Walaupun Jarang Ada Merk Yang Tersedia, Bedak Dingin Untuk Bayi Bisa Dibuat Sendiri Di Rumah
Tidak jarang ditemui orang tua yang memiliki kebiasaan mengoleskan bedak dingin pada bayi. Hal tersebut dilakukan bukan tanpa tujuan. Beberapa orang mengatakan hal tersebut dapat memberikan manfaat seperti menghaluskan kulit bayi, memberi efek dingin ketika bayi gerah, serta dianggap bisa menghilangkan bulu-bulu halus pada kulit bayi.
Di pasaran, mungkin Anda akan merasa kesulitan untuk mencari merk bedak dingin untuk bayi. Hal tersebut karena bedak dingin lebih umum untuk orang dewasa. Walaupun sulit ditemui di pasaran, Anda masih bisa membuat ramuan bedak dingin sendiri di rumah.
Bahan-bahan pembuatan bedak dingin antara lain beras yang sudah dicuci bersih, air daun pandan wangi (bukan pandan hijau), bunga melur, bunga tanjung, dan bunga cempaka, akar dan rempah seperti jintan hitam, kayu manis, dan kunyit.
Untuk cara membuatnya, Anda bisa memulai dengan merendam beras di dalam air daun pandan. Lalu, taburkan bunga-bunga di atasnya. Rendaman tersebut disimpan. Sementara beras dan bahan lain direndam, akar dan rempah ditumbuk, lalu dikeringkan. Setelah itu, diayak hingga mendapatkan bubuk halus.
Setelah beberapa hari, beras ditumbuk hingga halus. Setelah itu, dicampurkan dengan air sedikit demi sedikit. Lalu, dibentuk bulatan kecil-kecil. Letakkan bulatan pada nampan, lalu jemur hingga kering.
Selain bedak dingin, pada bayi, biasanya orang tua mengusapkan bedak tabur, terlebih ketika setelah mandi. Tetapi, menurut dokter, hal tersebut tidak dianjurkan untuk dilakukan. “Selain cairan wewangian, bedak juga salah satu produk yang harus dihindari. Karena sering juga bedak yang dibubuhkan dengan spons, partikelnya terhirup sehingga bahaya untuk paru-paru anak. Apalagi jika digunakan di area muka, popok, atau area intim bayi,” kata dr. Fitria Amalia Umar, Sp, KK.MKes.
Menurut dokter yang praktik di RS Siloam TB Simatupang, Jakarta Selatan ini bedak maupun produk perawatan bayi lainnya mengandung benda asing yang menimbulkan efek samping pada tubuh anak. Iritasi adalah salah satu tanda awal yang terjadi. “Lebih baik gunakan lotion untuk tubuh bayi,” sarannya.
Meskipun ada risiko membahayakan, namun dr. Fitria tidak melarang sepenuhnya tentang penggunaan bedak, asalkan orang tua memerhatikan cara pakai dan wewangian yang terkandung di dalamnya.
“Boleh pakai bedak bayi, tapi kalau dibutuhkan saja. Misalnya, kalau anak sering mengalami biang keringat. Lalu kalau memang harus pakai, pastikan bedaknya tidak wangi. Lalu, dalam pemakaiannya secukupnya saja dan jangan pakai spons.” tambah dr. Fitria.
Lalu di area mana saja yang boleh dibubuhkan bedak di tubuh bayi?
“Hanya di lipatan atau di area yang dibutuhkan. Jadi tidak menimbulkan gumpalan dan iritasi. Tapi, bedak bisa diganti dengan krim yang mengandung vitamin E. Asal pemakaian tidak berlebihan tidak berisiko iritasi di kulit anak,” jelas dr. Fitria kembali.

Leave a comment