Tak Harus ke Psikolog, Lakukan Yoga untuk Mengobati Anoreksia!
Banyak orang, terutama wanita merasa kurang percaya diri terhadap penampilannya. Apalagi, citra perempuan berbadan langsing adalah cantik sangat melekat di pemikiran remaja milenial saat ini. Hal ini yang menjadi alasan, banyak orang melakukan segala cara hingga mereka tidak sadar mengidap anoreksia. Selain pergi ke psikiater atau psikolog, Anda juga bisa melakukan yoga di rumah untuk mengobati anoreksia.
Apa itu Anoreksia?
Sebagai salah satu metode pengobatan alternatif, yoga ternyata bisa menyembuhkan penyakit anoreksia. Ini dibuktikan oleh seorang remaja bernama Kate Lee. Dalam South China Morning Post, Lee menceritakan betapa ia membenci penampilannya karena lemak yang menumpuk di beberapa bagian tubuhnya.
“Sebagai seorang remaja, saya membenci penampilan saya,” kata Lee. “Saya merasa saya kelebihan berat badan meskipun berat saya 52 kilogram atau 115 pon. Saya menghabiskan tiga jam di gym setiap hari melakukan kombinasi latihan intensitas tinggi, kick-boxing dan latihan beban, dan hampir tidak makan. Saya kehilangan 10 kilogram selama setahun dan menimbang 42 kilogram pada titik terendah saya, ketika saya berusia 15 tahun.”
Semakin lama, berat badan Lee menjadi semakin terkuras dan membuat tubuhnya terlihat sangat kurus. Tanpa sadar, ternyata gadis itu sudah mengidap anoreksia. Anoreksia adalah kondisi psikiatrik akibat gangguan psikologis dan medis yang serius, serta tergolong dalam penyakit kronis terkait gangguan perilaku mengontrol berat badan.[1]
“Tanpa sadar, ketika saya melihat makanan, bukan malah selera, tetapi malah menghitung kadar kalorinya,” kata Lee. “Contohnya, ketika saya melihat pisang, saya akan melihat ada 100 kalori di dalamnya dan itu membuat saya kurang selera makan.”
Tanpa sadar, Lee selalu menghindari makanan-makanan berkalori tinggi, padahal kandungan gizinya sangat baik dan dibutuhkan tubuhnya. Hingga akhirnya, gadis itu memutuskan untuk mengambil kelas yoga dengan tujuan supaya berat badannya semakin turun.
Cara Kerja Yoga Mengobati Anoreksia
“Awalnya, tujuan saya mengikuti kelas yoga adalah menurunkan kalori. Seiring waktu, saya melihat perubahan dalam diri saya,” kata Lee. “Berlatih yoga memaksa saya untuk menghadapi bentuk, ukuran, dan segala sesuatu tentang tubuh saya. Hingga akhirnya, saya merasa nyaman dengan tubuh saya.”
Tujuh bulan setelah mengikuti yoga, berat badan Lee kembali turun. Namun, dirinya sudah tidak memikirkan hal itu. Saat ini Lee sudah merasa bahwa berat badan bukan hal yang harus dipermasalahkan dan itu juga yang membuat berat badannya naik secara bertahap dan menjadi lebih ideal. Terlepas dari anoreksianya, Lee tetap berlatih yoga setiap hari dan dirinya sudah tidak merasa ingin untuk menurunkan berat badannya lagi.
“Seiring waktu, saya menerima kondisi tubuh saya, baik itu jika terlihat gemuk maupun terlalu kurus,” kata Lee. “Sebelum mengikuti kelas yoga, saya tidak melihat nilai dalam diri saya, karena merasa kurang percaya diri dengan berat badan. Saat ini, saya merasa nyaman dan percaya diri.”
Teknik Yoga untuk Mengobati Anoreksia
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengambil kelas yoga, terutama untuk mengobati anoreksia. Ada beberapa teknik dan gerakan dasar yang harus Anda kuasai dalam proses pengobatan anoreksia. Lee, menyarankan untuk berlatih pranayama (teknik pernapasan) dan kapal bhati (pernapasan kuat dengan kecepatan tinggi sebanyak 100 kali sebagai latihan dasar.
Victoria Fouladi, seorang guru di Pusat Yoga Iyengar Hong Kong, mengatakan tujuan yoga adalah untuk menenangkan pikiran. Melalui yoga, tubuh dan pikiran akan terkoneksi dan ini menciptakan rasa keutuhan. Jika terus dikembangkan, Anda akan lebih percaya diri dan bisa menerima diri Anda apa adanya.
“Gangguan makan adalah gejala dari masalah mendasar seperti depresi, stres, dan mungkin harga diri rendah. Asana dalam yoga adalah teknik yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri dan meningkatkan harga diri,” kata Fouladi. “Asana juga mengalihkan pikiran seseorang dari kesengsaraan mereka dan dalam istirahat jangka pendek dan jangka panjang pola pikir yang tidak perlu yang dapat menyebabkan gangguan makan dan menciptakan perspektif baru yang sehat.”
Pose energik seperti melompat ke adho mukha vrksasana (handstand) atau asana yang lebih menenangkan seperti supta baddha konasana (pose berbaring miring) keduanya meningkatkan kepercayaan diri. Anda juga akan lebih semangat menjalani hidup ketika melakukannya.
“Sebagai bagian dari latihan yoga saya, saya diperkenalkan dengan filosofi yoga ahimsa dan satya,” kata Lee. “Saya belajar bahwa praktik ini akan mengasah kemampuan fisik, mental, dan emosional terhadap orang lain dan diri saya sendiri.”
[1] krisnani, Hetty, Meilanny Budiarti Santoso, Destin putri. 2017. Gangguan Makan Anorexia Nervosa Dan Bulimia Nervosa pada Remaja. Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat, Vol. 4(3): 390-447.


Leave a comment