Cara Membuat Minyak Ketumbar, Mudah & Manfaatnya Segudang
Ketumbar (Coriandrum sativum) berasal dari Eropa selatan dan kawasan Laut Kaspia, namun bisa tumbuh subur di tanah Indonesia, baik di dataran rendah maupun tinggi. Bijinya berupa butiran-butiran kecil mirip lada, tapi ukurannya lebih kecil, beraroma menyengat yang khas. Biji ketumbar sering digunakan sebagai bumbu masakan, sedangkan daunnya untuk campuran sup atau salad. Ketumbar memiliki sifat diuretik, antiinflamasi, antioksidan, antijamur. Maka bisa digunakan untuk mengatasi influenza, sakit kepala, sariawan, radang hati, haid tidak teratur, sampai tekanan darah tinggi. Untuk kecantikan, minyak ketumbar digunakan sebagai bahan untuk pewangi.[1] Cara membuat minyak ketumbar juga cukup mudah, bisa dengan bahan seadanya di rumah.
Minyak ketumbar (coriander oil) merupakan komoditas penghasil minyak atsiri yang diperkirakan berpotensi dan bernilai komersial tinggi. Kandungan terbesar dalam minyak ketumbar adalah senyawa linalool yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku parfum, farmasi, aroma makanan dan minuman, sabun mandi, bahan dasar lilin, sabun cuci, sintesis vitamin E dan pestisida maupun insektida.
Ketumbar memunyai kandungan minyak atsiri berkisar antara 0,4-1,1%, minyak ketumbar termasuk senyawa hidrokarbon beroksigen, komponen utama minyak ketumbar adalah linalool yang jumlahnya sekitar 60-70% dengan komponen pendukung yang lainnya adalah geraniol (1,6-2,6%), geranil asetat (2-3%), kamfor (2-4%) dan mengandung senyawa golongan hidrokarbon berjumlah sekitar20% (α-pinen, β-pinen, dipenten, p-simen, α-terpinen dan γ-terpinen, terpinolen dan fellandren).
Berdasarkan jenis unsur penyusun senyawa minyak atsiri, minyak ketumbar termasuk golongan senyawa hidrokarbon beroksigen. Senyawa tersebut menimbulkan aroma wangi dalam minyak atsiri, serta lebih tahan dan stabil terhadap proses oksidasi dan resinifikasi. Tingkat kematanganketumbar akan mempengaruhi komposisi minyak ketumbar, komposisi minyak akan menentukan mutu minyak ketumbar. Pada ketumbar yang belum masak, komponen minyaknya adalah golongan aldehid sedangkan ketumbar yang masak, komponen minyaknya adalah golongan alkohol monoterpen dan linalool. Persenyawaan linalool, jika dioksidasi akan menghasilkan sitral atau persenyawaan geraniol.[2]
Untuk memperoleh minyak atsiri dari ketumbar, biasanya perlu dilakukan proses ekstrasi menggunakan beberapa zat kimia sebagai pelarutnya. Nah, jika cara itu terlalu rumit, Anda sebenarnya tetap bisa mencoba membuat minyak ketumbar sendiri di rumah dengan bahan dan peralatan seadanya. Asalkan, Anda memiliki minyak yang bersifat netral sebagai campurannya. Berikut langkah-langkah membuat minyak biji ketumbar seperti dilansir dari LA Times.
Membuat Minyak Ketumbar
Bahan Minyak Ketumbar
- 3/4 cup (50 gram) biji ketumbar
- 3/4 cup (150 gram) minyak netral, seperti grapeseed oil atau minyak kanola berkualitas tinggi
Cara Membuat Minyak Biji Ketumbar
- Dalam blender, giling halus biji ketumbar dengan minyak. Sebagai alternatif, giling biji ketumbar dalam penggiling kopi atau gilingan rempah, lalu campurkan dengan minyak.
- Pindahkan minyak dan ketumbar yang telah digiling tadi ke mangkuk atau toples bersih, tutup permukaan minyak dengan plastic wrap untuk mengurangi kontak dengan udara (sebagai alternatif, pindahkan campuran tersebut ke kantong plastik yang dapat ditutup, hilangkan udara di dalamnya sebelum disegel).
- Sisihkan campuran ketumbar dan minyak di tempat yang sejuk dan gelap agar rempah ini bisa meresap ke dalam minyak, sekitar 2 hari.
- Saring minyak menggunakan saringan berlapis kain untuk menyaring semua partikel rempah. Minyak tersebut bisa disimpan dalam wadah tertutup dalam kulkas hingga 1 minggu atau bekukan hingga 6 bulan.
Minyak biji ketumbar ini bisa digunakan untuk memasak dan menambahkan aroma dan rasa ketumbar yang cukup kuat dalam aneka masakan. Minyak ketumbar juga disebut-sebut bermanfaat untuk dijadikan obat sakit gigi, sakit kepala, otot, hingga nyeri sendi. Ada juga yang mengatakan bahwa minyak ketumbar dapat membersihkan darah, meningkatkan nafsu makan, mengatur sekresi endokrin, membantu sistem pencernaan, meredakan kram menstruasi, membantu menyegarkan tubuh dan pikiran, hingga membantu permasalahan gangguan libido pada pria maupun wanita.
[1] Wahyu, A & Gagas U. 2014. 493 Resep Ramuan Herbal Berkhasiat untuk Cantik Alami Luar Dalam. Intarina H, editor. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 13.
[2] Handayani, PA & Eqi RJ. 2012. Ekstraksi Minyak Ketumbar (Coriander Oil) Dengan Pelarut Etanol Dan n-Heksana. Jurnal Bahan Alam Terbarukan. 1(1): 1-7.


Leave a comment