Awas, Minum Susu Berlebih Tingkatkan Risiko Kanker Prostat
Susu segar yang baru saja diperah dan dipanaskan memang memiliki rasa yang nikmat, apalagi jika ditemani dengan sepotong roti yang masih hangat. Rasa susu yang creamy dan gurih menjadi alasan banyak orang menyukainya. Tak jarang orang minum susu setiap hari dalam jumlah banyak. Namun, apakah minum susu berlebihan seperti itu baik untuk Anda?
Pada dasarnya, susu sapi memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Selain itu, susu sudah dikenal sejak dulu sebagai minuman yang berperan penting dalam kebutuhan nutrisi setiap orang. Bahkan, bayi harus minum susu secara teratur untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Orang Dewasa Tidak Harus Minum Susu
Namun, perlu Anda sadari bahwa bayi hingga remaja memiliki masa pertumbuhan yang memang membutuhkan susu. Berbeda dengan orang dewasa yang sudah tidak memasuki masa pertumbuhan lagi. Bagi orang dewasa, susu tidak harus diminum secara rutin. Susu hanya akan membuat Anda merasa kenyang.
Walter Willett, MD, DrPH, seorang profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard, dan rekan penulisnya, David Ludwig, MD, PhD, mengatakan bahwa terlalu banyak mengonsumsi susu dapat membahayakan tubuh kita. Sebagai orang dewasa, Anda dianjurkan untuk minum susu secara cukup, dengan tujuan memenuhi nutrisi dan protein harian.
Dalam hal ini, susu bagi orang dewasa hanya diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Apalagi, saat ini sudah banyak jenis susu yang beredar dengan varian kadar protein yang berbeda-beda. Selain itu, susu juga sangat penting jika Anda sedang hamil atau menyusui.
Susu tidak wajib bagi Anda yang sudah memiliki nutrisi dan protein lengkap dalam tubuh, namun wajib diberikan pada anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun. Jika Anda memang membutuhkan susu sebagai asupan harian atau pelengkap makanan diet, maka Anda juga perlu memperhatikan kualitasnya.
Susu dengan kualitas buruk tidak baik untuk kesehatan jika dikonsumsi. Susu dengan kualitas premium harganya memang lebih mahal, karena kualitas berpengaruh pada harga. Ketentuan harga susu terus mengalami perkembangan sejak Agustus 2004, ketika harga susu ditentukan oleh kadar lemak, solid non fat (SNF), total solid (TS), total plate count (TPC), dan kandungan antibiotik.[1]
Susu dengan kualitas premium akan bagus untuk kesehatan Anda, dengan catatan tidak mengonsumsinya secara berlebih. Anda perlu menghindari minum susu premium setiap hari. Meskipun hanya segelas, tetapi itu juga tidak baik untuk kesehatan Anda. Dilansir dari WebMD, ketika Anda sudah dewasa dan tidak mengalami pertumbuhan, tubuh akan membutuhkan kalsium sesuai dengan jumlah kalsium yang dikeluarkan oleh tubuh.
Anda baru bisa mengonsumsi susu setiap hari jika Anda melakukan diet atau mengganti seluruh sumber kalsium dengan susu. Ini akan membuat jumlah pengeluaran dan pemasukan kalsium dalam tubuh menjadi lebih seimbang. Ada beberapa hal yang bisa terjadi jika Anda minum susu secara berlebihan.
Bahaya Minum Susu
Jika Anda sudah berusia lebih dari 20 tahun, saatnya Anda untuk berhenti minum terlalu banyak susu, apalagi jika Anda memiliki gangguan intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa merupakan sebuah kondisi ketika tubuh tidak bisa mencerna laktosa dengan baik. Seperti diketatui, susu atau produk olahan susu, seperti keju dan yogurt, mengandung laktosa.
Bahaya yang bisa timbul akibat mengonsumsi susu pada orang yang memiliki intoleransi laktosa, yaitu sakit perut, mual, diare, kram, dan perut kembung. Jika ini terus dibiarkan, dapat menyebabkan gejala yang lebih parah. Sebagai pengganti susu untuk memenuhi asupan kalsium, penderita intoleransi laktosa bisa mengonsumsi sayuran hijau.
Bagi orang dewasa, susu juga menjadi salah satu penyebab jerawat. Di dalam segelas susu sapi segar, mengandung insulin dan hormon pertumbuhan IGF-1. Dilansir dari Hellosehat, kedua kandungan tersebut dapat memicu tumbuhnya jerawat. Peningkatan insulin atau IGF-1 dalam tubuh dapat memberi sinyal pada faktor-faktor yang dapat menimbulkan jerawat pada wajah.
Ada juga penelitian dari Harvard yang menunjukkan bahwa susu berkaitan dengan risiko kanker prostat. Penelitian tersebut menunjukkan pria yang minum dua gelas susu atau lebih dalam sehari, mempunyai kemungkinan risiko kanker prostat hampir dua kali lipat dibanding dengan mereka yang tidak minum susu sama sekali. Hal ini karena kandungan kalsium pada susu yang memengaruhi jumlah pemasukan dan pengeluaran kalsium yang tidak seimbang pada tubuh.
[1] Utami, Kartika Budi dkk. 2014. Kajian Kualitas Susu Sapi Perah PFH (Studi Kasus pada Anggota Koperasi Agro Niaga di Kecamatan Jabung Kabupaten Malang). Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang, Vol. 24(2): 58-66.



Leave a comment