat kue atau jajanan, bisa membuatnya di rumah.
Untuk membuat risoles sendiri di rumah, bagi sebagian orang tidak sulit. Selain itu, tidak memerlukan bahan yang mahal, dan tidak pula membutuhkan waktu yang lama. Dengan membuat risoles sendiri di rumah, Anda bisa berkreasi di isi dan rasa yang disesuaikan dengan selera.
Di rumah, Anda bisa membuat risoles, dimulai dari kulit hingga isiannya. Kulit risoles bisa Anda buat sendiri dengan atau tanpa menggunakan telur, sesuai selera. Ketika menggorengnya, Anda juga bisa menyesuaikan penggunaan minyak goreng.
Dikarenakan termasuk kudapan yang banyak peminat, risoles dianggap membuka peluang bisnis di bidang kuliner. Tidak heran, apabila Anda dapat menemukan banyak booth atau toko online yang mungkin menjual risoles berbagai isian.
Bagi Anda yang berminat untuk menjual risoles, memperhitungkan biaya produksi merupakan salah satu hal yang sebaiknya dilakukan. Biaya produksi risoles meliputi keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk membuat satu atau beberapa buah risoles. Biaya ini bisa dibagi menjadi dua, yaitu biaya variabel (bahan baku dan pendukung) dan juga biaya tetap (biaya transportasi dan biaya listrik). Untuk rinciannya, dapat dilihat pada tabel berikut.
Perhitungan Biaya Variabel Produksi Risoles
| Bahan Baku Risoles | Harga |
| Tepung terigu (100 gr) | Rp8.000 |
| Telur (4 butir) | Rp4.000 |
| Minyak goreng (½ kg) | Rp20.000 |
| Sayuran (kentang dan wortel) | Rp10.000 |
| Daging ayam (¼ kg) | Rp8.000 |
| Mie bihun (1 bungkus) | Rp4.000 |
| Susu (1 sachet) | Rp2.500 |
| Tepun panir (½ kg) | Rp8.500 |
| Bumbu-bumbu | Rp7.000 |
| Saus sachet (1 bungkus) | Rp5.000 |
| Kotak kemasan (20 kotak @Rp 500) | Rp10.000 |
| Tissue | Rp2.000 |
| Total biaya | Rp89.000 |
Biaya bahan baku risoles di atas kami rangkum dari berbagai sumber. Perlu diingat, biaya tersebut tidak terikat karena dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu.
Biaya Tetap Produksi Risoles
| Bahan Baku Risoles | Harga |
| Biaya Transport | Rp10.000 |
| Biaya Listrik | Rp5.000 |
| Total Biaya | Rp15.000 |
Perhitungan biaya-biaya di atas merupakan biaya untuk satu kali produksi atau penjualan untuk 20 kotak atau 40 potong risol. Selain perhitungan biaya tetap dan variabelnya, berikut akan disajikan juga perhitungan laba rugi secara sederhana.
Perhitungan Laba Rugi Produksi Risoles
| Komponen Perhitungan | Keterangan |
| Total Penjualan | 20 kotak x Rp7.000 per kotak = Rp140.000 (total pendapatan, dimisalkan seluruh kotak terjual habis dalam sehari) |
| Biaya Produksi (Biaya Variabel + Biaya Tetap) | Rp89.000 + Rp15.000 = Rp104.000 |
| Laba (Total Penjualan – Biaya Produksi) | Rp140.000 – Rp104.000 = Rp36.000 |
Perhitungan di atas mungkin dapat berbeda antara satu orang atau satu tempat usaha dengan lainnya. Bisnis di atas diasumsikan tidak membuka tempat atau toko, melainkan menjual produknya melalui online. Untuk perhitungan harga, Anda mungkin bisa menentukan dari perhitungan biaya produksi dibagi dengan produksi per hari, lalu tentukan labanya, sehingga bisa ditetapkan harga per produknya.
Ada baiknya Anda juga memperhatikan harga yang ditawarkan oleh pesaing dengan produk sejenis. Dengan mempertimbangkan pesaing, Anda mungkin akan bisa menilai bisnis dengan menggunakan analisis yang mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan juga ancaman, atau biasa disebut dengan analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threat).
Bisnis menjual risoles bisa dilakukan berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, atau yang lainnya. Di dalam menjalankan usaha, Anda juga harus mempertimbangkan risiko-risiko yang mungkin terjadi di luar kemungkinan. Misalnya saja, produk bisa saja tidak laku. Untuk mengatasi terulangnya produk menjadi tidak laku, Anda mungkin dapat melakukan promosi yang lebih gencar daripada sebelumnya.
Di zaman sekarang, wadah untuk melakukan promosi yang dinilai efektif adalah melalui media sosial, seperti Instagram atau Facebook. Hal itu ditunjang dengan banyaknya pengguna media sosial. sehingga membuka kemungkinan pengguna media sosial melihat iklan bisnis Anda.
Supaya iklan bisnis risoles Anda menarik perhatian masyarakat yang aktif secara online di media sosial, iklan yang diunggah seharusnya dibuat semenarik mungkin. Pencahayaan serta tampilan risoles juga perlu diperhatikan. Selain itu, beri caption yang menarik, dan bisa juga disertai dengan promo sesuai dengan kebijakan Anda sebagai pemilik bisnis. Dengan menggunakan Instagram, Anda bisa memilih untuk mengunggah foto produk semenarik mungkin tanpa biaya (cukup upload, beri tagar), atau bisa juga dengan menggunakan iklan berbayar di media sosial.
Selain itu, untuk mencegah produk Anda tidak laku, bisa menerapkan sistem pre order atau pesan terlebih dahulu. Anda bisa memberikan informasi di media sosial mengenai pre order tersebut. Dengan demikian, produk yang Anda produksi kemungkinan besar akan habis saat itu juga, sehingga tidak ada produk yang tersisa atau tidak laku terjual.
Untuk mempertahankan bisnis, Anda juga sebaiknya memperhatikan kualitas produk, dimulai dari bahan-bahannya, kemasan, sampai harganya. Anda juga disarankan untuk terus berinovasi, menyesuaikan dengan peluang yang ada di pasaran.
[Update: Ditta]




Leave a comment