Jangan Biarkan Ruam Alergi Obat Menjadi Luka Parah!
Apakah Anda sekarang sedang terapi obat antibiotik? Jika iya, sebaiknya sedikit waspada, karena tidak semua orang cocok mengonsumsi berbagai macam antibiotik. Pada beberapa orang yang sensitif atau alergi, itu bisa menyebabkan gatal dan ruam yang menyebar dari kaki hingga seluruh tubuh. Jika itu dibiarkan, maka akan semakin parah dan menjadi luka.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, ruam adalah efek samping yang umum dari banyak jenis obat, tidak hanya antibiotik. Ini juga bukan hal yang mudah untuk diobati dan biasanya akan hilang setelah satu hingga dua minggu setelah pengobatan topikal.
Namun, tidak semua ruam obat memiliki durasi penyembuhan cepat dan dalam tingkat yang ringan, beberapa jenis ruam obat bisa mematikan. Nah, untuk mengetahui perbedaan ruam yang kronis dan ringan, berikut jenisnya.
Jenis Ruam Obat
Ada dua jenis ruam alergi obat, yakni jenis reaksi yang terjadi langsung dalam waktu beberapa jam setelah minum obat dan yang muncul dalam waktu harian. Untuk ruam obat instan, biasanya ditandai dengan biduran yang mulai terjadi di atas permukaan kulit dengan benjolan kecil berwarna merah. Ini bisa diakibatkan pelepasan antihistamin dalam tubuh yang bereaksi dengan histamin pada obat yang diminum.
Sementara itu, jenis ruam obat yang tertunda biasanya akan muncul empat hingga 14 hari setelah Anda minum obat. Tandanya, ada benjolan merah muda dan merah tua muncul di dada serta punggung. Ruam seperti ini biasa menyebar ke lengan dan kaki selama beberapa hari.
Tidak seperti gatal-gatal biasa, benjolan ruam obat tertunda tidak berkembang, dan setelah beberapa hari keadaan mungkin mulai membaik, tetapi Anda mungkin memiliki kulit yang mengelupas seperti terbakar sinar matahari yang sulit disembuhkan.
Jenis ruam yang tertunda juga disebabkan gangguan atau pelepasan antihistamin terkait obat. Untuk meredakan gejalanya, Anda bisa menggunakan krim kortison topikal sesuai resep dokter dan mengganti obat yang Anda minum.
Kapan Ruam Obat Dinilai Kronis?
Ruam obat menjadi kronis jika menyebabkan sensasi gatal dan panas. Selain itu, jika Anda mengalami ruam seluruh tubuh yang membuat Anda sulit bernapas dan tekanan darah menjadi turun atau naik, segera hubungi dokter. Anda juga bisa langsung menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan khusus.
Pada jenis ruam yang lebih lambat, gejalanya bisa lebih sulit didiagnosis. Pemicu paling umum untuk jenis ruam ini adalah antibiotik, obat antikejang, obat antigout seperti allopurinol, dan obat yang dijual bebas seperti NSAID.
Meskipun ada nama yang berbeda untuk berbagai jenis reaksi obat yang parah, termasuk sindrom Stevens-Johnson (SJS), ruam obat dengan eosinofilia dan gejala sistemik (DRESS), dan pustulosis enantematosa generalisata akut (AGEP), mereka sering dikelompokkan bersama sebagai penyakit kulit yang parah. Lalu, untuk reaksi yang paling parah adalah severe cutaneous adverse reactions (SCAR).
Hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk menghindari ruam obat adalah mengawasi kondisi kulit Anda saat menggunakan obat baru, atau jika Anda meningkatkan dosis obat lama. Jika Anda menemukan kejanggalan pada kulit terkait ruam obat, terutama yang mengembangkan SCAR, segera berdiskusi dengan dokter.
Cara Mengatasi Ruam Obat
Reaksi ruam obat yang parah, terutama jika mengembangkan SCAR, tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman di tubuh, tetapi juga mengancam jiwa. Biasanya, untuk meredakan gejala alergi obat seperti ini, dokter akan memberikan steroid, epinefrin, dan antihistamin dengan dosis tinggi.
Jika ruam sudah menjadi SCAR, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menemui spesialis untuk menganalisisnya. Anda bisa pergi ke rumah sakit atau klinik dermatologis. Menemukan seseorang yang memiliki keahlian dalam mengelola jenis reaksi ini sangat penting. Seorang dokter (biasanya dokter kulit) dapat melakukan biopsi pada kulit Anda, dan mereka mungkin harus memulai pengobatan sistemik yang menekan sistem kekebalan Anda. Terkadang, pasien dengan SCAR juga memerlukan perawatan di rumah sakit.
Sementara itu, untuk mengatasi ruam ringan akibat alergi obat, Anda bisa mengandalkan bahan alami. Untuk mengobati ruam dengan kulit kering mengelupas, oleskan minyak kelapa atau coconut oil secara rutin di kulit yang ruam. Coconut oil dinilai baik untuk mengobati berbagai permasalah kulit, termasuk ruam, gigitan serangga, bentol, dan luka.[1]
[1] Meliyana, Ernauli & Nia Hikmalia. 2018. Pengaruh Pemberian Coconut Oil Terhadap Kejadian Ruam Popok Pada Bayi. Jurnal Ilmiah STIKES Citra Delima Bangka Belitung, Vol. 2(1): 1-13.



Leave a comment